Diduga, Kesadaran Sosial Afriyani Menurun akibat Narkoba

Kompas.com - 24/01/2012, 13:24 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda seolah kian marak. Bahkan, efek dari pemakaian narkoba ini membawa kerugian bagi masyarakat, seperti yang terjadi pada kecelakaan maut di Gambir, Minggu (22/1/2012).

Psikolog Tika Bisono mengatakan, dampak penggunaan obat-obatan terlarang ini pasti memengaruhi kerja syaraf di otak. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan pada tubuh manusia yang memang berpusat pada otak akan ikut bermasalah dan terganggu. "Efek narkoba selalu seperti itu. Saraf-sarafnya rusak. Bahkan bisa menyebabkan kesadaran menurun," kata Tika kepada Kompas.com, ketika dihubungi pada Selasa (24/1/2012).

Namun, kerusakan saraf tersebut, lanjutnya, terjadi bertahap. Oleh karena itu, tergantung lama pemakaian dan tingkat kecanduan pada obat-obatan terlarang ini. Jika baru mencoba, maka efeknya belum merusak. Namun jika berubah menjadi kecanduan, maka efeknya semakin parah dan kesadarannya akan menurun.

"Kalau misalnya sampai nggak sadar dan mencet gasnya kekencangan, berarti itu rusaknya sudah parah," tutur Tika.

Menanggapi reaksi dari Afriyani Susanti yang sempat marah-marah seusai menabrak dan sikapnya yang tetap tenang selama interogasi, Tika mengindikasikan bahwa pusat kesadaran pelaku sudah terganggu. Akibatnya si pelaku menjadi antisosial dan tidak peduli pada lingkungan sekitarnya.

Jadi, kata Tika, semacam ada koneksi yang terputus antara dirinya dan dunia riil. Oleh karena itu, dia memandang semua kejadian dari perspektif dirinya saja. Jadi jika rusak di A, yang B, C, dan D juga ikut rusak. Bahkan kalau semakin menurun, maka bisa menjadi schizoprenic.

Sebelumnya diberitakan, Afriyani Susanti yang merupakan tersangka dari kecelakaan maut yang menewaskan sembilan orang dan mengakibatkan lima orang luka-luka ini positif menggunakan narkoba saat mengendarai mobil Daihatsu Xenia hitam bernomor polisi B 2479 XI. Ketiga teman yang juga ada di dalam mobil juga terbukti positif mengonsumsi narkoba setelah menjalani tes urine.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.