Berkas Tawuran Bulungan Belum Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kompas.com - 23/10/2012, 19:26 WIB
Penulis Imanuel More
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Selatan belum melimpahkan berkas-berkas terkait kasus tawuran pelajar di Bulungan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Padahal, kasus tersebut telah menghadirkan delapan tersangka yang terbagi dalam tiga berkas berbeda.

"Sampai saat ini belum masuk, belum diterima," kata Agung Ardiyanto, Kasie Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, saat dihubungi Selasa (23/10/2012).

Ia menjelaskan, pihaknya belum mengetahui jumlah tersangka yang telah disebutkan pihak Polres Jakarta Selatan sebanyak enam orang. Demikian pula, kejaksaan belum mengetahui jumlah berkas yang akan dilimpakan.

"Belum tahu, belum ada pemberitahuan," ujar Agung singkat.

Polres Metro Jaksel sebelumnya telah menjelaskan bahwa ke-8 tersangka akan terbagi atas tiga berkas terpisah. Berkas pertama atas nama Fitra Ramadhani (19), tersangka utama dalam kasus pembacokan yang berakibat hilangnya nyawa Alawy Yusianto Putra, siswa SMA Negeri 6 Jakarta.

Berkas kedua atas nama enam tersangka siswa SMA Negeri 70 atas dugaan pengeroyokan.

Sementara itu, berkas ketiga atas nama AD yang ditetapkan tersangka karena membantu pelarian Fitra.

Proses rekonstruksi kasus ini sudah dilakukan pada 12 Oktober lalu. Rekonstruksi berlangsung tertutup dan digelar di lantai 4 Mapolrestro Jaksel.

"Masih dalam proses pemberkasan, minggu ini kami rampungkan semua," ujar Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Hermawan.

Menurut Hermawan, panjangnya proses pemberkasan disebabkan bertambahnya enam tersangka dari siswa SMAN 70.

Karena itu, berkas dua tersangka yang telah ditetapkan lebih dahulu, FR dan AD, harus disesuaikan lagi dengan keterangan enam tersangka baru.

"Kan ada 6 tersangka tambahan, selain FR dan AD. Makanya ada keterangan tambahan yang harus disinkronkan," pungkas Hermawan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Calon Wali Kota Tangsel Muhamad Sakit, Rahayu Saraswati Kampanye Virtual Hari Ini

Calon Wali Kota Tangsel Muhamad Sakit, Rahayu Saraswati Kampanye Virtual Hari Ini

Megapolitan
Ahok Akan Cabut Laporan Kasus Pencemaran Nama Baiknya di Polda Metro Jaya

Ahok Akan Cabut Laporan Kasus Pencemaran Nama Baiknya di Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pusat Kuliner di Jagakarsa Sembunyikan Pembeli, Satpol PP Merasa Kecolongan

Pusat Kuliner di Jagakarsa Sembunyikan Pembeli, Satpol PP Merasa Kecolongan

Megapolitan
Dinsos Salurkan 198 Alat Bantu Fisik bagi Penyandang Disabilitas di DKI

Dinsos Salurkan 198 Alat Bantu Fisik bagi Penyandang Disabilitas di DKI

Megapolitan
Sering Didatangi Warga Selama PSBB, Taman Spot Budaya Dukuh Atas Dipasang Garis Pembatas

Sering Didatangi Warga Selama PSBB, Taman Spot Budaya Dukuh Atas Dipasang Garis Pembatas

Megapolitan
Pemprov DKI Sediakan 3 Tempat Isolasi Mandiri Baru untuk Pasien Covid-19

Pemprov DKI Sediakan 3 Tempat Isolasi Mandiri Baru untuk Pasien Covid-19

Megapolitan
Pencuri Kabel Bus Transjakarta Ditangkap

Pencuri Kabel Bus Transjakarta Ditangkap

Megapolitan
Dua Pekan PSBB, Landainya Kasus Aktif Covid-19 Tak Berbanding Lurus dengan Angka Penyebarannya

Dua Pekan PSBB, Landainya Kasus Aktif Covid-19 Tak Berbanding Lurus dengan Angka Penyebarannya

Megapolitan
Warga Jakarta Cari Hiburan ke Bekasi Selama PSBB, Wali Kota: Asal Protokol Kesehatan Dijaga

Warga Jakarta Cari Hiburan ke Bekasi Selama PSBB, Wali Kota: Asal Protokol Kesehatan Dijaga

Megapolitan
Polisi Buru Pebalap Liar yang Aksinya Tersebar di Media Sosial

Polisi Buru Pebalap Liar yang Aksinya Tersebar di Media Sosial

Megapolitan
Distribusi Bansos Tahap VII di Jakarta Timur Molor

Distribusi Bansos Tahap VII di Jakarta Timur Molor

Megapolitan
Mengenang 28 September 2016

Mengenang 28 September 2016

Megapolitan
Berulang Kali Langgar Protokol Kesehatan, Warnet dan 4 Kafe di Bekasi Disegel Tiga Hari

Berulang Kali Langgar Protokol Kesehatan, Warnet dan 4 Kafe di Bekasi Disegel Tiga Hari

Megapolitan
Terima Pengunjung Makan di Tempat, Pusat Kuliner di Jagakarsa Digerebek

Terima Pengunjung Makan di Tempat, Pusat Kuliner di Jagakarsa Digerebek

Megapolitan
Antisipasi Klaster Baru Covid-19, Gedung Sudin Dukcapil Jakarta Timur Disemprot Disinfektan

Antisipasi Klaster Baru Covid-19, Gedung Sudin Dukcapil Jakarta Timur Disemprot Disinfektan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X