Dikira Bunuh Diri, Ternyata Dibunuh Rekan Kerja

Kompas.com - 04/06/2013, 16:08 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Kematian Dahwan (43) pada Minggu (2/6/2013) ternyata bukan bunuh diri seperti yang dikira. Juru masak di rumah makan Gudeg Bu Juminten, Ciputat Baru, Tangerang Selatan, itu ternyata tewas dibunuh oleh empat orang temannya sesama karyawan di rumah makan tersebut. Para pelaku adalah DW (21), S (21), UM (24), dan US (18), yang merupakan karyawan baru.

"Korban adalah karyawan lama yang bekerja sebagai juru masak. Telah bekerja selama 17 tahun di tempat tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (4/6/2013).

Rikwanto menjelaskan, ide membunuh Dahwan awalnya datang dari DW. DW adalah satu-satunya wanita dari empat tersangka yang lain.

Diduga ada konflik terkait pekerjaan dan ketidaksukaan terhadap Dahwan, DW mengajak ketiga rekannya untuk menghabisinya. Para tersangka membagi peran dalam pembunuhan yang dilakukan di dapur DW yang menusuk, sedangkan yang lain ada yang membekap serta memegang kaki dan tangan korban.


"Korban dipangggil ke dapur, begitu korban masuk, langsung dibekap dan ditusuk," ungkap Rikwanto.

Setelah itu, lanjut Rikwanto, Dahwan yang sekarat dibawa ke kamar mandi. Para tersangka kemudian meninggalkannya. "Tapi DW masuk lagi dan menusuk kembali korban hingga enam kali tusukan," kata Rikwanto.

Setelah itu, para tersangka mencuci noda darah yang terdapat di tangan dan baju mereka. Kemudian, mereka merencanakan situasi agar Dahwan terlihat bunuh diri.

"Dari mereka ada yang berteriak, ada yang bunuh diri di kamar mandi, sehingga karyawan yang lain akhirnya berkumpul," tutur Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Toni Hermanto.

Dari penyelidikan, kata Toni, polisi menemukan sejumlah kejanggalan, yaitu tusukan yang bertubi-tubi di dada dan leher Dahwan. Luka tusukan itu terdapat lima di dada dan dua di leher.

"Ada hal yang tidak wajar dalam luka orang bunuh diri. Kemudian dilakukan penggalian terhadap makam jenazah di Jogja dan dari hasil visum bukan bunuh diri," jelas Toni.

Polisi kemudian melakukan scientific identification dan diringkuslah keempat tersangka pada Jumat (31/5/2013). Salah satu tersangka yang juga otak pembunuhan, yaitu DW, saat ini menderita depresi berat dan harus dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Para tersangka akan dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Formula E 2020 Jakarta, Ancang-ancang Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032?

Formula E 2020 Jakarta, Ancang-ancang Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032?

Megapolitan
Gebrak Meja, Ketua DPRD DKI Memarahi Kadisbud soal Rekomendasi Penyelenggaran Formula E di Monas Dirahasiakan

Gebrak Meja, Ketua DPRD DKI Memarahi Kadisbud soal Rekomendasi Penyelenggaran Formula E di Monas Dirahasiakan

Megapolitan
Tak Ditahan, Pemukul Kucing hingga Mati Jalani Wajib Lapor

Tak Ditahan, Pemukul Kucing hingga Mati Jalani Wajib Lapor

Megapolitan
Jika Revitalisasi TIM Dimoratorium, Jakpro Khawatir Lukisan Mahal Seniman Terbengkalai

Jika Revitalisasi TIM Dimoratorium, Jakpro Khawatir Lukisan Mahal Seniman Terbengkalai

Megapolitan
Formula E 2020 Jakarta: Lapangan Monas Diaspal untuk Trek Balap, Nanti Dikupas Lagi

Formula E 2020 Jakarta: Lapangan Monas Diaspal untuk Trek Balap, Nanti Dikupas Lagi

Megapolitan
Hasil Autopsi Jenazah Anak Karen Idol Akan Keluar 2 Minggu Lagi

Hasil Autopsi Jenazah Anak Karen Idol Akan Keluar 2 Minggu Lagi

Megapolitan
Gelontorkan Rp 1 Triliun Lebih, Jakarta Bakal Jadi Tuan Rumah Formula E hingga 2024

Gelontorkan Rp 1 Triliun Lebih, Jakarta Bakal Jadi Tuan Rumah Formula E hingga 2024

Megapolitan
Jubir: Formula E Ingin Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan

Jubir: Formula E Ingin Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan

Megapolitan
Tiga Penumpang KRL Jadi Korban Pelemparan Batu

Tiga Penumpang KRL Jadi Korban Pelemparan Batu

Megapolitan
Polisi Musnahkan Narkoba Senilai Rp 1 Triliun

Polisi Musnahkan Narkoba Senilai Rp 1 Triliun

Megapolitan
Rahasiakan Rekomendasi Formula E di Monas, Kadisbud DKI Dicecar DPRD

Rahasiakan Rekomendasi Formula E di Monas, Kadisbud DKI Dicecar DPRD

Megapolitan
Wakil Wali Kota Bekasi Lebih Sreg Tiap Sekolah Pasang CCTV daripada Guru Menginap Antisipasi Maling

Wakil Wali Kota Bekasi Lebih Sreg Tiap Sekolah Pasang CCTV daripada Guru Menginap Antisipasi Maling

Megapolitan
Mobil Rubicon Sitaan dari Koruptor Terjual Rp 682 Juta Saat Lelang

Mobil Rubicon Sitaan dari Koruptor Terjual Rp 682 Juta Saat Lelang

Megapolitan
Begini Cara Membuat Kartu Kuning Pencari Kerja

Begini Cara Membuat Kartu Kuning Pencari Kerja

Megapolitan
Lucinta Luna Konsumsi Narkoba karena Depresi, Polisi: Alasan Klasik

Lucinta Luna Konsumsi Narkoba karena Depresi, Polisi: Alasan Klasik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X