Kompas.com - 11/07/2013, 15:11 WIB
Warga membawa paket sembako yang dibeli di  pasar murah yang digelar oleh PT Jamsostek di halaman kantor Sudin Pekerjaan Umum di Kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (27/6/2013). Pasar murah itu untuk meringankan beban warga menjelang Ramadhan. KOMPAS / WISNU WIDIANTOROWarga membawa paket sembako yang dibeli di pasar murah yang digelar oleh PT Jamsostek di halaman kantor Sudin Pekerjaan Umum di Kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (27/6/2013). Pasar murah itu untuk meringankan beban warga menjelang Ramadhan.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk menekan harga bahan pokok selama bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar UKM Expo di area Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Acara pasar murah itu dilaksanakan tiga hari, mulai dari 18 hingga 20 Juli 2013 mendatang.

Kepala Dinas Usaha Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan DKI Jakarta Ratna Ningsih mengatakan, di UKM Expo itu, akan ada sebanyak 200 stan UKM dari semua wilayah di Jakarta yang melayani masyarakat.

"Di UKM Expo itu, semua produk, beras, minyak, gula, telur, dijual. Harganya ya di bawah standar," kata Ratna di Balaikota Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Ratna mengatakan, acara tersebut digelar rutin sejak tiga tahun terakhir. Pasar murah tersebut berbeda dari operasi pasar di 10 lokasi yang juga akan dilaksanakan oleh instansi di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. UKM Expo ini juga berbeda dari paket sembako murah yang beberapa hari lalu digelar.

"Kalau UKM Expo ini, kita beda-beda, kan. Ada yang pakai kupon dan ada enggak yang pakai kupon. Minyak enggak pakai kupon, yang lain pakai, tergantung perusahaannya sendiri," kata Ratna.

Ratna mengatakan, pasar murah ini akan menjual bahan pokok, kecuali daging sapi dan ayam. Hal itu dilakukan karena Bulog akan menggelar operasi daging menjelang Idul Fitri agar harga daging di pasaran dapat dikendalikan.

Saat dikonfirmasi, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membenarkan bahwa Pemprov DKI akan menggelar pasar murah tersebut. Ia mengatakan, akan ada pembatasan pembelian agar konsumen tidak membeli bahan pokok secara berlebihan di pasar murah itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Damkar Evakuasi Buaya Peliharaan Warga Depok

Damkar Evakuasi Buaya Peliharaan Warga Depok

Megapolitan
Polisi Gagalkan Penyelundupan 4 Liter Sabu Cair dari Meksiko

Polisi Gagalkan Penyelundupan 4 Liter Sabu Cair dari Meksiko

Megapolitan
Kuasa Hukum Korban Minta Polres Depok Segera Tangani Kasus Dugaan KDRT

Kuasa Hukum Korban Minta Polres Depok Segera Tangani Kasus Dugaan KDRT

Megapolitan
Terima Paket 4 Liter Sabu Cair dari Luar Negeri, Seorang Kurir Ditangkap di Cengkareng

Terima Paket 4 Liter Sabu Cair dari Luar Negeri, Seorang Kurir Ditangkap di Cengkareng

Megapolitan
Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Perempuan yang Diduga Korban KDRT

Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Perempuan yang Diduga Korban KDRT

Megapolitan
Kasus Anak Jual Kulkas Ibunya Berlanjut ke Meja Hijau, Kuasa Hukum Terdakwa: Sebaiknya Dihentikan

Kasus Anak Jual Kulkas Ibunya Berlanjut ke Meja Hijau, Kuasa Hukum Terdakwa: Sebaiknya Dihentikan

Megapolitan
Pedagang di Pasar Serpong Belum Tahu soal Kebijakan Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Pedagang di Pasar Serpong Belum Tahu soal Kebijakan Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Megapolitan
Bertambah 95, Kini Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Capai 2.957

Bertambah 95, Kini Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Capai 2.957

Megapolitan
PTM di 18 Sekolah di Jakpus Dihentikan karena Temuan Kasus Covid-19, Total 37 Siswa Terpapar

PTM di 18 Sekolah di Jakpus Dihentikan karena Temuan Kasus Covid-19, Total 37 Siswa Terpapar

Megapolitan
Polisi Dalami Tujuan Kakek 89 Tahun Kendarai Mobil Sebelum Tewas Dikeroyok

Polisi Dalami Tujuan Kakek 89 Tahun Kendarai Mobil Sebelum Tewas Dikeroyok

Megapolitan
Usut Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Wali Kota Akan Panggil Sudin Bina Marga

Usut Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Wali Kota Akan Panggil Sudin Bina Marga

Megapolitan
Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Megapolitan
Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Megapolitan
Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.