Bank Sampah Bisa Atasi Sampah Jakarta

Kompas.com - 28/03/2012, 20:08 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

JAKARTA, KOMPAS.com -- DKI Jakarta, dengan lebih dari sembilan juta populasi menghasilkan sampah hingga lebih dari 6.500 ton per hari. Sampah-sampah tersebut, jika tidak dikelola dengan benar akan mengakibatkan banjir, menyebarkan penyakit, dan polusi.

Oleh karena itu, perlu penanganan serius semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, pihak swasta, dan lembaga swadaya masyarakat untuk mengatasi masalah persampahan ini. Model Bank Sampah diyakini bisa mengatasi masalah ini karena efektif dapat mengurangi volume sampah.

Dukungan untuk mengembangkan Bank Sampah di kota-kota besar datang dari PT Unilever Indonesia Tbk lewat Yayasan Unilever Indonesia. Saat ini, ada lebih dari 100 Bank Sampah melalui program Green and Clean yang tersebar di 10 kota.

Di Jakarta terdapat 25 Bank Sampah yang dibangun masyarakat bekerja sama dengan Yayasan Unilever Indonesia. Bank Sampah di Jakarta mulai diorganisasi lebih baik dalam bentuk unit bisnis sejak tahun 2010, dimulai dengan 10 unit Bank Sampah, hingga menjadi 25 unit pada tahun 2011.


Sebagai bentuk komitmen kepedulian pada lingkungan hidup, terutama dalam mengatasi masalah sampah di perkotaan, Yayasan Unilever Indonesia membuat Panduan Sistem Bank Sampah yang diluncurkan di Bank Sampah RW 02 Kelurahan Malakasari, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (28/3/2012).

Corporate Secretary PT Unilever Indonesia Tbk, Sancoyo Antarikso mengatakan, Panduan Sistem Bank Sampah merupakan salah satu bentuk komitmen Unilever dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah kemasan. Hal ini berkaitan dengan implementasi dari Unilever Sustainable Living Plan (USLP), khususnya pada reducing environment impact.

General Manager Yayasan Unilever Indonesia, Sinta Kaniawati mengungkapkan, konsep Bank Sampah dapat menjadi bagian dari solusi permasalahan sampah yang dihadapi kota Jakarta. Hal ini terbukti pada 2011, 10 Bank Sampah yang tersebar di Jakarta, berhasil mereduksi sampah sebanyak 93 ton dan menghasilkan pendapatan bagi masyarakat sebesar Rp 210 juta.

"Bisa dibayangkan berapa banyak sampah yang bisa direduksi, dan tentunya bisa mengurangi anggaran pemerintah daerah dalam pembiayaan pengelolaan sampah," kata Sinta.

Dengan adanya panduan Sistem Bank Sampah ini, diharapkan informasi mengenai penerapan Bank Sampah yang benar dan mudah dilakukan, dapat tersebar ke banyak wilayah di Jakarta, serta dapat dilakukan oleh warga di wilayah-wilayah lain.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar: Omnibus Law Cipta Kerja Punya Semangat Sentralisasi Pemerintahan yang Sangat Kuat

Pakar: Omnibus Law Cipta Kerja Punya Semangat Sentralisasi Pemerintahan yang Sangat Kuat

Megapolitan
Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X