Kompas.com - 02/07/2013, 17:43 WIB
Novi Amalia (berkaus kuning) dipindahkan dari Polsek Metro Tamansari hendak dibawa ke Rs Polri untuk diperiksa kejiwaannya, Jakarta, Jumat (12/10/2012). Pada kamis (9/10/2012) sore, Novi yang mengendarai Honda Jazz warna merah menabrak sejumlah warga sipil dan polisi lalu lintas di Jalan Gajah Mada.

KOMPAS/LASTI KURNIANovi Amalia (berkaus kuning) dipindahkan dari Polsek Metro Tamansari hendak dibawa ke Rs Polri untuk diperiksa kejiwaannya, Jakarta, Jumat (12/10/2012). Pada kamis (9/10/2012) sore, Novi yang mengendarai Honda Jazz warna merah menabrak sejumlah warga sipil dan polisi lalu lintas di Jalan Gajah Mada.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Kuasa hukum Novi Amelia, Rendy Anggara Putra, yakin model majalah pria dewasa itu tidak terlibat dengan penggunaan narkoba. Menurutnya, kliennya tersebut memiliki tekanan jiwa yang berat dalam hidupnya.

Menurut Rendy, masalah keluarga menjadi penyebab Novi tertekan sehingga mudah mengamuk dan melakukan sesuatu tanpa dipikir lagi, seperti membuka baju saat naik ojek di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2013) kemarin.

Rendy mengaku sudah menemui Direktur RS Ketergantungan Obat-Obatan (RSKO), Cibubur, Jakarta Timur. Menurut pihak RS, kata Rendy, tidak ada proses penyerahan serah terima dari pihak BNN ke pihak rumah sakit.

"Kami tanya ke pihak yang menerima pasien di RSKO, mereka enggak tahu yang bawa Novi penyidik dari Polisi atau BNN, jadi cuma dibawa gitu aja. Pas tanya langsung ke Direktur RS, tidak ada proses serah terima dari penyidik BNN ke pihak RS. Kalau ada kasus terkait narkoba di BNN, pasti ada proses serah terima," ungkap Rendy saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (2/7/2013).

Saat ini, kata Rendy, perawatan terhadap Novi masih dilakukan. Oleh karena itu, hasil apakah Novi memang terindikasi kecanduan narkoba, atau tidak, masih belum keluar. "Kami juga belum bisa bertemu. Kata dokternya, minimal satu minggu baru bisa diajak ngobrol," ujar Rendy.

Seharusnya, Selasa ini, Novi menjalani sidang lanjutan kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkannya di Jalan Gajah Mada-Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Oktober 2012 silam. Saat itu, Novi yang hanya berbalut bikini mengendarai mobil secara ugal-ugalan hingga menabrak tujuh orang sampai terluka.


Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Usia Tak Lagi Faktor Utama, Sistem Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021 Utamakan Calon Siswa di Satu RT/RW

    Usia Tak Lagi Faktor Utama, Sistem Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021 Utamakan Calon Siswa di Satu RT/RW

    Megapolitan
    Jadi Ahli di Sidang Rizieq, Refly Harun Sebut Pelanggar yang Sudah Jalani Sanksi Tak Perlu Dipidana

    Jadi Ahli di Sidang Rizieq, Refly Harun Sebut Pelanggar yang Sudah Jalani Sanksi Tak Perlu Dipidana

    Megapolitan
    Ribuan Pemudik Terobos Barikade Penyekatan di Kedungwaringin, Jumlah Pos Penyekatan Pun Akan Ditambah

    Ribuan Pemudik Terobos Barikade Penyekatan di Kedungwaringin, Jumlah Pos Penyekatan Pun Akan Ditambah

    Megapolitan
    Anies Marah Instruksinya Tak Dijalankan, 239 PNS DKI Apel Siang Bolong

    Anies Marah Instruksinya Tak Dijalankan, 239 PNS DKI Apel Siang Bolong

    Megapolitan
    Ribuan Pemudik Terobos Pos Penyekatan Kedungwaringin, Polisi: Masyarakat Belum Sadar Pentingnya Larangan Mudik

    Ribuan Pemudik Terobos Pos Penyekatan Kedungwaringin, Polisi: Masyarakat Belum Sadar Pentingnya Larangan Mudik

    Megapolitan
    Satpol PP Tertibkan Pedagang di Trotoar Dekat Stasiun Tanah Abang

    Satpol PP Tertibkan Pedagang di Trotoar Dekat Stasiun Tanah Abang

    Megapolitan
    Beragam Aksi Debt Collector yang Tak Jera Rampas Kendaraan Debitur, Ada Aturan Penarikan Objek Kredit Macet

    Beragam Aksi Debt Collector yang Tak Jera Rampas Kendaraan Debitur, Ada Aturan Penarikan Objek Kredit Macet

    Megapolitan
    Libur Lebaran, Ancol Buka dengan Kapasitas 30 Persen

    Libur Lebaran, Ancol Buka dengan Kapasitas 30 Persen

    Megapolitan
    Rizieq Shihab Masih Ingin Hadirkan Saksi Meringankan, Sidang Tuntutan Diundur

    Rizieq Shihab Masih Ingin Hadirkan Saksi Meringankan, Sidang Tuntutan Diundur

    Megapolitan
    986 Kendaraan Harus Balik Arah dari Pos Penyekatan Cikarang Barat, Minggu Kemarin

    986 Kendaraan Harus Balik Arah dari Pos Penyekatan Cikarang Barat, Minggu Kemarin

    Megapolitan
    Tak Ada Izin, Bazar di Cimanggis Depok Dibubarkan Polisi

    Tak Ada Izin, Bazar di Cimanggis Depok Dibubarkan Polisi

    Megapolitan
    Marahi Anak Buahnya, Anies: Malu Sesungguhnya Kita! Ada Instruksi Tidak Dilaksanakan

    Marahi Anak Buahnya, Anies: Malu Sesungguhnya Kita! Ada Instruksi Tidak Dilaksanakan

    Megapolitan
    Pertanyakan Satu Pasal dalam Dakwaan Rizieq Shihab, Ahli: Tidak Membicarakan Soal Kerumunan

    Pertanyakan Satu Pasal dalam Dakwaan Rizieq Shihab, Ahli: Tidak Membicarakan Soal Kerumunan

    Megapolitan
    Pangdam Jaya Ceritakan Kronologi Debt Collector Coba Rampas Mobil yang Dibawa Babinsa

    Pangdam Jaya Ceritakan Kronologi Debt Collector Coba Rampas Mobil yang Dibawa Babinsa

    Megapolitan
    Kisah Cinta Pangeran Kesultanan Banten di Balik Berdirinya Masjid Raya Al-Ikhlas Cilenggang

    Kisah Cinta Pangeran Kesultanan Banten di Balik Berdirinya Masjid Raya Al-Ikhlas Cilenggang

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X