Cemasnya Menanti Sekolah Unggulan...

Kompas.com - 02/07/2009, 13:34 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Memasuki hari kedua pendaftaran masuk SMP, Kamis (2/7), para orangtua semakin khawatir akan "kelolosan" anaknya masuk di sekolah negeri unggulan.

Seperti di SMP 19, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terlihat masih banyak para orangtua siswa yang mengecek posisi anaknya untuk masuk di sekolah tersebut. Meskipun belum bisa diketahui jumlah siswa yang tidak masuk, dapat dipastikan banyak orangtua yang harus gigit jari.

Ny Neni Trianah, salah satu orangtua siswa, merasa cemas karena dalam satu hari peringkat anaknya bisa turun dua kali lipat. Padahal, putranya, Ardiansyah Syahputra, memiliki nilai 27,56, sedangkan nilai terkecil di peringkat terakhir sekolah itu kini 26,75 di DKI Jakarta

"Hari pertama kemarin masih di posisi 34, sekarang sudah di posisi 68,” kata Neni.

Neni mengaku bersemangat tinggi dan ingin sekali anaknya masuk SMP 19. Menurutnya, sekolah tersebut tergolong dekat dengan rumah dan paling baik.

"Karena standar sekolah ini SBI, Om-nya juga dulu sekolah di sini. Memang, SMP 119 paling bagus se-DKI, tetapi jauh dari rumah, lagi pula anaknya juga minta sekolah di sini,” ujar Neni.

Neni mengatakan, jika anaknya tidak masuk juga di sekolah ini, dia akan mendaftarkannya di SMP 11. Sekolah tersebut juga tak jauh dari SMP 19. (M2)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.