Soal JEDI, Jokowi Pilih APBD ketimbang World Bank

Kompas.com - 09/05/2013, 11:25 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memastikan proyek normalisasi 13 sungai di DKI atau Jakarta Emergency Dredging Inisiative (JEDI) tetap dilaksanakan. Setelah sempat mempertimbangkan tentang kemungkinan meminjam dana kepada World Bank, Jokowi pun kini memastikan dana diusahakan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Ya, kalau memang terpaksa harus APBD ya APBD," ujar Jokowi di Gedung Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2013).

Meski demikian, Jokowi mengakui tidak mudah mencairkan dana yang diperkirakan mencapai 190 juta dollar AS tersebut dari APBD. Jokowi pun akan melakukan pendekatan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI terlebih dahulu untuk memuluskan rencana program itu.

"Kita kan harus melakukan budgeting dulu sama dewan, aturannya memang begitu," ujarnya.

Jokowi melanjutkan, tak hanya dengan wakil rakyat di Ibu Kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun harus mengoordinasikan rencana program itu ke Kementerian Pekerjaan Umum. Mantan Wali Kota Surakarta itu mengaku ingin menyampaikan ganjalan rencana program kepada kementerian terlebih dahulu sebelum bekerja.

"Ya, biasalah, masalah administrasi, pelaksanaan lapangan. Itu saja sih masalah intinya," ujarnya.

Proyek JEDI merupakan upaya pengendalian banjir melalui normalisasi sebanyak 13 sungai d DKI Jakarta. Proyek tersebut adalah warisan dari mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo.

Realisasi proyek yang mulai digagas sejak tahun 2008 tersebut dilakukan secara bertahap dan dibagi dalam tujuh paket pengerjaan. Sesuai rencana, dari tujuh paket, tiga paket dikerjakan Pemprov DKI, dua paket dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), dan dua lainnya oleh Cipta Karya melalui bantuan dana World Bank. Setelah sempat terpendam, proyek yang tak kunjung dikerjakan oleh gubernur era Foke itu pun diwacanakan dilanjutkan kembali oleh Gubernur Jokowi dan Wakil Gubernur Basuki.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

    UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

    Megapolitan
    Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

    Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

    Megapolitan
    Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

    Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

    Megapolitan
    Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

    Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

    Megapolitan
    Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

    Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

    Megapolitan
    UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

    UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

    Megapolitan
    Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

    Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

    Megapolitan
    UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

    UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

    Megapolitan
    Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

    Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

    Megapolitan
    Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

    Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

    Megapolitan
    Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

    Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

    Megapolitan
    Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

    Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

    Megapolitan
    Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

    Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

    Megapolitan
    UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

    UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

    Megapolitan
    Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

    Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X