Ekstasi, Wiski, dan Fakta di Balik "Xenia Maut"

Kompas.com - 25/01/2012, 00:44 WIB
EditorJodhi Yudono

KOMPAS.com — Polda Metro Jaya hari ini memastikan bahwa Afriyani Susanti, pengemudi "Xenia maut" yang merenggut sembilan nyawa, positif menggunakan narkoba jenis ekstasi. Hari ini juga, ketiga teman Afriyani resmi ditahan polisi.

"Menurut keterangan, mereka (Afriyani dan tiga teman yang menumpang kendaraan yang dikemudikannya) menggunakan ekstasi," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nugroho Aji kepada wartawan, Selasa (24/1/2012).

Nugroho juga membedah waktu-waktu kritis sebelum Afriyani menabrakkan kendaraan yang dikemudikannya terhadap belasan pejalan kaki, Minggu siang lalu.

Pada Sabtu pukul 20.00-22.00 WIB, keempat tersangka diketahui berada di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, untuk menghadiri suatu acara.

Selepas itu, mereka menuju ke Kemang, Jakarta Selatan, sampai sekitar Minggu pukul 02.00 dini hari. Setelah itu mereka berada di diskotek di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Minggu siang, dengan mengendarai mobil Xenia, mereka menabrak belasan pejalan kaki yang sembilan di antaranya lalu meninggal dunia.

Bagaimanakah Afriyani dkk mengonsumsi ekstasi?
Menurut Nugroho Aji, para tersangka mengonsumsi satu butir ekstasi yang dipotong menjadi dua. Kepastian mereka mengonsumi ekstasi didapat dari hasil tes urine yang diadakan dua kali. Nugroho mengatakan, setengah butir ekstasi bisa membuat seseorang kehilangan konsentrasi. Afriyani dan teman-temannya mungkin mencampur ekstasi itu dengan alkolhol.

Apakah Afriyani dkk telah lama mengonsumsi barang haram itu?
Pengakuan mereka kepada polisi menyebutkan bahwa mereka baru dua kali mengonsumsinya dan itu pun mereka telan di tempat hiburan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka juga mengaku baru dua kali menenggak minuman alkohol. Malam sebelum menabrak belasan pejalan kaki, Afriyani dan tiga temannya menenggak tiga botol wiski (minuman keras).

Nugroho Aji mengatakan, seseorang yang mengonsumsi alkohol dan narkoba dalam waktu bersamaan akan menciptakan efek yang tidak biasa kepada pengonsumsinya, apalagi saat mengemudikan kendaraan.

Bagaimana polisi menanggapi pengakuan Afriyani dkk?
Nugroho mengatakan, polisi senantiasa memeriksa ulang setiap keterangan dari mereka. "Kita bawa ke RSKO, rumah sakit ketergantungan obat," katanya. Polisi memastikan bahwa setiap keterangan dari keempat tersangka yang sudah resmi ditahan hari ini akan dicek silang.

Halaman:
Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.