Kompas.com - 06/12/2012, 03:44 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi perampokan yang menimpa seorang nasabah bank bernama Hans Harry Mulyadi (63) di rumahnya, Perumahan Tanah Baru, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (4/12/2012) siang, terjadi kurang dari lima menit. Korban menduga perampok telah merencanakan aksinya dengan sistematis.

Dalam wawancara dengan wartawan, Rabu (5/12/2012), korban menceritakan bahwa sebelum kejadian itu, ia sempat mengambil uang sebesar RP 50 juta di Bank BCA Cabang Curug, Kalimalang. Korban berangkat dari rumah sekitar pukul 09.30 menuju bank. Sampai di sana, korban menuju mesin anjungan tunai mandiri dan menarik uang sebanyak Rp 10 juta.

Karena belum cukup mengambil uang untuk tukang yang merenovasi rumahnya sebesar Rp 50 juta, korban kemudian kembali mengambil uang tunai. Kali ini korban mendatangi kantor bank dan mengambil uang Rp 40 juta melalui teller.

Semua uang itu ia masukkan ke dalam dua amplop coklat dan kemudian disimpan dalam tas selempang yang sudah ia bawa dari rumah. Menurut korban, saat itu kondisi bank BCA Cabang Curug Kalimalang sedang ramai sehingga ia harus mengantre selama 30 menit untuk sampai di depan teller.

"Saya enggak lihat orang yang mencurigakan, cuma pantau CCTV. Jadi, saya merasa aman karena bank juga memiliki ruang yang luas," kata Harry.

Saat dirinya hendak melakukan perjalanan pulang ke rumah, korban sempat membeli rokok dan menyalakan satu batang rokok. Tanpa berprasangka negatif, ia langsung memasuki mobil yang diparkir di samping bank dan pulang.

Dalam perjalanan, korban melewati Kalimalang melalui Jalan Raden Inten I, Jalan Raden Inten II, lalu Buaran selama sekitar 30 menit. Saat sampai di rumah, sekitar pukul 12.30, korban langsung memarkir kendaraannya di depan rumah. Tiba-tiba muncul dua sepeda motor yang masing-masing membawa satu orang penumpang dari gang sebelah kanan rumahnya. Salah satu motor berhenti di ujung gang dan pengendara motor lain menghampirinya.

"Saat itu yang saya lihat pelaku enggak pakai helm, tapi pakai kupluk (kopiah) gelap. Yang bawa pistol usia pelaku sekitar 40 tahun dengan postur tinggi tegap. Suami saya sempat panggil tukang, tapi tukang enggak ada karena lagi istirahat," kata Ati, istri korban.

Saat berhadapan dengan perampok, sempat terjadi tarik-menarik tas antara korban dan pelaku hingga tali tas putus. Pelaku kemudian menghentikan aksinya, tetapi kemudian justru menodongkan pistol ke arah korban. "Warga yang lihat enggak berani nolong," tutur Ati.

Ati menduga pistol yang dibawa pelaku kemungkinan adalah air softgun karena pelaku hanya menodongkannya tanpa berani melepaskan tembakan. Pelaku juga tak menembakkan senjata tersebut ketika salah satu warga memberanikan diri mengejar mereka dengan cara menumpang sepeda motor yang tengah melintas di kawasan itu. Sayangnya, upaya warga mengejar pelaku gagal karena mereka kehilangan jejak di Jalan Raden Inten I, sementara pelaku menuju ke arah Perumnas.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka sayat di tangan kiri dan mendapatkan enam jahitan di RS Duren Sawit. Sikut korban juga terluka karena jatuh tersungkur sehingga mendapatkan tiga jahitan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X