Kompas.com - 01/07/2013, 16:00 WIB
Novi Amelia, pengemudi Honda Jazz yang menabrak tujuh orang di Jakarta Barata, berbicara kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di FX Senayan, Jakarta Pusat, Senin (12/11). Novi didampingi kuasa hukumnya, Cris Sam Sewu dan keluarga memaparkan kronologis kejadian dan latar belakang Novi. BERITA KOTA/ANGGA BNNovi Amelia, pengemudi Honda Jazz yang menabrak tujuh orang di Jakarta Barata, berbicara kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di FX Senayan, Jakarta Pusat, Senin (12/11). Novi didampingi kuasa hukumnya, Cris Sam Sewu dan keluarga memaparkan kronologis kejadian dan latar belakang Novi.
EditorAna Shofiana Syatiri


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan Kompol Kus Subiantoro mengatakan, saat diperiksa unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Selatan, polisi menemukan bercak darah di tangan Novi.

"Kami temukan ada darah sedikit di tangannya, kami masih selidiki itu karena apa," terang Subiantoro di Polres Jaksel, Senin (1/7/2013).

Selain itu, mengenai Novi yang dibawa ke RS Polri, Subiantoro mengatakan bahwa Novi dibawa untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan terkait penggunaan narkoba.

"Kami masih selidiki apakah (dia pakai) narkoba atau tidak. Ditunggu saja hasil tes urine-nya. Proses selanjutnya kita lihat penyidikannya," ungkap Subiantoro.

Subiantoro menuturkan, saat ini tukang ojek berinisial ABD, yang diminta Novi untuk mengantar ke salah satu rumah temannya, itu masih menjalani pemeriksaan.

Novi dibawa oleh tukang ojek dan diamankan ke Polres Jaksel lantaran bertingkah aneh, yakni membuang tas tangan yang dibawanya saat naik ojek dari Mampang, Jakarta Selatan, ke jalan raya saat hendak menuju ke rumah temannya. Saat diamankan ke Polres Jaksel, Novi memberontak dan berteriak-teriak.

"Karena kondisinya dia masih kacau, mungkin dia depresi ada masalah dengan keluarganya. Bukan hanya dites urine tapi juga dites kejiwaan," kata Subiantoro.

Subiantoro juga menjelaskan, Novi tidak akan ditahan lantaran masih perlu dicek di rumah sakit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Sumber Warta Kota
    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Daftar 32 RS Rujukan Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

    Daftar 32 RS Rujukan Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

    Megapolitan
    BOR Capai 11,4 Persen, Wali Kota Tangerang: Minggu Kemarin Masih 5 Persen

    BOR Capai 11,4 Persen, Wali Kota Tangerang: Minggu Kemarin Masih 5 Persen

    Megapolitan
    Menahan Tangis, Anak Kakek 89 Tahun yang Dikeroyok: Saya Tak Terima Papa Meninggal Mengenaskan

    Menahan Tangis, Anak Kakek 89 Tahun yang Dikeroyok: Saya Tak Terima Papa Meninggal Mengenaskan

    Megapolitan
    UPDATE 24 Januari: 1.993 Kasus Baru, Pasien Aktif Covid-19 di Jakarta Capai 10.488

    UPDATE 24 Januari: 1.993 Kasus Baru, Pasien Aktif Covid-19 di Jakarta Capai 10.488

    Megapolitan
    Sedang Beraksi, Pencuri Modus Ganjal ATM Diciduk Satpam SPBU di Depok

    Sedang Beraksi, Pencuri Modus Ganjal ATM Diciduk Satpam SPBU di Depok

    Megapolitan
    Keluarga Duga Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Tidak Spontan

    Keluarga Duga Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Tidak Spontan

    Megapolitan
    Masyarakat Umum Bisa Disuntik Vaksin Booster di Kota Tangerang, Lansia Tetap Jadi Target Utama

    Masyarakat Umum Bisa Disuntik Vaksin Booster di Kota Tangerang, Lansia Tetap Jadi Target Utama

    Megapolitan
    Sopir Taksi Tewas Gantung Diri di Kalideres, Diduga akibat Masalah Rumah Tangga

    Sopir Taksi Tewas Gantung Diri di Kalideres, Diduga akibat Masalah Rumah Tangga

    Megapolitan
    14 Komunitas Akan Ikut 'Street Race' di Kabupaten Bekasi

    14 Komunitas Akan Ikut "Street Race" di Kabupaten Bekasi

    Megapolitan
    Polda Metro Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung

    Polda Metro Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung

    Megapolitan
    Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di Kota Tangerang Mencapai 3,1 Persen

    Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di Kota Tangerang Mencapai 3,1 Persen

    Megapolitan
    Gudang Terbakar di Kembangan Jakbar, 13 Unit Damkar Dikerahkan

    Gudang Terbakar di Kembangan Jakbar, 13 Unit Damkar Dikerahkan

    Megapolitan
    Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Kakek hingga Tewas di Cakung

    Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Kakek hingga Tewas di Cakung

    Megapolitan
    Dua Wanita di Cakung Terseret 1 Meter karena Pertahankan Motor yang Hendak Dibegal

    Dua Wanita di Cakung Terseret 1 Meter karena Pertahankan Motor yang Hendak Dibegal

    Megapolitan
    Sudah Divaksin 2 Dosis, Warga Jakarta yang Terpapar Omicron Meninggal karena Komplikasi

    Sudah Divaksin 2 Dosis, Warga Jakarta yang Terpapar Omicron Meninggal karena Komplikasi

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.