Sebarkan Perdamaian, Hentikan Permusuhan

Kompas.com - 12/10/2012, 03:19 WIB
Editor

Tawuran antara siswa SMA Negeri 70 dan SMA Negeri 6 di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, mungkin termasuk salah satu dari sekian kasus tawuran di Tanah Air yang menarik perhatian sejumlah kalangan. Bahkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus mengawal kasus ini.

Pada Kamis (11/10) kemarin pagi hingga siang, Kemendikbud juga menyelenggarakan pelatihan emotional and spiritual quotient (ESQ) tentang perdamaian yang diikuti lebih dari 500 siswa SMA Negeri 70 dan SMA Negeri 6 di Gedung Granada, Menara 165, TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, pelatihan ini salah satu cara untuk mengurai permasalahan pendidikan yang terjadi belakangan ini. Dengan berbagai permainan, peserta pelatihan sengaja dibaurkan sehingga suasana memang cair dan tak ada kesan permusuhan dari siswa-siswa beda sekolah itu.

Pada saat yang sama, perwakilan kedua sekolah itu juga mendeklarasikan perdamaian di atas Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kapal latih bagi kadet Akademi Angkatan Laut itu baru tiba di Indonesia setelah berkeliling dunia melintasi Samudra Pasifik dan Atlantik serta 21 negara di empat benua selama 277 hari sejak Januari 2012.

Aria Lugina (18), mewakili SMA Negeri 70, dan Arofi Ardiansyah (17) dari SMA Negeri 6 bersalaman dan berpelukan. Di hadapan Kepala Pusat Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati dan Ketua Komisi Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi, sebanyak 22 siswa dari kedua sekolah itu mendeklarasikan perdamaian

Mereka tampak gembira. Suasana cair. Bahkan, mereka berfoto bersama dengan latar KRI Dewaruci serta sejumlah plakat dan piagam penghargaan yang diraih para kadet Akademi AL Tingkat II angkatan 50.

Arofi berharap perdamaian benar-benar terwujud di lingkungan sekolah. Tak ada lagi tawuran, apalagi berujung kematian. ”Jangan ada lagi permusuhan. Kami ingin bisa belajar dengan tenang, terlebih akan segera menghadapi ujian akhir,” kata Arofi.

Kapal ini berkeliling dunia membawa misi perdamaian. Para kadet juga mengenalkan budaya, kesenian, dan pariwisata Indonesia. Mereka dielu-elukan di luar negeri dan mengantongi sederet prestasi membanggakan.

”Ini efektif menjadi bahan pembelajaran para siswa,” kata Seto.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok dari CSR Tak Kunjung Beroperasi, Ini Kata Pjs Wali Kota

Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok dari CSR Tak Kunjung Beroperasi, Ini Kata Pjs Wali Kota

Megapolitan
Doakan Anies Cepat Sembuh, Wakil Wali Kota Bekasi: Covid-19 Bukan Aib

Doakan Anies Cepat Sembuh, Wakil Wali Kota Bekasi: Covid-19 Bukan Aib

Megapolitan
Blok Makam Covid-19 Khusus Jenazah Muslim Penuh di TPU Pondok Ranggon, Hanya Bisa Sistem Tumpang

Blok Makam Covid-19 Khusus Jenazah Muslim Penuh di TPU Pondok Ranggon, Hanya Bisa Sistem Tumpang

Megapolitan
Tersangka yang Cabuli Bocah di Pondok Aren Pernah 4 Kali Lakukan Pelecehan Remas Payudara

Tersangka yang Cabuli Bocah di Pondok Aren Pernah 4 Kali Lakukan Pelecehan Remas Payudara

Megapolitan
Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

Megapolitan
Sebut Fraksi PSI Setujui Anggaran Kenaikan Gaji DPRD DKI, Taufik: Tak Perlu Pencitraan

Sebut Fraksi PSI Setujui Anggaran Kenaikan Gaji DPRD DKI, Taufik: Tak Perlu Pencitraan

Megapolitan
Rizieq Shihab dan Menantunya Tak Penuhi Panggilan Polisi, FPI: Karena Kesehatan

Rizieq Shihab dan Menantunya Tak Penuhi Panggilan Polisi, FPI: Karena Kesehatan

Megapolitan
Dinilai Mencla-mencle soal Kenaikan Gaji DPRD, DPW PSI: Kami Tegas Menolak

Dinilai Mencla-mencle soal Kenaikan Gaji DPRD, DPW PSI: Kami Tegas Menolak

Megapolitan
Pengangguran Melonjak di Jakarta karena Pandemi, PSI Tolak Kenaikan Anggaran untuk DPRD

Pengangguran Melonjak di Jakarta karena Pandemi, PSI Tolak Kenaikan Anggaran untuk DPRD

Megapolitan
SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

Megapolitan
Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

Megapolitan
Selama November, Depok Catat 'Kunjungan' Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

Selama November, Depok Catat "Kunjungan" Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

Megapolitan
Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

Megapolitan
Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

Megapolitan
Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X