Nurul: Ahok Harus Keluar dari Golkar

Kompas.com - 19/03/2012, 18:26 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok harus keluar dari Partai Golkar setelah maju sebagai calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya, pencalonan itu bukan sikap partai.

"Yang bersangkutan harus membuat surat pengunduran diri. Jika tidak, maka langsung dipecat. Karena Golkar hanya mengakui kandidat yang sudah secara resmi diputuskan dan diusung partai," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Nurul Arifin di Jakarta, Senin (19/3/2012).

Nurul dimintai tanggapan keputusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mencalonkan kadernya Joko Widodo bersama Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta. Setelah diumumkan, keduanya langsung mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta.

Sebelumnya, Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan telah mengusung Alex Noerdin-Nono Sampono sebagai Cagub dan Cawagub DKI Jakarta. Keduanya juga telah mendaftar.

Nurul mengatakan, pihaknya harus menegakkan aturan bagi siapa pun yang melanggar. Seluruh kader, kata anggota Komisi II DPR itu, harus mematuhi keputusan partai.

Nurul menambahkan, pihaknya mengucapkan selamat atas pencalonan Ahok itu. "Golkar siap bertarung secara fair dalam Pilgub DKI," pungkas dia.

Baca tentang


    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

    Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

    Megapolitan
    Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

    Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

    Megapolitan
    2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

    2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

    Megapolitan
    Cerita LHI Mengalami Kekerasan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

    Cerita LHI Mengalami Kekerasan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

    Megapolitan
    Fakta Tewasnya Briptu Andry, Ditabrak Anggota TNI yang Mengantuk Saat Berkendara

    Fakta Tewasnya Briptu Andry, Ditabrak Anggota TNI yang Mengantuk Saat Berkendara

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

    [POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

    Megapolitan
    Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

    Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

    Megapolitan
    Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

    Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

    Megapolitan
    Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

    Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

    Megapolitan
    DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

    DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

    Megapolitan
    KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

    KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

    Megapolitan
    Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

    Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

    Megapolitan
    Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

    Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

    Megapolitan
    Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

    Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

    Megapolitan
    Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

    Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X