Agen Sukhoi Revisi Jumlah Korban Jadi 45 Orang

Kompas.com - 10/05/2012, 13:48 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Agen pesawat Sukhoi Superjet 100, PT Trimarga Rekatama, merevisi jumlah korban kecelakaan maut itu menjadi 45 orang. Sebelumnya, PT Trimarga Rekatama mengumumkan bahwa jumlah korban mencapai 47 orang.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas nama Trimarga dan representatif dari Sukhoi. Saya sempat umumkan manifes penumpang 50 orang, terus tadi pagi menjadi 48 orang. Tadi pagi konfirmasi lagi jadi 47, dan kira-kira 15 menit lalu saya pastikan jumlahnya 45 orang," kata konsultan PT Trimarga Rekatama, Sunaryo, Kamis (10/5/2012) di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Ia mengatakan, dua orang yang terakhir batal menaiki pesawat adalah Budi Rizal dari Putra Artha Dirgantara, dan Syafrudin dari Karpediun Mandiri. "Mereka tidak jadi ikut karena mereka ini bersama dengan rombongan Suharso Monoarfa dan Andhika Monoarfa yang batal naik pesawat itu," ujarnya.

Sunaryo mengaku sudah berbicara langsung dengan dua orang tersebut dan memastikan mereka selamat. "Saya sudah telepon dan berbicara dengan mereka. Mereka benar-benar tidak ikut sehingga yang sebelumnya 47 orang jadi 45 orang," ujarnya.


Sebelumnya diberitakan, pesawat Sukhoi Superjet 100 dengan nomor penerbangan RA 36801 hilang kontak pada koordinat 06° 43' 08" Lintang Selatan dan 106° 43' 15" Bujur Timur. Koordinat itu diperkirakan dekat Cidahu, Gunung Salak. Penerbangan yang dilakukan pesawat milik Rusia tersebut merupakan bagian dari demonstrasi penerbangan yang diselenggarakan oleh PT Trimarga Rekatama. Perusahaan tersebut merupakan agen yang memperkenalkan pesawat Sukhoi kepada perusahaan penerbangan di Indonesia.

Pesawat tersebut melakukan penerbangan sebanyak dua kali. Penerbangan pertama dari Halim Perdana Kusuma menuju Palabuhan Ratu pukul 12.00 WIB dengan penumpang pebisnis di bidang penerbangan. Setelah terbang 35 hingga 45 menit, pesawat pun kembali ke Halim Perdana Kusuma dalam kondisi selamat.

Penerbangan kedua dilakukan pukul 14.12 WIB dengan mengangkut hampir 50 orang. Delapan orang di antaranya merupakan awak pesawat warga Rusia. Penumpang lainnya dari media massa dan utusan perusahaan di bidang penerbangan.

Kabar terakhir menunjukkan, tim SAR berhasil mendeteksi lokasi puing Sukhoi Superjet 100 di ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut di kawasan Cidahu, Kebupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

    Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

    Megapolitan
    Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

    Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

    Megapolitan
    Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

    Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

    Megapolitan
    Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

    Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

    Megapolitan
    BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

    BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

    Berita Foto
    Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

    Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

    Megapolitan
    RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

    RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

    Megapolitan
    RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

    RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

    Megapolitan
    Siswa SDN Samudrajaya 04 Bekasi Buat Video Minta Sekolahnya Diperbaiki

    Siswa SDN Samudrajaya 04 Bekasi Buat Video Minta Sekolahnya Diperbaiki

    Megapolitan
    Soal Kecelakaan Bus di Tanjakan Emen Subang, YLKI: Uji Kir Sekadar Formalitas

    Soal Kecelakaan Bus di Tanjakan Emen Subang, YLKI: Uji Kir Sekadar Formalitas

    Megapolitan
    Tertangkap Saat Kabur, Pembobol ATM Dikeroyok Warga di Bekasi

    Tertangkap Saat Kabur, Pembobol ATM Dikeroyok Warga di Bekasi

    Megapolitan
    Sampah Jadi Penyebab Banjir di Jakarta Selatan

    Sampah Jadi Penyebab Banjir di Jakarta Selatan

    Megapolitan
    Pemkot Depok Beri Santunan Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Subang

    Pemkot Depok Beri Santunan Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Subang

    Megapolitan
    Ada Kebocoran Pipa, Sejumlah Wilayah Jakarta Gangguan Suplai Air Bersih Palyja

    Ada Kebocoran Pipa, Sejumlah Wilayah Jakarta Gangguan Suplai Air Bersih Palyja

    Megapolitan
    YLKI Minta Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang Segera Diusut

    YLKI Minta Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang Segera Diusut

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X