Batalkan Pinjaman dari Bank Dunia, Basuki Tunggu Menteri PU

Kompas.com - 06/05/2013, 14:19 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI menunggu keputusan Kementerian Pekerjaan Umum untuk membatalkan pinjaman Bank Dunia untuk Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) atau program pengerukan saluran, sungai, dan waduk. Menurut Basuki Tjahaja Purnama, tugas Pemprov DKI hanya untuk menulis dan mengirimkan surat pengajuan penghentian pinjaman.

"Tergantung Menteri PU. Kita hanya menulis surat permohonan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balaikota Jakarta, Senin (6/5/2013).

Basuki mengatakan kalau Pemprov DKI telah membuat dan mengurus surat pengajuan penghentian pinjaman kepada Kementerian PU dan berjanji akan dikirim secepatnya. Klausul perjanjian yang ditetapkan Bank Dunia dinilai telah memberatkan Pemprov DKI.

Dalam surat penghentian pinjaman itu, kata dia, DKI akan meminta Bank Dunia untuk meringankan syarat yang diajukan oleh Bank Dunia. DKI pun akan mengerjakan proyek tersebut dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI.

Sebelumnya, Pemprov DKI menilai dua klausul yang ditetapkan Bank Dunia memberatkan pelaksanaan proyek JEDI. Klausul pertama menyangkut waktu penyelesaian pengerukan 13 sungai yang ditetapkan selama lima tahun. Klausul kedua menyebutkan bahwa Pemprov DKI menjamin hak-hak warga di bantaran kali yang bakal digusur dengan pemberian ganti rugi berupa uang.

Proyek JEDI yang dirintis oleh gubernur sebelumnya, Fauzi Bowo atau Foke, diperkirakan menelan anggaran sebesar 190 juta dollar AS. Bank Dunia memberikan pinjaman lunak kepada Pemerintah Indonesia sebesar 139 juta dollar AS. Sisanya sebesar 51 juta dollar AS akan dibebankan dari APBN dan APBD DKI.

Kementerian PU juga telah memastikan bahwa pengerjaan fisik pengerukan 11 sungai dan empat waduk di Jakarta dimulai dengan pengadaan tender fisik internasional. Tender fisik akan dimulai dengan tahap prakualifikasi dan tahap tender untuk tujuh paket kegiatan pengerukan.

Proses tender berlangsung terbuka bagi semua kontraktor. Adapun kontraktor asing yang berkeinginan mengikuti proses tender diwajibkan membentuk joint venture bersama kontraktor asal Indonesia.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kasudin LH Jaktim Imbau Masyarakat Manfaatkan Bank Sampah

    Kasudin LH Jaktim Imbau Masyarakat Manfaatkan Bank Sampah

    Megapolitan
    RSD Wisma Atlet Rawat 3.339 Pasien Covid-19, Mayoritas Orang Bergejala

    RSD Wisma Atlet Rawat 3.339 Pasien Covid-19, Mayoritas Orang Bergejala

    Megapolitan
    Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Pemkot Tangsel Tambah Kerja Sama RS Swasta

    Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Pemkot Tangsel Tambah Kerja Sama RS Swasta

    Megapolitan
    Kebakaran Terjadi di SPBU MT Haryono Pancoran

    Kebakaran Terjadi di SPBU MT Haryono Pancoran

    Megapolitan
    Kegiatan Anies Sepekan Terakhir, Bertemu Kapolda Metro Jaya hingga Hadiri Acara di Hotel Borobudur

    Kegiatan Anies Sepekan Terakhir, Bertemu Kapolda Metro Jaya hingga Hadiri Acara di Hotel Borobudur

    Megapolitan
    Penembakan Mahasiswa Halu Oleo, Vonis Brigadir AM Dijadwal Hari Ini

    Penembakan Mahasiswa Halu Oleo, Vonis Brigadir AM Dijadwal Hari Ini

    Megapolitan
    Jasad Pria Ditemukan di Dekat Rel, Diduga Korban Tertabrak Kereta

    Jasad Pria Ditemukan di Dekat Rel, Diduga Korban Tertabrak Kereta

    Megapolitan
    Positif Covid-19, Anies Minta Doa Masyarakat Jakarta

    Positif Covid-19, Anies Minta Doa Masyarakat Jakarta

    Megapolitan
    Anies dan Riza Patria Positif Covid-19, Bagaimana Roda Pemerintahan di Jakarta?

    Anies dan Riza Patria Positif Covid-19, Bagaimana Roda Pemerintahan di Jakarta?

    Megapolitan
    Sejumlah Wilayah di Jaksel Padam Listrik, Lampu Merah Pertigaan Kalibata Tidak Berfungsi

    Sejumlah Wilayah di Jaksel Padam Listrik, Lampu Merah Pertigaan Kalibata Tidak Berfungsi

    Megapolitan
    Positif Covid-19, Anies Mengaku Tanpa Gejala

    Positif Covid-19, Anies Mengaku Tanpa Gejala

    Megapolitan
    Terpapar Covid-19, Anies Tetap Akan Pimpin Rapat Virtual

    Terpapar Covid-19, Anies Tetap Akan Pimpin Rapat Virtual

    Megapolitan
    Anies dan Riza Positif Covid-19, Kantor Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Ditutup

    Anies dan Riza Positif Covid-19, Kantor Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Ditutup

    Megapolitan
    Jumlah RW Zona Merah Covid-19 di Jakarta Bertambah, Kini Jadi 21

    Jumlah RW Zona Merah Covid-19 di Jakarta Bertambah, Kini Jadi 21

    Megapolitan
    Kronologi Anies Tertular Covid-19 dari Wagub DKI

    Kronologi Anies Tertular Covid-19 dari Wagub DKI

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X