Bisnis Parsel Cikini Mulai Menggeliat

Kompas.com - 03/08/2011, 05:16 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang datangnya Lebaran, bisnis parsel di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, kembali menggeliat. Selain kios-kios pedagang parsel dan keranjang rotan di Blok A dan B, sejumlah tenda pedagang musiman telah berdiri di sekitar area stasiun.

"Mulai ramai sejak beberapa hari lalu," kata Uyum, pemilik Uyum Parcel, kepada Kompas.com, Selasa (2/8/2011).

Situasi ini, kata Uyum, akan berlangsung hingga menjelang malam takbiran. Walaupun saat ini keramaian pembeli belum menunjukkan peningkatan berarti, pesanan yang datang dari para pelanggan, menurut Iyum, sudah menumpuk.

"Puncak pembelian langsung dan pengambilan pesanan biasanya antara dua minggu sampai 10 hari menjelang Lebaran," jelas Fitriah Harris, pemilik Toko Kembar, di Blok A Stasiun Cikini.

Saat ini mereka lebih berkonsentrasi pada pembuatan keranjang rotan dan penyiapan aneka aksesori. "Nanti saat pembelinya ramai tinggal diambil," katanya.

Iyum dan suaminya, Nachrowi, mematok harga Rp 40.000 untuk sebuah keranjang rotan, sedangkan untuk parsel lengkap, mereka mematok harga Rp 90.000.

Sementara Fitri yang adalah pedagang parsel tetap di Stasiun Cikini menyajikan keranjang rotan dan parsel yang lebih beragam dengan harga yang variatif. "Tergantung isi parsel dan jenis keranjangnya," kata Fitri, menjelaskan rujukan harga.

Parsel lengkap dijual dengan harga Rp 300.000 hingga Rp 2 juta, sedangkan keranjang rotan tanpa isi dihargai Rp 90.000 hingga Rp 120.000.

Isi parsel masih didominasi berbagai jenis makanan dan minuman, aneka keramik, perlengkapan shalat, serta simbol keagamaan lainnya.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

    Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

    Megapolitan
    Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

    Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

    Megapolitan
    Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

    Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

    Megapolitan
    Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

    Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

    Megapolitan
    APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

    APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

    Megapolitan
    Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

    Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

    Megapolitan
    Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

    Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

    Megapolitan
    Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

    Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

    Megapolitan
    Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

    Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

    Megapolitan
    Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

    Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

    Megapolitan
    Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

    Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

    Megapolitan
    PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

    PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

    Megapolitan
    Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

    Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

    Megapolitan
    Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

    Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

    Megapolitan
    4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

    4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X