Kondisi Bus Transjakarta Memprihatinkan

Kompas.com - 26/10/2011, 20:09 WIB
Penulis Neli Triana
|
EditorAgus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi sebagian armada bus transjakarta yang beroperasi di koridor 1 Blok M-Kota amat memprihatinkan.

Armada bus JET 053, misalnya, bagian atas pintu keluar masuk penumpang sudah mengelupas lapisan kulitnya. Satu fasilitas pegangan tangan untuk penumpang, juga tampak putus dan tersuruk di bawah jok penumpang.

Sebelumnya di bus JET 038, dalam perjalanan dari Ratu Plaza menuju Kota, terlihat lantai bus yang mengelupas, robek, membentuk semacam lubang besar.

Kerusakan lantai bus ini terjadi di beberapa titik, di sepanjang koridor dalam bus tersebut. Pintu bus pun tidak secara otomatis bisa menutup atau membuka.

Petugas keamanan di dalam bus harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mendorong pintu, agar menutup atau membuka sempurna. Padahal, seharusnya buka tutup pintu dioperasikan secara otomatis dari ruang sopir.

Tak hanya itu, fasilitas pendingin ruangan juga kurang berfungsi. Saat berada di bus JET 038, terasa hangat dan hanya terasa embusan angin minus rasa dingin layaknya ruangan ber-AC. Jendela kaca di bagian sopir pun dibiarkan terbuka.

Kondisi armada bus transjakarta yang tergolong buruk itu diakui oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, sebelumnya mengatakan, armada bus di Koridor 1, 2, dan 3 memang sudah saatnya diganti, karena telah berusia tujuh tahun.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

    Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

    Megapolitan
    Sebut Fraksi PSI Setujui Anggaran Kenaikan Gaji DPRD DKI, Taufik: Tak Perlu Pencitraan

    Sebut Fraksi PSI Setujui Anggaran Kenaikan Gaji DPRD DKI, Taufik: Tak Perlu Pencitraan

    Megapolitan
    Rizieq Shihab dan Menantunya Tak Penuhi Panggilan Polisi, FPI: Karena Kesehatan

    Rizieq Shihab dan Menantunya Tak Penuhi Panggilan Polisi, FPI: Karena Kesehatan

    Megapolitan
    Dinilai Mencla-mencle soal Kenaikan Gaji DPRD, DPW PSI: Kami Tegas Menolak

    Dinilai Mencla-mencle soal Kenaikan Gaji DPRD, DPW PSI: Kami Tegas Menolak

    Megapolitan
    Pengangguran Melonjak di Jakarta karena Pandemi, PSI Tolak Kenaikan Anggaran untuk DPRD

    Pengangguran Melonjak di Jakarta karena Pandemi, PSI Tolak Kenaikan Anggaran untuk DPRD

    Megapolitan
    SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

    SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

    Megapolitan
    Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

    Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

    Megapolitan
    Selama November, Depok Catat 'Kunjungan' Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

    Selama November, Depok Catat "Kunjungan" Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

    Megapolitan
    Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

    Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

    Megapolitan
    Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

    Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

    Megapolitan
    Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

    Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

    Megapolitan
    Ketersediaan Alat Tes Swab di Depok Menipis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

    Ketersediaan Alat Tes Swab di Depok Menipis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

    Megapolitan
    Pertamina Tutup Sementara SPBU MT Haryono Setelah Kebakaran

    Pertamina Tutup Sementara SPBU MT Haryono Setelah Kebakaran

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi: Mayoritas Pasien Covid-19 yang Meninggal Berusia di Atas 50 Tahun dan Punya Komorbid

    Pemkot Bekasi: Mayoritas Pasien Covid-19 yang Meninggal Berusia di Atas 50 Tahun dan Punya Komorbid

    Megapolitan
    Kebakaran di SPBU MT Haryono, Sopir Selamat Usai Loncat dari Mobil Tangki

    Kebakaran di SPBU MT Haryono, Sopir Selamat Usai Loncat dari Mobil Tangki

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X