Erupsi Merapi 2010 Lebih Besar dari 1872

Kompas.com - 09/11/2010, 15:57 WIB
EditorBenny N Joewono

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Letusan Gunung Merapi pada 2010 lebih besar dibanding dengan letusan gunung tersebut lebih dari 100 tahun lalu atau pada 1872.

"Jika diukur dengan indeks letusan, maka letusan pada 2010 ini lebih besar dibanding letusan Merapi yang pernah tercatat dalam sejarah, yaitu pada 1872," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo di Yogyakarta, Selasa (9/11/2010).

Menurut dia, salah satu indikator yang digunakan untuk menentukan besar indeks letusan adalah dari jumlah material vulkanik yang telah dilontarkan.

Pada letusan 1872, jumlah material vulkanik yang dilontarkan oleh Gunung Merapi selama proses erupsi mencapai 100 juta meter kubik.

Sementara itu, hingga kini jumlah material vulkanik yang telah dimuntahkan Gunung Merapi sejak erupsi pada 26 Oktober hingga sekarang diperkirakan telah mencapai sekitar 140 juta meter kubik dan aktivitas seismik gunung tersebut belum berhenti.

"Sebagian besar material vulkanik itu mengarah ke Kali Gendol dan kini bagian atas sungai tersebut telah dipenuhi oleh material vulkanik," katanya.

Oleh karena itu, ancaman adanya banjir lahar di sejumlah sungai yang berhulu di Gunung Merapi masih sangat dimungkinkan terjadi.

BPPTK mencoba melakukan pemantauan dari udara dengan foto udara. Namun, pihaknya masih terus melakukan analisis terhadap hasil foto tersebut.

"Ada beberapa kendala saat pelaksanaan foto udara tadi, yaitu kolom asap yang masih cukup tebal sehingga menghalangi pandangan untuk melihat kondisi puncak Merapi," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 12.00 WIB, masih terjadi gempa tremor secara beruntun yang mengindikasikan adanya aktivitas magma di dalam tubuh gunung.

Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    PSI Nilai Sikap Anies soal Toa dalam Hadapi Banjir Tak Konsisten dan Coba-coba

    PSI Nilai Sikap Anies soal Toa dalam Hadapi Banjir Tak Konsisten dan Coba-coba

    Megapolitan
    Pemprov DKI Masih Kaji Perlombaan yang Boleh Diadakan Saat 17 Agustus

    Pemprov DKI Masih Kaji Perlombaan yang Boleh Diadakan Saat 17 Agustus

    Megapolitan
    UPDATE 8 Agustus: Tambah 721 Kasus Positif Covid-19, DKI Kembali Catat Lonjakan Tertinggi

    UPDATE 8 Agustus: Tambah 721 Kasus Positif Covid-19, DKI Kembali Catat Lonjakan Tertinggi

    Megapolitan
    Saluran Injeksi Bocor, Sebuah Truk Terbakar di Pinggir Tol Cakung

    Saluran Injeksi Bocor, Sebuah Truk Terbakar di Pinggir Tol Cakung

    Megapolitan
    Sekelompok Warga Datangi Rumah Sakit di Grogol Minta Jenazah Dikeluarkan

    Sekelompok Warga Datangi Rumah Sakit di Grogol Minta Jenazah Dikeluarkan

    Megapolitan
    Bantah Pasar Jaya, Pihak Keluarga Pastikan Satu Pedagang Pasar Mayestik Meninggal karena Covid-19

    Bantah Pasar Jaya, Pihak Keluarga Pastikan Satu Pedagang Pasar Mayestik Meninggal karena Covid-19

    Megapolitan
    Hemat Pengeluaran Kuota Internet, Guru Diminta Manfaatkan Wifi Sekolah

    Hemat Pengeluaran Kuota Internet, Guru Diminta Manfaatkan Wifi Sekolah

    Megapolitan
    Pemprov DKI Sebut Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat Bisa Jadi Ikon Jakarta

    Pemprov DKI Sebut Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat Bisa Jadi Ikon Jakarta

    Megapolitan
    Kisah Surjana, Penjual Bendera Musiman yang Merantau ke Jakarta Sejak Umur 10 Tahun

    Kisah Surjana, Penjual Bendera Musiman yang Merantau ke Jakarta Sejak Umur 10 Tahun

    Megapolitan
    Syarat Jadi Agen Detektif Wanita: Cantik dan Pintar Berkamuflase untuk Uji Kesetiaan Lelaki

    Syarat Jadi Agen Detektif Wanita: Cantik dan Pintar Berkamuflase untuk Uji Kesetiaan Lelaki

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Bagikan Ribuan Paket Sembako kepada Korban PHK Selama Pandemi

    Pemkot Bekasi Bagikan Ribuan Paket Sembako kepada Korban PHK Selama Pandemi

    Megapolitan
    Sebuah Gudang di Penjaringan Terbakar, Diduga akibat Korsleting

    Sebuah Gudang di Penjaringan Terbakar, Diduga akibat Korsleting

    Megapolitan
    Jasa Detektif Wanita, Lihai Menggoda Pria-pria Nakal yang Tak Setia

    Jasa Detektif Wanita, Lihai Menggoda Pria-pria Nakal yang Tak Setia

    Megapolitan
    Harga Bendera Merah Putih di Pinggir Jalan, Paling Murah Rp 15.000

    Harga Bendera Merah Putih di Pinggir Jalan, Paling Murah Rp 15.000

    Megapolitan
    Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Penjaringan Terbakar

    Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Penjaringan Terbakar

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X