Keributan BEM Nusantara, Mahasiswa Saling Lapor

Kompas.com - 23/10/2012, 20:45 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahasiswa yang terlibat tawuran saat pertemuan BEM Nusantara di Universitas Jayabaya, Senin (22/10/2012) malam, saling melapor. Sandi Rahmat Mandela (22), mahasiswa Universitas Trisakti, melapor ke Mapolrestro Metro Jakarta Timur.

Sementara dua mahasiswa dari Makassar, Basokalla (23) dan Ahmad Subarkah (20), juga melapor ke Polsektro Kramat Jati, Selasa (23/10/2012) pukul 04.00 WIB. Ketiga mahasiswa itu mengaku menjadi korban pengeroyokan pada waktu yang berbeda.

Pengeroyokan atas Sandi terjadi saat kericuhan di acara pertemuan BEM Nusantara di Universitas Jayabaya, Jakarta Timur, Senin petang. Sedangkan penganiayaan terhadap Basokalla dan Ahmad terjadi di Wisma Tanah Air di Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Berdasarkan penjelasan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, kisruh ini bermula saat BEM Nusantara mengadakan pertemuan di Universitas Jayabaya, Jakarta Timur, Senin (22/10/2012) pagi. Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswa membicarakan serangkaian agenda.

"Kemudian terjadi insiden yang berawal dari kesalahpahaman pada petang hari menjelang magrib. Beberapa mahasiswa ingin acara diteruskan, namun ada yang meminta acara berhenti sementara karena sudah maghrib," Rikwanto menguraikan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (23/10/12).

Perbedaan pendapat tersebut berujung pada keributan dan puncaknya terjadi pelemparan mikrofon. Ternyata diketahui bahwa yang melempar adalah anggota BEM dari Makassar, dan yang terkena lemparan adalah mahasiswa Trisakti.

Para mahasiswa kemudian mencoba mencari jalan keluar dengan meminta siapapun yang bertanggung jawab untuk meminta maaf secara terbuka. Namun, meskipun usulan ini belum mendapat tanggapan, mahasiswa asal Makassar sudah pulang ke Wisma Tanah Air yang menjadi tempat mereka menginap. Insiden susulan pun terjadi di wisma tersebut.

"Insiden di depan wisma itu sekitar 20 menit. Namun karena pertemuan selanjutnya tidak menghasikan kesepakatan, masing-masing pihak melapor ke polisi untuk meminta penyelesaian secara hukum," tukas Rikwanto.

Sementara menurut Kapolrestro Jakarta Timur Komisaris Besar Saidal Mursalin, pihaknya telah mengupayakan mediasi kepada mahasiswa yang bertikai. Meski demikian proses hukum kasus ini akan tetap berlanjut.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Mahasiswa Ditangkap Saat Demo di Istana Bogor

Sejumlah Mahasiswa Ditangkap Saat Demo di Istana Bogor

Megapolitan
30 Rumah di Jakarta Utara Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

30 Rumah di Jakarta Utara Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Megapolitan
6 RT di Jakarta Tergenang Setelah Hujan Deras Selasa Sore

6 RT di Jakarta Tergenang Setelah Hujan Deras Selasa Sore

Megapolitan
Kapolda Metro Jaya: Unjuk Rasa Hari Ini Berjalan Tertib

Kapolda Metro Jaya: Unjuk Rasa Hari Ini Berjalan Tertib

Megapolitan
Penindakan Bangunan di Bantaran Sungai di Jakarta Perlu Ketegasan Gubernur

Penindakan Bangunan di Bantaran Sungai di Jakarta Perlu Ketegasan Gubernur

Megapolitan
Ikut Demo di Istana Bogor, Seorang Remaja Ditarik Ibunya Pulang

Ikut Demo di Istana Bogor, Seorang Remaja Ditarik Ibunya Pulang

Megapolitan
Aktor Anjasmara Dipepet Penjambret di Jalan Sudirman Saat Bersepeda

Aktor Anjasmara Dipepet Penjambret di Jalan Sudirman Saat Bersepeda

Megapolitan
Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jakarta Sisakan 2,1 Ton Sampah

Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jakarta Sisakan 2,1 Ton Sampah

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Pengamat: Nasib Warga Terdampak Perlu Dipikirkan

Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Pengamat: Nasib Warga Terdampak Perlu Dipikirkan

Megapolitan
Muara Angke Banjir Rob Akibat Hujan Berhari-hari, Aktivitas Warga Terhambat

Muara Angke Banjir Rob Akibat Hujan Berhari-hari, Aktivitas Warga Terhambat

Megapolitan
Demo Tolak UU Cipta Kerja Tak Berujung Bentrok, Pangdam Jaya: Masyarakat yang Demo Luar Biasa

Demo Tolak UU Cipta Kerja Tak Berujung Bentrok, Pangdam Jaya: Masyarakat yang Demo Luar Biasa

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tertinggi Sejak Pandemi, Tingka Kesembuhan Covid-19 di Jakarta 84 Persen

UPDATE 20 Oktober: Tertinggi Sejak Pandemi, Tingka Kesembuhan Covid-19 di Jakarta 84 Persen

Megapolitan
Hari Terakhir PSBB Tangsel, Kasus Baru Covid-19 Tertinggi Selama Pandemi

Hari Terakhir PSBB Tangsel, Kasus Baru Covid-19 Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Kota Tangerang Punya Jalur Sepeda Sepanjang 20 Kilometer

Kota Tangerang Punya Jalur Sepeda Sepanjang 20 Kilometer

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bongkar Bangunan di Bantaran Kali, Pengamat: DPRD Perlu Cek ke Lapangan

Pemprov DKI Akan Bongkar Bangunan di Bantaran Kali, Pengamat: DPRD Perlu Cek ke Lapangan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X