Salin Artikel

PSI Sebut Program Normalisasi Sungai Dihapus Anies di Draf Perubahan RPJMD

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Justin Untayana mempertanyakan hilangnya program normalisasi sungai dalam draf perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta.

Dia juga menyayangkan hilangnya program normalisasi sungai tersebut dan tidak disertai dengan penjelasan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Sama sekali tidak ada penjelasan mengapa Pak Anies menghapus normalisasi sungai dari draf perubahan RPJMD," ujar Justin dalam keterangan tertulis, Selasa (9/2/2021).

Padahal, kata Justin, salah satu penyebab banjir adalah luapan air sungai yang tidak mampu menampung air kiriman dari hulu.

Sehingga, program normalisasi sungai menjadi sesuatu yang penting untuk penanganan banjir akibat air kiriman.

"Perlu ada upaya untuk meningkatkan kapasitas sungai, baik melalui normalisasi maupun naturalisasi," tutur Justin.

Dalam dokumen RPJMD halaman IX-79, terdapat paragraf yang menjelaskan penanganan banjir yang disebutkan dengan cara pembangunan waduk, naturalisasi, dan normalisasi sungai.

Namun kata "normalisasi" kemudian menghilang di dalam draf perubahan RPJMD, tepatnya di halaman IX-105. Dengan demikian, peningkatan kapasitas aliran sungai hanya dilakukan melalui program naturalisasi sungai.

Padahal, kata Justin, naturalisasi sungai yang dijanjikan Anies sendiri tidak terealisasi dengan baik selama menjabat tiga tahun sebagai gubernur.

"Sementara itu, kegiatan pembangunan normalisasi sungai juga tidak dikerjakan karena Pemprov DKI sangat lambat dalam pembebasan lahan. Jika Pak Anies menghapus normalisasi sungai dari dokumen RPJMD, maka warga Jakarta akan dirugikan akibat banjir yang terus terjadi," kata Justin.

Saat ini sedang berlangsung pembahasan draf perubahan RPJMD DKI Jakarta tahun 2017-2022 yang diajukan Anies ke DPRD DKI Jakarta.

RPJMD sendiri merupakan rencana kerja lima tahun yang menjadi pedoman kerja birokrasi pemerintahan.

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/09/22435421/psi-sebut-program-normalisasi-sungai-dihapus-anies-di-draf-perubahan

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Intip Keseharian Soleh, Kucing 'Pegawai' Kantor Pajak Serpong yang Jadi Primadona

Intip Keseharian Soleh, Kucing "Pegawai" Kantor Pajak Serpong yang Jadi Primadona

Megapolitan
Fakta Baru Balita Tewas Dianiaya Pacar Ibunya: Diinjak, Kepala Terbentur 3 Kali hingga Tengkorak Retak

Fakta Baru Balita Tewas Dianiaya Pacar Ibunya: Diinjak, Kepala Terbentur 3 Kali hingga Tengkorak Retak

Megapolitan
15 Titik Ruas Jalan Pulau Panggang Rusak Terkikis Air Hujan dan Dilintasi Kendaraan

15 Titik Ruas Jalan Pulau Panggang Rusak Terkikis Air Hujan dan Dilintasi Kendaraan

Megapolitan
Detik-detik Penangkapan Ibu yang Buang Bayi di Terminal Pulogebang, Naik Bus AKAP dengan Baju Berlumuran Darah

Detik-detik Penangkapan Ibu yang Buang Bayi di Terminal Pulogebang, Naik Bus AKAP dengan Baju Berlumuran Darah

Megapolitan
Tumbangnya Kejayaan Satu Per Satu Mal di Jakarta, dari Mal Blok M hingga Plaza Semanggi

Tumbangnya Kejayaan Satu Per Satu Mal di Jakarta, dari Mal Blok M hingga Plaza Semanggi

Megapolitan
ART di Jagakarsa Ditangkap karena Curi Emas Majikan 100 Gram

ART di Jagakarsa Ditangkap karena Curi Emas Majikan 100 Gram

Megapolitan
Sempat Berjaya, Sederet Mal Berikut Makin Sepi Pengunjung…

Sempat Berjaya, Sederet Mal Berikut Makin Sepi Pengunjung…

Megapolitan
Ibu yang Diduga Buang Bayi di Terminal Pulogebang Sempat Kabur Naik Bus AKAP, Pakaian Masih Berlumuran Darah

Ibu yang Diduga Buang Bayi di Terminal Pulogebang Sempat Kabur Naik Bus AKAP, Pakaian Masih Berlumuran Darah

Megapolitan
Wali Kota Idris Sebut Pengelolaan Limbah di Depok Terbaik Kedua Setelah Bali

Wali Kota Idris Sebut Pengelolaan Limbah di Depok Terbaik Kedua Setelah Bali

Megapolitan
Seorang Ibu Diduga Buang Bayi ke Tong Sampah Usai Melahirkan di Toilet Terminal Pulogebang

Seorang Ibu Diduga Buang Bayi ke Tong Sampah Usai Melahirkan di Toilet Terminal Pulogebang

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta, BMKG: Waspadai Hujan Petir dari Sore hingga Malam Hari

Prakiraan Cuaca Jakarta, BMKG: Waspadai Hujan Petir dari Sore hingga Malam Hari

Megapolitan
Mengenal Soleh Si Penyuluh Ahli Meow, Kucing 'Pegawai' Kantor Pajak Serpong Tangsel

Mengenal Soleh Si Penyuluh Ahli Meow, Kucing "Pegawai" Kantor Pajak Serpong Tangsel

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Plaza Semanggi, Nasibmu Kini | Tilang Manual Akan Kembali Diterapkan | Polisi Tegur 'Road Bike' yang 'Gowes' di Luar Jalur

[POPULER JABODETABEK] Plaza Semanggi, Nasibmu Kini | Tilang Manual Akan Kembali Diterapkan | Polisi Tegur "Road Bike" yang "Gowes" di Luar Jalur

Megapolitan
Janjian Tawuran Lewat Grup Instagram, 2 Remaja Ditangkap Polisi

Janjian Tawuran Lewat Grup Instagram, 2 Remaja Ditangkap Polisi

Megapolitan
Fakta-fakta Penerapan Kembali Tilang Manual di Jakarta

Fakta-fakta Penerapan Kembali Tilang Manual di Jakarta

Megapolitan
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.