Anomali Cuaca, Normalisasi, dan Perusakan Jalan Beriringan

Kompas.com - 14/06/2013, 03:33 WIB
Editor

Aktivis pelestari sungai meminta pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat luas melihat masalah secara utuh. Warga yang membangun rumah di sempadan sungai, bahkan sebagian berdiri di atas sungai, tidak hanya memunculkan potensi bencana bagi dirinya, tetapi juga orang lain.

Dilihat dari posisi ini, pemerintah seharusnya mudah menentukan posisi untuk menelurkan kebijakan yang melindungi hak asasi masyarakat.

Pola pikir serupa, kata Abdul, bisa diterapkan dalam melihat kasus kawasan hulu Puncak, Bogor, yang terus beralih fungsi menjadi tempat wisata, vila/hotel, dan perkebunan.

Secara beriringan, harus berlaku kebijakan dan ketentuan tegas soal pengelolaan sampah dari kawasan hulu hingga hilir Jakarta.

Akan tetapi, harapan dua aktivis penyelamat sungai itu terbentur kenyataan. Sampai Kamis, sampah dalam jumlah tak terhingga mengapung terbawa arus Ciliwung. Beberapa warga terang-terangan melemparkan bungkusan plastik berisi sampah saat alat berat mengeruk pinggiran kali di Bukit Duri. (NELI TRIANA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.