Tersangka Perkelahian Blowfish Bertambah

Kompas.com - 14/04/2010, 04:42 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Yopi Ingrat Tubun alias Boy (41) akhirnya meninggal Jumat (9/4) malam. Dengan demikian, jumlah korban tewas dalam perkelahian di Kelab Malam Blowfish Kitchen and Bar di City Plaza, Wisma Mulia, Jakarta Selatan, menjadi dua orang. Jumlah tersangka pun bertambah dua.

Demikian disampaikan Kepala Satuan Reserse Mobil Ajun Komisaris Besar Ahmad Rivai di Jakarta, Selasa (13/4).

Yopi meninggal saat dirawat di Rumah Sakit (RS) Medistra, Tebet, Jakarta Selatan. Ia meninggal pada Jumat malam. Hari berikutnya, jenazahnya dikremasi di RS St Carolus, Jakarta Pusat.

”Hari Minggu abunya dibawa ke kampung halamannya di Tual, Ambon,” ucap Rivai. Boy terluka bacok dari dekat kepala, leher, sampai bahu.


Membaik

Korban lainnya, Agravinus alias Nus (33), dirawat di RS Cipto Mangunkusumo. Dia menderita luka tusuk di punggung belakang. ”Kondisi Nus saat ini terus membaik,” tutur Rivai.

Korban lain yang tewas di tempat kejadian adalah M Soleh (28). Dia tewas ditikam senjata tajam. Korban terluka di dada, dahi, dan tulang iga. Ada luka robek di paru-paru kiri depan. Korban dibawa ke RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dari sana, jenazah dibawa ke Bengkulu dan dimakamkan.

Perkelahian diawali dengan datangnya empat tamu, Sabtu (4/4) pukul 01.00. Saat datang ke Blowfish, mereka belum memesan tempat. Tidak lama kemudian, mereka melihat sekelompok tamu datang menduduki satu set meja kursi kosong, yang sudah dipesan.

Keempat orang itu tidak tahu bahwa kelompok tamu yang datang belakangan sudah memesan tempat. Mereka menjadi berang dan cekcok dengan tamu, karyawan, dan sejumlah anggota satuan pengamanan Blowfish.

Dua tersangka lagi

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kurangi Sampah di TPST, Anies Minta Masyarakat Olah 30 Persen Sampah di Lingkungan Sendiri

Kurangi Sampah di TPST, Anies Minta Masyarakat Olah 30 Persen Sampah di Lingkungan Sendiri

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemasok Narkoba kepada Aulia Farhan

Polisi Tangkap Pemasok Narkoba kepada Aulia Farhan

Megapolitan
1.091 Warga Mengungsi akibat Banjir Jakarta, Paling Banyak di Jaktim

1.091 Warga Mengungsi akibat Banjir Jakarta, Paling Banyak di Jaktim

Megapolitan
Polisi Terjunkan 2.000 Personel Gabungan Amankan Aksi 212 di Monas

Polisi Terjunkan 2.000 Personel Gabungan Amankan Aksi 212 di Monas

Megapolitan
Ini Tahapan Cara Balik Nama Sertifikat Rumah

Ini Tahapan Cara Balik Nama Sertifikat Rumah

Megapolitan
Polisi: Aulia Farhan Konsumsi Narkoba karena Ikut-ikutan Teman

Polisi: Aulia Farhan Konsumsi Narkoba karena Ikut-ikutan Teman

Megapolitan
Eks Calon Independen: Butuh Usaha Luar Biasa Rebut Kekuasaan Wajah Lama di Depok

Eks Calon Independen: Butuh Usaha Luar Biasa Rebut Kekuasaan Wajah Lama di Depok

Megapolitan
Eks Calon Independen: Depok Butuh Sosok Kejutan untuk Dongkrak Partisipasi Politik

Eks Calon Independen: Depok Butuh Sosok Kejutan untuk Dongkrak Partisipasi Politik

Megapolitan
Hingga Jumat Pagi, Ini 19 RW di Jakarta yang Masih Terendam Banjir

Hingga Jumat Pagi, Ini 19 RW di Jakarta yang Masih Terendam Banjir

Megapolitan
Kunjungi Bayi yang Ditolong Polantas, Dirlantas PMJ Senang Namanya Dipakai Orangtua Bayi

Kunjungi Bayi yang Ditolong Polantas, Dirlantas PMJ Senang Namanya Dipakai Orangtua Bayi

Megapolitan
Himpun 69.000 KTP Warga Depok dalam 1,5 Bulan, Reza Zaki: Bisa Jadi Pertimbangan Parpol

Himpun 69.000 KTP Warga Depok dalam 1,5 Bulan, Reza Zaki: Bisa Jadi Pertimbangan Parpol

Megapolitan
Hari Peduli Sampah, Anies Minta Masyarakat Ubah Pola Pikir Tentang Sampah

Hari Peduli Sampah, Anies Minta Masyarakat Ubah Pola Pikir Tentang Sampah

Megapolitan
Banjir di Bidara Cina Surut, Pengungsi Kembali ke Rumah

Banjir di Bidara Cina Surut, Pengungsi Kembali ke Rumah

Megapolitan
Pengakuan Eksekutor Suami Aulia Kesuma, Dibayar Rp 2 Juta dan Bantah Membunuh

Pengakuan Eksekutor Suami Aulia Kesuma, Dibayar Rp 2 Juta dan Bantah Membunuh

Megapolitan
Jalan Cikunir Raya Ditutup hingga Oktober 2020, Ini Jalan Alternatifnya

Jalan Cikunir Raya Ditutup hingga Oktober 2020, Ini Jalan Alternatifnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X