Buddha Bar Ditutup, Kantor Eks Imigrasi Dikosongkan

Kompas.com - 11/03/2009, 19:45 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendesak usaha hiburan Buddha Bar yang berada di gedung eks Imigrasi, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, harus ditutup. Bangunan tua tersebut harus dikosongkan dan dikembalikan kepada kesepakatan awal untuk digunakan sebagai museum.

"Sewaktu aset ini akan dibeli ada kesepakatan bersama antara Pemprov dengan DPRD DKI untuk menjadikan bangunan itu sebagai museum. Bukan untuk disewakan seperti yang terjadi saat ini," papar Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta membidangi pembangunan, Muhayar RM, Rabu (11/3).

Bangunan cagar budaya itu dibeli Pemda dan DPRD periode 1999-2004 dengan anggaran sebesar Rp 32 miliar dari alokasi anggaran Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Pembelian bangunan cagar budaya peninggalan Belanda itu dilindungi undang-undang.

Menurut politisi dari Fraksi PKS ini, menyewakan gedung tersebut kepada swasta dan mengubah fungsi bangunan sebagai tempat usaha hiburan berarti telah terjadi penyalahgunaan dan pelanggaran terutama dalam hal peruntukan. "Jadi usaha ini harus ditertibkan," tegas Muhayar.

Pengomersialisasian bangunan cagar budaya di luar peruntukan, kata Muhayar harus diusut. Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) maupun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI yang memberikan izin, kalau itu ada izinnya harus dikenakan sanksi tegas.

Desakan penutupan usaha yang menjadi kontroversi karena menggunakan simbol keagamaan itu juga datang dari Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta membidangi keuangan, Firmansyah. Politisi dari Fraksi Partai Demokrat ini menegaskan, penggunaan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupa bangunan cagar budaya oleh Buddha Bar harus ditelusuri, terutama mengenai izin operasionalnya. Apalagi, bangunan tersebut berada di kawasan yang diperuntukkan untuk permukiman sehingga tidak bisa digunakan untuk tempat usaha.

"Pemprov DKI harus memberikan contoh yang baik dengan tidak seenaknya memberikan izin operasional. Harus ditertibkan, jika aset Pemprov yang digunakan tidak sesuai peruntukan," tegas Firmansyah.

Kepala BPKD DKI Jakarta Syukri Bey ketika ditanya soal perizinan penggunaan aset pemda oleh pengusaha Buddha Bar jawabnya setelah termenung sejenak, "Saya enggak begitu jelas tapi kayaknya ada dokumennya. Coba tanya ke Didit Yudiana, Kabid Pengendalian Perubahan Status Aset BPKD."

Namun, ketika dihubungi berulang kali melalui telepon genggamnya, Didit tidak menjawab.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Taufik Dukung Penerapan New Normal Jakarta dengan Pengawasan Ketat

Taufik Dukung Penerapan New Normal Jakarta dengan Pengawasan Ketat

Megapolitan
Mobil Suzuki Swift Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim, Sopir Selamat

Mobil Suzuki Swift Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim, Sopir Selamat

Megapolitan
Calon Penumpang Harus Punya SIKM untuk Beli Tiket Kereta Api dari dan Menuju Gambir

Calon Penumpang Harus Punya SIKM untuk Beli Tiket Kereta Api dari dan Menuju Gambir

Megapolitan
Pemkot Jaksel Bangun 14 Pos untuk Periksa SIKM, Ini Daftar Lokasinya

Pemkot Jaksel Bangun 14 Pos untuk Periksa SIKM, Ini Daftar Lokasinya

Megapolitan
Menuju New Normal, Pemkot Bekasi Siapkan Aturan buat Masyarakat dan Pelaku Usaha

Menuju New Normal, Pemkot Bekasi Siapkan Aturan buat Masyarakat dan Pelaku Usaha

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Dukung New Normal, tapi Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Ketua DPRD DKI Dukung New Normal, tapi Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Aturan Baru, Syarat Keluar Masuk Depok seperti Jakarta

Aturan Baru, Syarat Keluar Masuk Depok seperti Jakarta

Megapolitan
Penyebab Mobil Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim

Penyebab Mobil Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim

Megapolitan
3 Penumpang KA Tanpa SIKM Tak Lanjutkan Isolasi di Gelanggang Remaja Gambir

3 Penumpang KA Tanpa SIKM Tak Lanjutkan Isolasi di Gelanggang Remaja Gambir

Megapolitan
Tiba di Bandara Soetta Tanpa SIKM, Siap-siap Biayai Karantina Sendiri

Tiba di Bandara Soetta Tanpa SIKM, Siap-siap Biayai Karantina Sendiri

Megapolitan
TPA Rawa Kucing Kebakaran Sepanjang 20 Meter

TPA Rawa Kucing Kebakaran Sepanjang 20 Meter

Megapolitan
Satu Penumpang KA Luar Biasa Tanpa SIKM Dipulangkan ke Yogyakarta

Satu Penumpang KA Luar Biasa Tanpa SIKM Dipulangkan ke Yogyakarta

Megapolitan
Tips Pencegahan Covid-19 bagi Warga Usai Pergi ke Luar Rumah

Tips Pencegahan Covid-19 bagi Warga Usai Pergi ke Luar Rumah

Megapolitan
BPOM Beri Panduan Menjaga Keamanan Pangan di Restoran

BPOM Beri Panduan Menjaga Keamanan Pangan di Restoran

Megapolitan
Kadisparekraf: Pembukaan Mal di Jakarta Tergantung Keputusan Gugus Tugas soal PSBB

Kadisparekraf: Pembukaan Mal di Jakarta Tergantung Keputusan Gugus Tugas soal PSBB

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X