Polisi Tutup Lokasi Penembakan di Pondok Aren

Kompas.com - 17/08/2013, 00:54 WIB
Suasana ruang jenazah di RS Polri Bhayangkara Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (17/8/2013) dini hari WIB. Di tempat itu, jenazah Bripda Maulana dan Aipda Kus Hendratma disemayamkan. Bripda Maulana dan Aipda Kus Hendratma tewas akibat ditembak orang tak dikenal, di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (16/8/2013) malam. Kompas.com/ FabianSuasana ruang jenazah di RS Polri Bhayangkara Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (17/8/2013) dini hari WIB. Di tempat itu, jenazah Bripda Maulana dan Aipda Kus Hendratma disemayamkan. Bripda Maulana dan Aipda Kus Hendratma tewas akibat ditembak orang tak dikenal, di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (16/8/2013) malam.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian memasang garis polisi di Jalan Graha Raya Bintaro, Kelurahan Parigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (16/8/2013) malam. Jalan ditutup sepanjang sekitar 200 meter.

Pantauan Kompas.com di lokasi, warga berkerumun di balik garis polisi untuk menonton tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini terlihat puluhan polisi dari satuan Brimob yang berjaga-jaga.

Diberitakan sebelumnya, dua orang anggota polisi, yaitu Aipda Kus Hendratno dari Binmas Pondok Kacang dan Bripda Ahmad Maulana yang merupakan anggota Polsek Pondok Aren, tewas ditembak orang tak dikenal di Pondok Aren sekitar pukul 22.00 WIB.

Korban Kus diketahui tertembak di kepala di depan Masjid Bani Umar. Sementara Maulana tertembak di dada.

Pelaku diketahui kabur menggunakan sepeda motor matic rampasan bernomor polisi B 6620 SFS. Setelah penembakan, korban dibawa ke Rumah Sakit Premier Bintaro, Tangsel, kemudian ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, untuk diotopsi.

Belum diketahui motif penembakan. Peristiwa serupa sebelumnya menewaskan seorang polisi di Pamulang, Tangsel, yakni Aiptu Dwiyatna. Beberapa pekan sebelumnya, polisi juga tewas ditembak orang tak dikenal di kawasan Cirendeu, Tangsel.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Megapolitan
Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Megapolitan
Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Megapolitan
Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Megapolitan
27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Megapolitan
Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Megapolitan
3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

Megapolitan
Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Megapolitan
4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

Megapolitan
Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Megapolitan
Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Megapolitan
5 Hal yang Perlu Diketahui soal GeNose, Mulai dari Harga hingga Tingkat Akurasi

5 Hal yang Perlu Diketahui soal GeNose, Mulai dari Harga hingga Tingkat Akurasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Duduk Perkara Kisruh di Gerindra soal Dorongan Agar Anies Mundur

[POPULER JABODETABEK] Duduk Perkara Kisruh di Gerindra soal Dorongan Agar Anies Mundur

Megapolitan
Wagub: Jakarta Segera Tambahkan 3 Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Wagub: Jakarta Segera Tambahkan 3 Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X