Salin Artikel

Pengamat Tata Kota: "Forest City" Hanya Simbolis

Hal ini dia sampaikan dalam gelar wicara bertema "Ecofriendly Capital of Indonesia" di Jalan Pejaten Raya, Jakarta Selatan pada Senin (9/9/2019).

"Saya tidak pernah melihat konsep kota yang jelas dalam rencana tata ruang kota mana pun di Indonesia. Karena ini hanya simbolis buat ngomong ke publik aja," ujar Farid.

Menurut dia, konsep perkotaan akan berbeda di pikiran setiap orang.

"Jadi dari pada bicara soal kota hutan, mending diperjelas 180.000 hektar ini yang boleh dibangun berapa, yang tidak boleh dibangun berapa," ucap Farid.

Di negara Malaysia, sebuah wilayah dibangun dengan konsep "Forest City". Bila mengacu pada daerah tersebut, lahan berupa forest yang artinya hutan justru tak dapat ditemukan.

Lokasi tersebut hanya didominasi oleh bangunan tinggi bertingkat serta jalan raya yang melintang.

Menurut Farid, konsep tata ruang di Indonesia dengan Malaysia berbeda. Oleh sebab itu, perlu ada pembahasan tentang calon ibu kota negara nantinya mau dibangun seperti apa.

"Desainnya bagaimana, vertical building, atau compact city, atau sustainable berkelanjutan yang sosial ekonominya seperti apa," ungkap dia.

Farid menambahkan, ibu kota negara yang bagus dan bisa dicontoh adalah Washington DC. Kota tersebut merupakan ibu kota negara yang memang compact di mana orang-orangnya banyak berjalan kaki.

"Kota yang pejalan kakinya hidup, kotanya itu akan hidup. Karena dengan berjalan kaki, masyarakat lebih punya rasa interaksi yang lebih tinggi," ucap Farid.

Ia khawatir, ibu kota yang sudah dibangun nantinya akan mengalami kekosongan pada akhir pekan karena sebagian besar pekerjaan masih dilakukan di Jakarta. Inilah yang akan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi para pengembang.

"Ini PR banget bagi para planners. Mereka harus bisa menjawab tantangan kita ini," tutupnya.

https://megapolitan.kompas.com/read/2019/09/09/20243731/pengamat-tata-kota-forest-city-hanya-simbolis

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah PMK, Peternak Sapi di Depok Semprotkan Disinfektan hingga 'Lockdown' Kandang

Cegah PMK, Peternak Sapi di Depok Semprotkan Disinfektan hingga "Lockdown" Kandang

Megapolitan
Ini Alasan Wali Kota Usulkan Polres Tangsel Naik Jadi Tipe A

Ini Alasan Wali Kota Usulkan Polres Tangsel Naik Jadi Tipe A

Megapolitan
Oknum Polisi Lepaskan Tembakan di Kompleks Polri Ragunan, Warga: Kami Ketakutan...

Oknum Polisi Lepaskan Tembakan di Kompleks Polri Ragunan, Warga: Kami Ketakutan...

Megapolitan
Wali Kota Usulkan Polres Tangsel Naik Jadi Tipe A

Wali Kota Usulkan Polres Tangsel Naik Jadi Tipe A

Megapolitan
Antisipasi PMK, Berikut Syarat Masuk Hewan Ternak ke Banten

Antisipasi PMK, Berikut Syarat Masuk Hewan Ternak ke Banten

Megapolitan
Antisipasi PMK, Pemprov Banten Minta Pemkab-Pemkot Data dan Awasi Hewan Ternak

Antisipasi PMK, Pemprov Banten Minta Pemkab-Pemkot Data dan Awasi Hewan Ternak

Megapolitan
Polisi Lacak Penyebar Video Hoaks Perampokan di Kalideres

Polisi Lacak Penyebar Video Hoaks Perampokan di Kalideres

Megapolitan
Kapasitas KRL Jadi 80 Persen, Jumlah Penumpang Belum Naik Signifikan

Kapasitas KRL Jadi 80 Persen, Jumlah Penumpang Belum Naik Signifikan

Megapolitan
Diduga Tersambar Petir, Bangunan Khas Minangkabau di Kebon Jeruk Kebakaran

Diduga Tersambar Petir, Bangunan Khas Minangkabau di Kebon Jeruk Kebakaran

Megapolitan
Pemprov Banten Minta Bupati-Wali Kota Bentuk Gugus Tugas Pengendalian dan Penanggulangan PMK

Pemprov Banten Minta Bupati-Wali Kota Bentuk Gugus Tugas Pengendalian dan Penanggulangan PMK

Megapolitan
Kolong Flyover Taman Cibodas Tergenang 70 Sentimeter, Akses Pengendara Terputus

Kolong Flyover Taman Cibodas Tergenang 70 Sentimeter, Akses Pengendara Terputus

Megapolitan
Antisipasi Penumpukan Penumpang, KAI Commuter Terapkan Penyekatan di Stasiun

Antisipasi Penumpukan Penumpang, KAI Commuter Terapkan Penyekatan di Stasiun

Megapolitan
Antisipasi Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Dinkes Kota Bekasi Berencana Bentuk Komite Ahli

Antisipasi Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Dinkes Kota Bekasi Berencana Bentuk Komite Ahli

Megapolitan
Reaksi Beragam Warga terkait Kebijakan Lepas Masker...

Reaksi Beragam Warga terkait Kebijakan Lepas Masker...

Megapolitan
Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Bantah Tudingan Mafia Impor Barang yang Dituduhkan Eks Pejabatnya

Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Bantah Tudingan Mafia Impor Barang yang Dituduhkan Eks Pejabatnya

Megapolitan
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.