Besok, Sidang Gayus Mulai Digelar

Kompas.com - 30/05/2011, 17:03 WIB
EditorAgus Mulyadi

TANGERANG, KOMPAS.com — Pengadilan Negeri (PN) Tangerang akan menggelar sidang perdana perkara pemalsuan paspor dengan terdakwa Gayus Halomoan P Tambunan, Selasa (31/5/2011). Sidang digelar setelah 13 hari Kejaksaan Negeri Tangerang melimpahkan berkas perkara bernomor 848/PIN.SUS/2011/PNTNG ke PN.

Syamsul Bachri Harahap, ketua majelis hakim untuk perkara ini, Senin (30/5/2011), mengatakan siap menggelar persidangan tersebut.

"Sidang siap digelar. Waktunya tergantung kapan jaksa penuntut umum bisa menghadirkan terdakwa," kata Syamsul kepada wartawan.

Secara terpisah, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang Setyadi, yang juga anggota Satuan Tugas Pidana Umum Kejaksaan Agung, juga siap membacakan dakwaan perkara pemalsuan paspor tersebut. Dakwaan itu setebal 27 halaman.

Selain Bambang, JPU dilengkapi dengan tujuh jaksa penuntut, empat di antaranya dari Kejaksaan Negeri Tangerang, yakni Kepala Seksi Pidana Umum Semeru, serta Riyadi, Putri Ayu, dan Retno Istianty.

Dalam dakwaannya, terdakwa Gayus akan dijerat Pasal 55 huruf a dan Pasal 55 huruf c Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999 tentang Keimigrasian serta Pasal 266 ayat 2 KUHP dan Pasal 263 ayat 2 jo Pasal 55 KUHP. Ancaman hukuman adalah tujuh tahun kurungan penjara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update 28 November: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.370

Update 28 November: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.370

Megapolitan
Wali Kota Bogor Tegur Keras RS Ummi Soal Kasus Tes Swab Rizieq Shihab

Wali Kota Bogor Tegur Keras RS Ummi Soal Kasus Tes Swab Rizieq Shihab

Megapolitan
KPAI: Faktor Ibu Kurang Teredukasi dan Kesulitan Ekonomi Berperan pada Kasus Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis

KPAI: Faktor Ibu Kurang Teredukasi dan Kesulitan Ekonomi Berperan pada Kasus Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis

Megapolitan
Fasilitasi Kerumunan Rizieq Shihab,  Wali Kota Jakpus Dicopot Anies, Kini Jadi Anggota TGUPP

Fasilitasi Kerumunan Rizieq Shihab, Wali Kota Jakpus Dicopot Anies, Kini Jadi Anggota TGUPP

Megapolitan
UPDATE 28 November: Tambah 38, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang 2.836

UPDATE 28 November: Tambah 38, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang 2.836

Megapolitan
Stadion Persija Ditargetkan Rampung pada 2021

Stadion Persija Ditargetkan Rampung pada 2021

Megapolitan
KPAI Sebut Ibu yang Ajak Anak Mengemis hingga Meninggal Berpotensi Dipidana

KPAI Sebut Ibu yang Ajak Anak Mengemis hingga Meninggal Berpotensi Dipidana

Megapolitan
Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

Megapolitan
UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

Megapolitan
Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

Megapolitan
Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

Megapolitan
Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Edhy Prabowo

Rahayu Saraswati Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Edhy Prabowo

Megapolitan
Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X