Kompas.com - 14/01/2013, 13:27 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Jakarta Selatan telah memeriksa sejumlah saksi peristiwa kecelakaan kerja akibat patahnya crane proyek pembangunan apartemen Green Lake View, Ciputat, Tangerang Selatan.

"Saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik Polres Jakarta Selatan ada empat orang," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Polisi Aswin, Senin (14/1/2013).

Sejumlah orang yang diperiksa itu, lanjut Aswin, adalah kepala mekanik berinisial B, operator berinisial H, kemudian seorang saksi berinisial HH, dan kepala perusahaan berinisial AG. Aswin mengatakan, polisi juga turut memanggil P, manajer operasional perusahaan.

"Sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Semua masih dalam penyelidikan, dan penyelidik akan melakukan penyelidikan yang mendalam terkait itu," ujar Aswin.

Ia mengatakan apabila pihak yang bertanggung jawab dalam insiden itu dan terbukti bersalah atau lalai sehingga menyebabkan adanya kecelakaan tersebut, polisi bisa menjerat dengan Pasal 359 KUHP tentang kesalahan (kelalaian) yang menyebabkan orang lain meninggal dunia dan juga akan diterapkan juga pasal tentang ketenagakerjaan.

Saat ini, Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Polri juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi crane yang patah tersebut.

"Untuk di TKP informasinya sedang dilakukan pemeriksaan TKP oleh Puslabfor Polri. TKP ditutup dengan police line dan dilakukan olah TKP," tutup Aswin.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga pekerja proyek pembangunan apartemen Green Lake View, Jalan Dewi Sartika RT 02 RW 09, Ciputat, Tangerang Selatan, tewas akibat tertimpa tower crane yang patah, Minggu (13/1/2013) sekitar pukul 15.30 WIB.

Tiga korban tewas bernama Jalil (45), Leman (50), dan Yoto (30). Satu orang korban luka bernama Wanto (25) masih dalam perawatan di Rumah Sakit Sari Asih.

Saat evakuasi jenazah kemarin, petugas gabungan yang terlibat sempat kesulitan memindahkan para korban tewas. Medan yang berat menjadi salah satu penghambat. Besi-besi tajam dan kayu, serta hujan yang terus turun sempat membuat evakuasi berlangsung hingga malam.

Petugas juga mesti waspada terhadap kondisi crane yang dalam posisi melengkung serta membahayakan apabila berada di dekat lokasi. Atas insiden tersebut, pihak Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan kemudian mengambil alih menangani kasus itu.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.