Kompas.com - 21/01/2013, 14:41 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Akibat hujan yang terus menerus mengguyur Ibu Kota beberapa waktu lalu, plafon satu kelas di SDN 20 Kramat Jati, Jakarta Timur, ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa atas musibah itu. Kerusakan plafon tersebut pun langsung diperbaiki untuk menunjang kegiatan belajar mengajar para murid.

Kepala Seksi Pendidikan Dasar Kecamatan Kramat Jati Supriyadi mengatakan, musibah tersebut terjadi pada Jumat (18/1/2013) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, saat wilayah Ibu Kota diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi itu menyebabkan kebocoran di bagian atap hingga air membasahi plafon ruang belajar.

"Eternit terbuat dari gypsum di ruang belajar Kelas 6 yang rubuh. Hanya satu kelas yang rubuh. Kalau dilihat kondisinya basah, itu yang kita duga menjadi penyebabnya," ujar Supriyadi kepada Kompas.com, Senin (21/1/2013).

Pada hari saat plafon itu ambruk, area halaman sekolah serta jalanan di depan sekolah banjir setinggi 30 cm hingga 40 cm. Namun, banjir tidak ikut menggenangi ruangan lokal belajar di sekolah itu karena memiliki ketinggian yang lebih dari jalanan.

Atas kondisi itu, sebanyak 97 siswa di SDN 20 pun diliburkan hingga akses sekolah dapat dilalui. Oleh sebab itu, Supriyadi juga mengklarifikasi bahwa ditiadakannya kegiatan belajar mengajar para murid ke sekolah bukan karena ambruknya plafon di ruangan belajar seluas 7x8 meter itu, melainkan terputusnya akses menuju sekolah sehingga tak bisa dilewati.

"Setelah malam kejadian, paginya kita langsung koordinasi dengan Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur dan Sarana dan Prasarana Pendidikan, saat itu juga diperbaiki," terangnya.

Supriyadi menjelaskan, SDN 20 Kramat Jati tersebut sebenarnya sudah direhabilitasi sejak pertengahan Oktober 2012 yang selesai pada Desember 2012. Ambruknya plafon satu kelas di sekolah tersebut pun tidak dibebankan oleh Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur, melainkan oleh pemborong rehabilitasi tersebut.

"Karena kan sekarang masuknya masa pemeliharaan, jadi kita instruksikan kepada pemborong untuk segera memperbaikinya," ujarnya.

Kini, perbaikan plafon tersebut telah selesai dilakukan pemborong. Ruangan belajar tersebut juga telah digunakan para siswa untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di hari pertama para siswa masuk sekolah usai dihantam banjir beberapa hari sebelumnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.