Jokowi: Jangan Kaget kalau Saya Angkut Sampah

Kompas.com - 29/12/2012, 05:16 WIB
Penulis Imanuel More
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta berupaya memberikan paradigma berbeda terkait tugas pelayanan yang diemban aparat pemerintahan. Untuk memacu semangat bawahannya, dia menyatakan siap memulai dengan contoh-contoh konkret yang dianggap pekerjaan rendahan.

"Kalau saya masih lihat ada sampah-sampah seperti tadi di gambar, jangan kaget kalau nanti saya bawa truk sendiri, saya bersihkan sendiri, saya angkut sendiri ke truk," kata Jokowi di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2012).

Di hadapan jajaran pejabat se-Kota Jakarta Selatan, Jokowi menampilkan di layar foto-foto yang diambilnya saat berkeliling wilayah Jakarta Selatan. Foto-foto tersebut menampilkan berbagai coretan di tembok-tembok kota pada lokasi-lokasi penting, seperti di Pancoran, flyover Kebayoran Baru, flyover Jalan Saharjo, dan di Manggarai. Ia juga menunjukkan foto-foto pedagang kaki lima yang menyalahgunakan lahan publik, lokasi-lokasi tempat pembuangan sampah, hingga lokasi-lokasi parkir liar dan taman-taman kota yang gersang.

"Saya kalau keliling-keliling sambil bawa kamera. Semua yang tidak beres saya potret. Jadi, jangan sampai harus saya tunjukkan fotonya baru diberesin," kata Jokowi mengingatkan.

Jokowi menjelaskan, sebagai aparat, tugas mereka adalah melayani masyarakat dan menyelesaikan masalah-masalah yang timbul. Untuk itu, tidak ada pekerjaan yang bisa dianggap hina jika dilakukan pejabat pemerintahan.

"Saya masuk ke dalam gorong-gorong, saya lihat sendiri kondisinya, jadi tahu masalahnya apa. Apa tak boleh gubernur masuk gorong-gorong?" tanya Jokowi.

Suku Dinas Kebersihan dan Suku Dinas Pertamanan adalah dua jawatan yang secara khusus disentil Jokowi dalam kunjungannya. Sudin Kebersihan disoroti terkait banyaknya lokasi pembuangan sampah di tempat yang tidak seharusnya. Salah satu yang diabadikan kamera Jokowi adalah lokasi pembuangan sampah di kolong flyover Saharjo, Tebet, dan di dekat lampu lalu lintas Manggarai.

"Nanti saya foto pas lagi angkut sampah, lalu foto itu saya kirim ke sudin-nya. Jangan kaget nanti kalau sudin-nya juga ikutan 'bersih' (dicopot)," kata Jokowi.

Taman-taman kota di wilayah Jakarta Selatan pun dinilainya gersang. Selain itu, taman pun banyak diterobos PKL, bahkan disalahgunakan untuk jadi tempat peternakan ayam, seperti yang terjadi di Manggarai. Jokowi menegur Sudin Pertamanan Jakarta Selatan yang dinilainya mengisi taman kota dengan tanaman-tanaman murahan. Padahal, anggaran yang tersedia mampu membeli jenis tanaman yang berkualitas.

"Untuk taman, kiranya ditanam dengan tanaman yang bernilai estetika tinggi. Jangan semuanya bakung saja yang harganya cuma 300 perak. Cari tanaman yang berkualitas, yang harganya Rp 500.000-Rp 600.000 pun kami bisa beli," kritik Jokowi.

Dia mengingatkan, semua yang telah ia sampaikan akan ia cek kembali. Sebab, semua yang disampaikan segera dicatat. Oleh karena itu, mantan Wali Kota Surakarta ini meminta semua yang diingatkan segera dilaksanakan. "Jangan berpikir 'Oh nanti pasti dia lupa'. Saya enggak akan lupa karena langsung saya catat. Semuanya akan saya cek lagi pada waktunya," kata Jokowi.

Berita terkait, baca:

100 HARI JOKOWI-BASUKI

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

    Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

    Megapolitan
    Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

    Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

    Megapolitan
    Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

    Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

    Megapolitan
    Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

    Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

    Megapolitan
    Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

    Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

    Megapolitan
    Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

    Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

    Megapolitan
    Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

    Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

    Megapolitan
    Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

    Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

    Megapolitan
    Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

    Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

    Megapolitan
    Polisi: 4 Perampok Warteg di Pesanggrahan Berpencar karena Viral di Media Sosial

    Polisi: 4 Perampok Warteg di Pesanggrahan Berpencar karena Viral di Media Sosial

    Megapolitan
    Siap Jadi Wagub DKI, Nurmansjah Lubis: Pindahkan Bully-nya Bang Anies ke Ane

    Siap Jadi Wagub DKI, Nurmansjah Lubis: Pindahkan Bully-nya Bang Anies ke Ane

    Megapolitan
    Meriahkan Imlek 2571, Bandara Soetta Bagi-bagi Angpau sampai Akhir Bulan

    Meriahkan Imlek 2571, Bandara Soetta Bagi-bagi Angpau sampai Akhir Bulan

    Megapolitan
    Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Diperkirakan Kering Nanti Malam

    Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Diperkirakan Kering Nanti Malam

    Megapolitan
    Cawagub DKI Riza Patria: Tidak Ada Lobi Khusus kepada Anggota DPRD

    Cawagub DKI Riza Patria: Tidak Ada Lobi Khusus kepada Anggota DPRD

    Megapolitan
    Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Tersisa 1 Meter

    Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Tersisa 1 Meter

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X