Salin Artikel

Depok Krisis VTM, Warga Positif Covid-19 Versi Rapid Test Belum Bisa Swab

DEPOK, KOMPAS.com - Kota Depok, Jawa Barat disebut tengah kekurangan VTM (viral transport medium atau media pembawa virus), karena pesanan yang diminta tak kunjung datang.

Dalam konteks pandemi Covid-19, media VTM berperan untuk membawa spesimen sampel lendir tenggorokan pasien yang telah melalui uji swab, ke laboratorium tersertifikasi.

Pasien yang dilakukan uji swab adalah mereka yang dicurigai terinfeksi virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19, baik karena gejala ISPA maupun menunjukkan hasil positif dalam versi rapid test (uji cepat).

Uji swab merupakan pengujian dengan hasil yang paling valid untuk mendiagnosa seseorang mengidap Covid-19 atau tidak, sehingga kasus positif pada rapid test juga perlu dikonfirmasi ulang lewat uji swab.

"Swab itu harus ada bahannya. Bahannya belum datang-datang dari rekanan, kan kita beli. Dari kemenkes juga kami mengajukan, belum datang. Sudah sejak 1-2 minggu lah," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita melalui telepon, Kamis (2/4/2020).

"Yang kami beli VTM itu, media untuk meletakkan hasil swab. Jadi setelah kita ambil swab tenggorokan, kan kita masukin ke media tuh, nah itu medianya yang kita beli," jelas dia.

Novarita mengatakan bahwa terkadang Kota Depok kebagian juga jatah uji swab dari petugas pemerintah pusat.

Namun, jika menunggu pemerintah pusat, hal itu akan memakan waktu karena banyak pasien yang harus diakomodasi.

Maka, lanjut dia, tenaga-tenaga laboratorium Kota Depok kini sudah terlatih mengambil uji swab agar tidak perlu menunggu giliran pemerintah pusat, sehingga pemeriksaan bisa lebih cepat.

Tetapi, upaya itu terganjal minimnya ketersediaan VTM.

"Misalnya menunggu dibagi kan lama, banyak. Kita misalnya menunggu dari pusat, mereka nanti petugasnya dateng mengambil (swab), mereka periksa di sana," kata Novarita.

"Tenaga laboratorium kita pelatihan, jadi sudah bisa tuh mengambil (uji swab). Nanti mereka kalau sudah ada medianya, mereka ambil (uji swab, lalu) kirim, itu lebih cepat. Kalau enggak, kan lama karena kita nunggu giliran," jelas dia.

Akibat dari krisis VTM ini, sejumlah warga Depok yang sudah dites positif Covid-19 dengan rapid test harus menunggu dan karantina mandiri sembari menanti uji swab yang baru dapat dilakukan ketika VTM sudah datang.

Padahal, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Kamis (2/4/2020), total terdapat 65 hasil positif rapid test yang harus diverifikasi ulang dengan uji swab.

Di samping itu, masih ada 131 kategori kelompok orang tanpa gejala (OTG) yang berdasarkan pedoman Kementerian Kesehatan, perlu segera diperiksa dengan uji swab atau rapid test.

"Jadi semua (kasus positif versi rapid test) akan disuruh isolasi mandiri. Kan kalau tidak ada gejala apa-apa memang tidak dimasukkan ke rumah sakit," tandas Novarita.

Sebagai informasi, per Kamis (2/4/2020), Pemerintah Kota Depok mengumumkan total 50 kasus positif Covid-19, dengan 10 orang sembuh, dan 5 orang meninggal dunia.

Sebanyak 18 pasien dalam pengawasan (PDP) juga telanjur meninggal sebagai suspect, sebelum terkonfirmasi positif Covid-19, sejak 18 Maret 2020.

Sementara itu, kini masih ada 369 pasien yang masih diawasi dan 1.374 orang yang tengah dipantau terkait Covid-19.

Pemerintah terus menggaungkan instruksi agar warga tetap bertahan di dalam rumah selama pandemi Covid-19 untuk memutus rantai penularan, kecuali terpaksa keluar rumah untuk kebutuhan mendesak.

Warga diminta menjauhi diri dari kerumunan yang dapat mempermudah penularan Covid-19.

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/04/03/16190221/depok-krisis-vtm-warga-positif-covid-19-versi-rapid-test-belum-bisa-swab

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Shopee PHK Massal, Eks Pegawai 'Move On' Cari Pekerjaan Baru

Shopee PHK Massal, Eks Pegawai "Move On" Cari Pekerjaan Baru

Megapolitan
Jalan Rasuna Said Macet Imbas Kebakaran Gedung Kemenkumham

Jalan Rasuna Said Macet Imbas Kebakaran Gedung Kemenkumham

Megapolitan
Pedagang di Pasar Serdang Kemayoran Mengeluh Sepi Pembeli Sejak Harga Cabai Tembus Rp 50.000

Pedagang di Pasar Serdang Kemayoran Mengeluh Sepi Pembeli Sejak Harga Cabai Tembus Rp 50.000

Megapolitan
Polisi Pastikan Rudolf Tobing Pembunuh Icha Tak Alami Gangguan Kejiwaan

Polisi Pastikan Rudolf Tobing Pembunuh Icha Tak Alami Gangguan Kejiwaan

Megapolitan
Kebakaran Melanda Gedung Kemenkumham, Api Muncul dari Lantai 5

Kebakaran Melanda Gedung Kemenkumham, Api Muncul dari Lantai 5

Megapolitan
Polisi: 90 Adegan Rudolf Tobing Membunuh Icha Sesuai Keterangan

Polisi: 90 Adegan Rudolf Tobing Membunuh Icha Sesuai Keterangan

Megapolitan
Wali Kota Klaim Pengelolaan Limbah di Depok Terbaik Setelah Bali, tetapi Tak Punya Mesin Penyaring Modern

Wali Kota Klaim Pengelolaan Limbah di Depok Terbaik Setelah Bali, tetapi Tak Punya Mesin Penyaring Modern

Megapolitan
Cerita Eks Pegawai Shopee Kena PHK Massal: Kami Nangis, Bingung, dan Bertanya-tanya

Cerita Eks Pegawai Shopee Kena PHK Massal: Kami Nangis, Bingung, dan Bertanya-tanya

Megapolitan
Harga Beras di Pasar Ciputat Naik tapi Kualitasnya Malah Turun, Pedagang: Orang Enggak Jadi Beli

Harga Beras di Pasar Ciputat Naik tapi Kualitasnya Malah Turun, Pedagang: Orang Enggak Jadi Beli

Megapolitan
Penyesalan Tiada Arti Rudolf Tobing Usai Bunuh Icha di Apartemen, Duduk Merenung di Samping Jenazah

Penyesalan Tiada Arti Rudolf Tobing Usai Bunuh Icha di Apartemen, Duduk Merenung di Samping Jenazah

Megapolitan
Meski Kena PHK, Eks Karyawan Shopee Tak Begitu Kecewa karena Pesangon Sepadan

Meski Kena PHK, Eks Karyawan Shopee Tak Begitu Kecewa karena Pesangon Sepadan

Megapolitan
Hilangnya Senyum Rudolf Tobing Saat Peragakan Ulang Adegan Pembunuhan Icha…

Hilangnya Senyum Rudolf Tobing Saat Peragakan Ulang Adegan Pembunuhan Icha…

Megapolitan
Heru Budi Bakal Sowan ke Fraksi DPRD DKI, Pengamat: Hati-hati Muncul Benih Korupsi

Heru Budi Bakal Sowan ke Fraksi DPRD DKI, Pengamat: Hati-hati Muncul Benih Korupsi

Megapolitan
Amarah dan Sesal Ayah Kandung Balita yang Tewas Dianiaya Kekasih Mantan Istri...

Amarah dan Sesal Ayah Kandung Balita yang Tewas Dianiaya Kekasih Mantan Istri...

Megapolitan
Target Pajak DKI Baru 80,93 Persen: Pajak Parkir Peroleh Capaian Terendah

Target Pajak DKI Baru 80,93 Persen: Pajak Parkir Peroleh Capaian Terendah

Megapolitan
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.