Salin Artikel

Perpanjangan PSBB Jakarta di Tengah Ketersediaan Tempat Tidur Rumah Sakit Menipis dan Klaster Baru Covid-19 Bermunculan

Perpanjangan PSBB itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 959 Tahun 2020.

Anies pada Kamis (24/9/2020) kemarin menyampaikan, perpanjangan PSBB telah didiskusikan dan mendapat restu dari pemerintah pusat. Dia memutuskan memperpanjang PSBB karena angka kasus positif Covid-19 berpotensi meningkat kembali jika PSBB dilonggarkan.

Anies bahkan memprediksi, jumlah kasus aktif Covid-19 di Jakarta mencapai 20.000 orang pada November 2020 jika tidak ada pembatasan. Sedangkan kasus harian Covid-19 akan menyentuh angka 2.000 pada pertengahan Oktober 2020.

"Tanpa pembatasan ketat dan dengan tingkat pengetesan tetap seperti saat ini, pertambahan kasus harian di Jakarta diprediksi akan mencapai 2.000 per hari pada pertengahan Oktober, sedangkan kasus aktif akan mencapai 20.000 pada awal November," kata Anies dalam keterangan tertulis kemarin.

PSBB membuat kasus aktif Covid-19 melandai

Anies mengklaim, kasus aktif Covid-19 mulai melandai setelah PSBB diperketat lagi. Indikatornya adalah perbandingan kasus aktif positif Covid-19 pada 12 hari pertama bulan September dan masa PSBB serta Rt atau angka reproduksi virus.

Anies memaparkan, pada 12 hari pertama bulan September atau sebelum penerapan PSBB, penambahan kasus aktif positif Covid-19 sebanyak 49 persen atau 3.864 kasus. Saat penerapan PSBB atau 12 hari berikutnya pada bulan September, penambahan jumlah kasus aktif berkurang menjadi 12 persen atau 1.453 kasus.

Kemudian untuk nilai Rt pada awal September adalah 1,14. Angka tersebut mulai berkurang menjadi 1,10 selama PSBB. Artinya 100 orang berpotensi menularkan virus kepada 110 orang lainnya.

Meski demikian, kata Anies, pelandaian kasus aktif Covid-19 bukan tujuan utama penerapan PSBB. Pemprov DKI bersama warga masih harus membatasi aktivitas guna menekan penyebaran Covid-19.

"Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus terus bekerja bersama untuk memutus mata rantai penularan," ujar Anies.

Dia berharap, minimal 60 persen warga Jakarta beraktivitas di rumah agar kasus harian Covid-19 melandai dan menurun.

"Tim FKM UI memperhitungkan diperlukan minimal 60 persen penduduk diam di rumah saja agar penularan wabah melandai dan mulai berkurang. Saat ini, masih sekitar 50 persen penduduk diam di rumah saja," ucap dia.

Keterpakaian Tempat Tidur Rumah Sakit

Klaim pelandaian kasus aktif Covid-19 berbanding terbalik dengan keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19.

Anies mengakui kapasitas tempat tidur isolasi maupun ICU terus menipis. Dia memaparkan tersisa 19 persen dari total kapasitas tempat tidur isolasi di 67 rumah sakit di Ibu Kota untuk pasien Covid-19.

Sementara itu, tersisa 26 persen dari total kapasitas tempat tidur ICU di rumah sakit rujukan yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19.

"Jumlah tempat tidur isolasi sebanyak 4.812 hingga 23 September, persentase keterpakaiannya sebesar 81 persen.  Sedangkan, dari jumlah tempat tidur ICU sebanyak 695, hingga 23 September, persentase keterpakaiannya sebesar 74 persen," ujar dia.

Dia menyebutkan, tingginya keterpakaian tempat tidur isolasi dan ICU itu disebabkan Pemprov DKI terus melakukan tes PCR secara masif. Hingga 23 September, Jakarta telah melakukan tes PCR terhadap 857.863 orang atau 80.588 orang per sejuta penduduk

Kapasitas tes di Jakarta dalam sepekan terakhir bahkan disebut lebih tinggi 6 kali lipat dari standar WHO.

Kini, Pemprov DKI masih memiliki pekerjaan rumah untuk menekan angka penyebaran Covid-19 sekaligus memastikan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit.

"Tingkat keterpakaian perlu ditekan ke angka kurang dari 60 persen sesuai rekomendasi WHO. Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan rumah sakit pusat, TNI/Polri, BUMN, dan swasta untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur," ujar Anies.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, Pemprov DKI telah menggandeng 26 rumah sakit swasta untuk membantu penanganan Covid-19.

Widyastuti belum dapat menjelaskan secara detail nama-nama rumah sakit swasta tersebut karena masih menunggu terbitnya keputusan gubernur.

Rumah sakit swasta itu akan menjadi rumah sakit penanganan Covid-19 bersama dengan 67 rumah sakit rujukan dan 13 RSUD di Ibu Kota.

"Selain 67 rumah sakit yang kami siapkan, kami mengembangkan 13 RSUD di DKI Jakarta untuk menjadi rumah sakit rujukan Covid-19.  Kemudian juga menambah 26 rumah sakit swasta yang juga telah berkomitmen, ini sedang berproses kepgubnya (keputusan gubernur) untuk menguatkan tadi," kata Widyastuti dalam siaran Youtube BNPB Indonesia.

Muncul klaster baru Covid-19

Pekerjaan rumah Pemprov DKI tak hanya itu. Anies dan jajarannya harus memastikan warga mematuhi aturan protokol kesehatan sehingga tidak muncul klaster-klaster baru penyebaran Covid-19.

Pasalnya, anggota Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan, ada klaster baru penularan Covid-19 di Jakarta yakni terkait kegiatan pernikahan, hotel, pesantren, hingga hiburan malam.

Dewi menyebutkan bahwa telah ditemukan tiga kasus positif Covid-19 di sebuah hotel di Jakarta. Dalam paparannya, Dewi juga memaparkan ada enam kasus Covid-19 di tempat hiburan malam. Namun, dia tak menyebut lokasi hiburan malam tersebut.

Berdasarkan data klaster penyebaran Covid-19 per 18 September 2020 di situs corona.jakarta.go.id, klaster hotel itu terjadi di Hotel Sari Pasific, Jakarta Pusat. Ada tiga kasus yang tercatat di hotel itu. 

Terkait klaster pernikahan, tercatat 20 orang dinyatakan positif Covid-19 dari acara pernikahan di dua lokasi di Jakarta Timur, yaitu di Kelurahan Kebon Pala dan Kelurahan Penggilingan.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Bambang Ismadi mengakui masih ada warga yang menggelar resepsi pernikahan secara sembunyi-bunyi selama PSBB. Padahal, Pemprov DKI melarang warga menggelar resepsi pernikahan. Warga hanya diizinkan mengadakan gelaran pernikahan di KUA atau kantor catatan sipil.

Selain itu ada klaster yang muncul dari acara halal bihalal. Sedikitnya 69 orang dinyatakan positif Covid-19 setelah mengikuti acara halal bihalal hingga tahlilan.

Sebanyak 5 orang dinyatakan positif Covid-19 dari klaster lomba masak 17 Agustus. Namun tak ada penjelasan detail lokasi lomba tersebut.

Klaster baru juga ditemukan dalam kegiatan takziah. Tercatat 14 orang positif Covid-19 dari kegiatan takziah di Duren Sawit, Jakarta Timur; serta masing-masing lima orang positif dari takziah Kemayoran di Jakarta Pusat dan Palmerah di Jakarta Barat. 

Ada pula klaster pesantren. Empat orang dinyatakan positif Covid-19 di Pesantren Minhajjurrosyidin, Cipayung.

Karena itu, Anies mengatakan PSBB masih akan terus diterapkan jika masih ada warga yang bandel dan melanggar protokol kesehatan sehingga membuat virus corona semakin menyebar dan angka kasus aktif Covid-19 terus meningkat. Anies mengimbau warga agar disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dan beraktivitas di rumah selama PSBB. 

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/09/25/08191251/perpanjangan-psbb-jakarta-di-tengah-ketersediaan-tempat-tidur-rumah-sakit

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Jakarta 9 Mei 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta 9 Mei 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Cerah Berawan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cerita Eks Taruna STIP soal Lika-liku Perpeloncoan oleh Senior | Junior di STIP Disebut Wajib Panggil Senior dengan Sebutan “Nior”

[POPULER JABODETABEK] Cerita Eks Taruna STIP soal Lika-liku Perpeloncoan oleh Senior | Junior di STIP Disebut Wajib Panggil Senior dengan Sebutan “Nior”

Megapolitan
Rute Transjakarta 10A Rusun Marunda-Tanjung Priok

Rute Transjakarta 10A Rusun Marunda-Tanjung Priok

Megapolitan
Rute KA Cikuray, Tarif dan Jadwalnya 2024

Rute KA Cikuray, Tarif dan Jadwalnya 2024

Megapolitan
Bantah Pernyataan Ketua STIP soal Tak Ada Lagi Perpeloncoan, Alumni: Masih Ada, tapi pada Enggak Berani Berkoar

Bantah Pernyataan Ketua STIP soal Tak Ada Lagi Perpeloncoan, Alumni: Masih Ada, tapi pada Enggak Berani Berkoar

Megapolitan
Remaja Tusuk Seorang Ibu di Bogor Hingga Pisau Patah

Remaja Tusuk Seorang Ibu di Bogor Hingga Pisau Patah

Megapolitan
Jukir Liar Minimarket Ikhlas “Digusur” Asal Pemerintah Beri Pekerjaan Baru

Jukir Liar Minimarket Ikhlas “Digusur” Asal Pemerintah Beri Pekerjaan Baru

Megapolitan
Warga Bekasi Tewas Tertabrak Kereta di Kemayoran karena Terobos Palang Pelintasan

Warga Bekasi Tewas Tertabrak Kereta di Kemayoran karena Terobos Palang Pelintasan

Megapolitan
Manjakan Lansia, Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi Tak Lagi Pakai Tempat Tidur Tingkat

Manjakan Lansia, Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi Tak Lagi Pakai Tempat Tidur Tingkat

Megapolitan
KAI Commuter: Perjalanan Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang Picu Pertumbuhan Ekonomi Lokal

KAI Commuter: Perjalanan Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang Picu Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Megapolitan
Tiga Jenazah ABK Kapal yang Terbakar di Muara Baru Telah Dijemput Keluarga

Tiga Jenazah ABK Kapal yang Terbakar di Muara Baru Telah Dijemput Keluarga

Megapolitan
Gangguan Jiwa Berat, Ibu yang Bunuh Anak Kandung di Bekasi Sempat Dirawat di RSJ

Gangguan Jiwa Berat, Ibu yang Bunuh Anak Kandung di Bekasi Sempat Dirawat di RSJ

Megapolitan
Jika Profesinya Dihilangkan, Jukir Liar Minimarket: Rawan Maling Motor dan Copet!

Jika Profesinya Dihilangkan, Jukir Liar Minimarket: Rawan Maling Motor dan Copet!

Megapolitan
Polisi: Ibu yang Bunuh Anak Kandung di Bekasi Alami Gangguan Kejiwaan Berat

Polisi: Ibu yang Bunuh Anak Kandung di Bekasi Alami Gangguan Kejiwaan Berat

Megapolitan
Imbas Tanah Longsor, Warga New Anggrek 2 GDC Depok Khawatir Harga Rumah Anjlok

Imbas Tanah Longsor, Warga New Anggrek 2 GDC Depok Khawatir Harga Rumah Anjlok

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke