9 September, Kawasan Pasar Gembrong Bebas PKL

Kompas.com - 30/08/2013, 22:01 WIB
Petugas Satpol PP terlihat duduk-duduk saat penertiban Pasar Gembrong, Jakarta Timur, Rabu (14/8/2013). Sebab, tak ada pedagang yang menggelar lapak di badan jalan. Rahmat PatutiePetugas Satpol PP terlihat duduk-duduk saat penertiban Pasar Gembrong, Jakarta Timur, Rabu (14/8/2013). Sebab, tak ada pedagang yang menggelar lapak di badan jalan.
|
EditorTjatur Wiharyo

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Jakarta Timur memberikan batas waktu hingga 9 September 2013 kepada pedagang kaki lima di Pasar Gembrong, Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur, untuk pindah dari situ.

Wali Kota Jakarta Timur, Krisdiyanto, mengatakan, PKL menyatakan akan menaati kebijakan Pemkot Jaktim.

"Para pedagang ini sudah komitmen bahwa Senin tanggal 9 September nanti Pasar Gembrong sudah bersih dari PKL. Jadi jalan Basuki Rahmat itu nanti sudah bersih," ujar Krisdiyanto, di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (30/8/2013) sore.

Krisdiyanto menuturkan, PKL Pasar Gembrong berjumlah 211 orang. Dari jumlah itu, 105 di antaranya sudah mendaftarkan diri untuk masuk ke dalam Pasar Gembrong Cipinang Besar, yang memiliki 130 kios.

Menurut Krisdiyanto, masih ada 25 kios kosong di Pasar Gembrong Cipinang Besar yang bisa digunakan PKL lainnya. Jika 25 kios itu sudah ditempati, 81 PKL lainnya akan direlokasi ke Pasar Perumnas Klender.

Krisdiyanto menjelaskan, para PKL telah bersepakat akan menegur rekan mereka yang kembali berjualan di trotoar atau badan jalan.

"Prinsipnya tidak boleh (berjualan di trotoar lagi). Jadi kalau coba-coba turun lagi bakal diusir sama teman-teman mereka sendiri. Dengan demikian petugas kita tidak repot. Kecuali ada sesuatu yang besar. Jadi pembangunan harus melibatkan masyarakat yang berbasis komunitas. Jadi mereka yang bangun sendiri. Kalau tidak begitu, sampai kapan pun tidak akan terselesaikan," ujar Krisdiyanto.

"Kalau mau tertib dan sabar pasti bisa laku," lanjutnya.

Sementara itu, mengenai masalah lahan parkir di Pasar Gembrong Cipinang Besar yang dinilai PKL kurang memadai, Krisdiyanto mengatakan pihaknya akan memberikan tempat sementara di pinggir jalan, jika lahan parkir resmi penuh. Terkait penggunaan badan jalan untuk parkir itu, menurut Krisdiyanto, pihaknya akan melakukan pengawasan supaya sedapat mungkin tak mengganggu lalu lintas.

"Harus dijaga. Rambu-rambu akan kita pasang dengan Dishub," tambahnya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Megapolitan
Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Megapolitan
Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X