Kompas.com - 09/04/2013, 12:17 WIB
|
EditorRusdi Amral

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi menangkap empat pelaku kekerasan, anggota ormas FBR. Mereka bersama tiga temannya yang buron membacok dua warga di depan Toko Alfamidi, Rempoa, Tangerang Selatan.

Keempat orang tersebut adalah LA alias Lutfi (21), APK (16), YN alias Beta (21), dan G alias B (24). Yang buron R, I, dan C.  "Tersangka ditangkap anggota Subdit Resmob pada Minggu lalu. Semuanya anggota FBR Gardu 0176 Gandaria, Jakarta Selatan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Selasa (9/4/2013) siang.

Ia menambahkan, pelaku mengeroyok dan membacok korban karena menduga korban adalah anggota ormas Pemuda Pancasila. Peristiwanya terjadi pada Selasa, 26 Maret 2013. "Seorang tersangka mengaku, pada saat melintas, ada yang berteriak 'Pancasila'. Dia menilai yang berteriak itu anggota PP. Pelaku dendam lalu pergi dan kembali mengajak teman-temannya melakukan kekerasan di lokasi kejadian," jelasnya.

Rikwanto juga menegaskan, aksi kekerasan yang terjadi di Jalan Muchtar Raya, Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Minggu (31/3/2013) malam, juga berkaitan dengan kasus kekerasan yang terjadi di Rempoa. Pada peristiwa terakhir, empat warga setempat menjadi korban pembacokan.

"Dugaan kuat, kasus kekerasan di Pesanggrahan ini adalah aksi balas dendam dari kelompok lawan anggota FBR yang ditangkap itu. Saat ini kami masih mengejar para pelaku," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.