Harga Tiket KB Ragunan Tak Masuk Akal, Idealnya Rp 12.500

Kompas.com - 23/08/2013, 12:25 WIB
Kondisi kandang  Jerapah yang sudah kosong dari satwa berleher panjang itu di Taman Margasatwa Ragunan,  Kamis (20/6/2013). Hanya ada 3 ekor Zebra. Sebelumnya Jerapah memang ditempatkan satu kandang dengan Zebra. Tampak pelang keterangan yang kosong disamping pelang milik Zebra. Sebelumnya pelang yang kosong itu merupakan pelang keterangan  milik Jerapah Alsadad RudiKondisi kandang Jerapah yang sudah kosong dari satwa berleher panjang itu di Taman Margasatwa Ragunan, Kamis (20/6/2013). Hanya ada 3 ekor Zebra. Sebelumnya Jerapah memang ditempatkan satu kandang dengan Zebra. Tampak pelang keterangan yang kosong disamping pelang milik Zebra. Sebelumnya pelang yang kosong itu merupakan pelang keterangan milik Jerapah
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Revitalisasi Taman Margasatwa Ragunan akan berdampak pada kenaikan harga tiket masuk ke tempat wisata termurah di Jakarta itu. Sebab, tiket saat ini, Rp 4.000, dinilai sudah tidak masuk akal.

"Atas dasar cinta kepada binatang dicetuskanlah revitalisasi. Sebenarnya kalau untuk tiket sebelum rencana revitalisasi pun sudah tidak masuk akal harga tiket dengan keadaan Taman Margasatwa Ragunan," ujar Wahyudi Bambang, Humas Ragunan, Jakarta, Kamis (23/8/2013).

"Seharusnya, jika kita ingin ambil tengah tidak untung dan tidak rugi, harga yang cocok adalah Rp 12.500. Namun, selama ini pengelolaan dibantu oleh subsidi," imbuh dia.

Terkait perubahan setelah diangkatnya Hashim Djojohadikusumo sebagai Ketua Dewan Pengawas Ragunan, menurut Wahyudi, belum ada perubahan nyata. Hanya saja, muncul semangat baru untuk memperbaiki Ragunan, salah satunya dengan revitalisasi.

Sebagai taman margasatwa dengan luas sekelas taman margasatwa internasional, Hashim menyatakan Ragunan memiliki potensi daya tarik wisata yang besar. Hal ini terlihat dari total pengunjung yang hadir setiap harinya.

"Kemarin saja dalam sehari, di hari Lebaran, pengunjung yang datang hingga 144.000 pengunjung," ujar Wahyudi.

Ani, salah seorang pengunjung Ragunan mengatakan, orang tidak akan khawatir wisata ke satu-satunya kebun binatang di Jakarta ini. Selain harga tiket terjangkau, luasnya pun membuat piknik keluarga terasa nyaman. "Kalau ke tempat lain, baru khawatir isi kantong habis," cetusnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pasien RSPI Sulianti Saroso Diduga Terinfeksi Virus Corona

Seorang Pasien RSPI Sulianti Saroso Diduga Terinfeksi Virus Corona

Megapolitan
Ini Keunggulan PT Bahana Prima Nusantara sehingga Menangkan Tender Proyek Revitalisasi Monas

Ini Keunggulan PT Bahana Prima Nusantara sehingga Menangkan Tender Proyek Revitalisasi Monas

Megapolitan
4 Fakta Warga AS Ditangkap karena Menyelundupkan Brownies Ganja

4 Fakta Warga AS Ditangkap karena Menyelundupkan Brownies Ganja

Megapolitan
Tuduhan PSI dan Perlawanan Kontraktor Proyek Revitalisasi Monas

Tuduhan PSI dan Perlawanan Kontraktor Proyek Revitalisasi Monas

Megapolitan
Gang Royal, Lokalisasi Setengah Abad yang Jual Anak di Bawah Umur

Gang Royal, Lokalisasi Setengah Abad yang Jual Anak di Bawah Umur

Megapolitan
Bukan Asli Betawi, 'Lu', 'Gue', 'Cincong' Ternyata Terpengaruh Kultur Tionghoa

Bukan Asli Betawi, "Lu", "Gue", "Cincong" Ternyata Terpengaruh Kultur Tionghoa

Megapolitan
[KLARIFIKASI] Spanduk Tolak Mandikan Jenazah Pendukung Pembangunan Gereja di Serpong

[KLARIFIKASI] Spanduk Tolak Mandikan Jenazah Pendukung Pembangunan Gereja di Serpong

Megapolitan
Perjalanan Agung Wicaksono Pimpin Transjakarta hingga Mengundurkan Diri

Perjalanan Agung Wicaksono Pimpin Transjakarta hingga Mengundurkan Diri

Megapolitan
Spanduk Bernada Ujaran Kebencian yang Berujung Jeruji Besi Bagi Ketua Goib Jaktim

Spanduk Bernada Ujaran Kebencian yang Berujung Jeruji Besi Bagi Ketua Goib Jaktim

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Izin Revitalisasi Monas Dipersoalkan | Pembantaian Etnis Tionghoa di Kali Angke

[POPULER JABODETABEK] Izin Revitalisasi Monas Dipersoalkan | Pembantaian Etnis Tionghoa di Kali Angke

Megapolitan
Menengok Dhanagun, Wihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Wihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X