Asam Lemak pada ASI Cerdaskan Anak

Kompas.com - 23/09/2011, 15:52 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Penelitian terbaru mengungkapkan fakta bahwa yang menyebabkan bayi pintar adalah adanya kandungan asam lemak sehat dalam ASI. Asam lemak ini sebenarnya juga terdapat pada susu formula. Namun, benarkah susu formula itu sehebat ASI dalam perannya mencerdaskan dan menyehatkan bayi?

Penelitian yang dilakukan di Inggris dan Spanyol menemukan bahwa kandungan yang tinggi dari ikatan rantai panjang asam lemak tak jenuh ganda seperti DHA, EPA, dan ALA, berhubungan langsung dengan perkembangan mental yang lebih baik pada anak-anak dan orang dewasa. Dalam dua dekade belakangan, otak bayi menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan karena diberikan ASI ataupun susu formula yang sudah difortifikasi sehingga mengandung asam lemak tak jenuh ganda.

"Semakin lama seorang ibu dapat menyusui dengan ASI eksklusif, itu semakin baik. Tapi, jika untuk alasan tertentu sang ibu tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi bayi, maka mereka harus melengkapinya dengan susu formula yang mengandung rantai panjang asam lemak ganda," ungkap Dr Roya Samuel, dokter penyakit anak di Cohen Children's Medical Center di New Hyde Park, New York. Sehingga dalam hal ini, susu formula berfungsi hanya sebagai pelengkap, dan bukan pemenuh gizi utama untuk bayi.

Para peneliti dari Inggris ini menganalisis 107 bayi prematur dengan usia kelahiran 9 bulan. Bayi-bayi ini telah diacak dan dibagi menjadi kelompok yang mengkonsumsi susu formula dengan asam lemak (tanpa disebutkan mereknya), dan kelompok lainnya dengan ASI dalam jangka waktu yang sama.

Selama pengujian ekstensif, para peneliti ini mengukur IQ, memori, perhatian, dan fungsi kognitif lainnya. Anak-anak yang mengonsumsi susu formula dengan tambahan asam lemak ganda sebagai supplemen (pelengkap) menunjukkan peningkatan fungsi kognitif (fungsi otak), terutama untuk anak perempuan. Bayi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keaksaraan, termasuk membaca dan mengeja ketika mereka sudah dalam usia sekolah. Jenis kelamin jelas berpengaruh pada perkembangan otak manusia, yang menggambarkan perbedaan anak laki-laki dan perempuan dalam kerentanan otak dan gizi.

"Ada efek tertentu pada struktur saraf pendukung yang berbeda pada kedua jenis kelamin," kata Elizabeth B. Isaacs, peneliti senior di Pusat Penelitian Gizi Anak di University College London's Institute.

Meski demikian, ASI tetaplah merupakan makanan yang paling baik untuk tumbuh kembang bayi. Penelitian di Spanyol menemukan bahwa adanya anak-anak yang mendapatkan ASI secara eksklusif memiliki perkembangan mental yang lebih tinggi.

"Selain nutrisi pada susu, anak-anak menjadi lebih sehat dan cerdas juga karena proses menyusuinya. Menyusui secara eksklusif dapat meningkatkan ikatan antara ibu dan anak secara alamiah," ungkap Samuels.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Narkoba, Pegawai Beacukai yang Ditangkap di Kepulauan Seribu Tak Jadi Tersangka

Positif Narkoba, Pegawai Beacukai yang Ditangkap di Kepulauan Seribu Tak Jadi Tersangka

Megapolitan
UPDATE 3 Juli: Bertambah 1, Total 415 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 3 Juli: Bertambah 1, Total 415 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Dipertanyakan, Bagaimana Cara Batasi Pengunjung Pasar di Jakarta?

Dipertanyakan, Bagaimana Cara Batasi Pengunjung Pasar di Jakarta?

Megapolitan
Jalan di Tepi Waduk Pluit Longsor, Penanganan Darurat Ditargetkan Selesai Dua Hari

Jalan di Tepi Waduk Pluit Longsor, Penanganan Darurat Ditargetkan Selesai Dua Hari

Megapolitan
Terlilit Hutang dan Sakit, Seorang Pemuda Coba Bunuh Diri di Lahan Kosong

Terlilit Hutang dan Sakit, Seorang Pemuda Coba Bunuh Diri di Lahan Kosong

Megapolitan
UPDATE 3 Juli: Bertambah 12, Total 491 Kasus Positif Covid-19 di Kota Tangerang

UPDATE 3 Juli: Bertambah 12, Total 491 Kasus Positif Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Sudin SDA Akan Tutup Jalan Pluit Timur Raya untuk Perbaikan Longsor

Sudin SDA Akan Tutup Jalan Pluit Timur Raya untuk Perbaikan Longsor

Megapolitan
Kontrakan Enam Pintu di Batuampar Terbakar Diduga karena Gas Bocor

Kontrakan Enam Pintu di Batuampar Terbakar Diduga karena Gas Bocor

Megapolitan
Pemkot Tangerang: Lahan Tempat Semanggi Center Akan Jadi Balai Kesenian

Pemkot Tangerang: Lahan Tempat Semanggi Center Akan Jadi Balai Kesenian

Megapolitan
Kini Ojol Boleh Angkut Penumpang Kembali di Depok

Kini Ojol Boleh Angkut Penumpang Kembali di Depok

Megapolitan
Eazy Passport, Layanan Jemput Bola Pembuatan Paspor Imigrasi Tangerang

Eazy Passport, Layanan Jemput Bola Pembuatan Paspor Imigrasi Tangerang

Megapolitan
244 Karyawan Unilever yang Dinyatakan Negatif Tetap Jalani Isolasi

244 Karyawan Unilever yang Dinyatakan Negatif Tetap Jalani Isolasi

Megapolitan
Imbas Penutupan Pasar Tempel, Pasar Pondok Labu Ikut Ditutup Satu Hari

Imbas Penutupan Pasar Tempel, Pasar Pondok Labu Ikut Ditutup Satu Hari

Megapolitan
UPDATE 3 Juli, 434 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi

UPDATE 3 Juli, 434 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Resmi Dibuka, Jalan Tol Depok-Antasari Seksi II Gratis Selama 2 Minggu

Resmi Dibuka, Jalan Tol Depok-Antasari Seksi II Gratis Selama 2 Minggu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X