Rasyid Bantah Mengaku Bersalah

Kompas.com - 21/02/2013, 13:06 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Rasyid Rajasa membantah bahwa setelah insiden kecelakaan dirinya mengatakan bersalah. Hal itu dikatakannya saat menanggapi kesaksian petugas Jasa Marga, Unggul Budiharjo.

"Saya tidak ngomong saya bersalah, saya hanya bilang saya bertanggung jawab," ujar Rasyid saat diberi kesempatan hakim menanggapi saksi dari Jasa Marga, Kamis (21/2/2013) siang.

Unggul Budiharjo adalah salah seorang petugas patroli Jasa Marga yang ada di lokasi kecelakaan. Saat ditanya ketua majelis hakim, J Soeharjono, tentang apakah saksi melihat Rasyid di lokasi, ia mengaku melihatnya di sebelah kanan mobil BMW X5 tampak berkomunikasi dengan orang lain.

"Saya lihat beliau ngobrol dengan seseorang. (Terdakwa bilang) saya memang salah dan saya bertanggung jawab," ujar Unggul.

Selain keberatan atas hal tersebut, putra Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Hatta Rajasa tersebut juga menegaskan tiga keberatan lainnya atas keterangan saksi mata. Pertama, Rasyid keberatan atas keterangan saksi yang mengatakan mobil BMW X5 rusak berat. Kedua, Rasyid juga keberatan atas keterangan Budi dalam BAP.

Menurut dia, saksi tidak terlibat langsung dalam kecelakaan tersebut. "Keberatan ketiga, saya keberatan atas keterangan saksi, ada mobil yang mendorong mobil ke jalur empat. Tidak ada itu," tuturnya.

Hingga pukul 12.35, sudah empat saksi yang didengar keterangannya, yakni petugas Jasa Marga, Unggul Budiharjo; saksi mata di lapangan, Rangga Ikta Nugraha; saksi ketiga dari Polres Jakarta Utara yang kebetulan melintas di lokasi, Ipda Heri Wibiantoro; sementara saksi keempat Ipda Suhadi, rekan Heri, masih memberikan kesaksiannya dalam persidangan.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

    Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

    Megapolitan
    Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

    Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

    Megapolitan
    Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

    Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

    Megapolitan
    Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

    Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

    Megapolitan
    Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

    Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

    Megapolitan
    Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

    Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

    Megapolitan
    Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

    Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

    Megapolitan
    Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

    Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

    Megapolitan
    Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

    Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

    Megapolitan
    Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

    Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

    Megapolitan
    Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

    Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

    Megapolitan
    Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

    Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

    Megapolitan
    PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

    PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

    Megapolitan
    Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

    Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

    Megapolitan
    Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

    Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X