Kompas.com - 02/01/2014, 13:31 WIB
Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya melakukan uji coba lawan arus (contra flow) di ruas tol dalam kota Grogol-Slipi, Jakarta, Senin (25/3/2013). Uji coba dilakukan dari KM 15200 hingga KM 12400. (sepanjang 2,8 kilometer) mulai pukul 06.00 WIB-09.30 WIB, hingga 1 April 2013 mendatang.

KOMPAS/LASTI KURNIADirektorat Lalulintas Polda Metro Jaya melakukan uji coba lawan arus (contra flow) di ruas tol dalam kota Grogol-Slipi, Jakarta, Senin (25/3/2013). Uji coba dilakukan dari KM 15200 hingga KM 12400. (sepanjang 2,8 kilometer) mulai pukul 06.00 WIB-09.30 WIB, hingga 1 April 2013 mendatang.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerapan sistem jalur lawan arah (contra flow) di ruas tol dalam kota Grogol-Slipi dihentikan mulai hari ini. Sistem tersebut dianggap tidak efektif diberlakukan pada ruas jalur tersebut.

"Tidak diberlakukan lagi yang dari arah Tomang ke Senayan (barat-timur) karena tidak efektif, sering ada gangguan," kata Kepala Subdit Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Jazari, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/1/2014) siang.

Selama ini, contra flow dari Grogol ke arah Slipi atau dari Barat ke Timur sepanjang 4,1 kilometer. Diberlakukan mulai pintu masuk Taman Anggrek pada Kilometer 13 550 dan keluar pada di depan Gedung DPR RI pada Kilometer 9 650.

Menurut Jazari, ketika contra flow diberlakukan di dalam tol, seharusnya sisi jalur reguler lebih lancar. Namun yang terjadi, kemacetan malah terjadi di kedua jalur.

Rencana peniadaan ini, menurutnya, akan diterapkan secara permanen. Sebagai pengganti sistem contra flow, pihaknya menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan jalur Grogol arah Slipi dengan sistem buka tutup di pintu keluar Darmais.

"Kita hapuskan contra flow-nya, penggantinya diberlakukan buka tutup di exit Darmais. Tetapi sifatnya hanya situasional melihat kepadatan arus kendaraan," kata Jazari.

Adapun contra flow dari arah sebaliknya, yakni dari Timur ke Barat, tetap berlaku. Sebab, contra flow dari Timur ke Barat dinilai masih efektif untuk mengurai kemacetan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok Punya Mobil Tes Swab Covid-19, Idris Targetkan 20.000 Pemeriksaan per Bulan

Depok Punya Mobil Tes Swab Covid-19, Idris Targetkan 20.000 Pemeriksaan per Bulan

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 4.534 Orang

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 4.534 Orang

Megapolitan
Tren Covid-19 di Jakarta Jelang Berakhirnya PPKM Level 4: Kasus Harian Melandai, Testing Menurun, hingga Rekor Angka Kematian

Tren Covid-19 di Jakarta Jelang Berakhirnya PPKM Level 4: Kasus Harian Melandai, Testing Menurun, hingga Rekor Angka Kematian

Megapolitan
Sopir Ojol di Jakbar Sepakat Tak Ikut Aksi 'Jokowi End Game'

Sopir Ojol di Jakbar Sepakat Tak Ikut Aksi "Jokowi End Game"

Megapolitan
Ketika Sindikat Tes PCR Palsu Beroperasi di Bandara Halim, 8 dari 11 Surat Lolos Pemeriksaan

Ketika Sindikat Tes PCR Palsu Beroperasi di Bandara Halim, 8 dari 11 Surat Lolos Pemeriksaan

Megapolitan
Viral Video Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Satpol PP: Kami Sisir Sudah Kosong

Viral Video Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Satpol PP: Kami Sisir Sudah Kosong

Megapolitan
Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok dengan Warga di Cengkareng, Pelaku Minta Maaf

Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok dengan Warga di Cengkareng, Pelaku Minta Maaf

Megapolitan
Enam Pengemudi Ojol yang Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game' Ditangkap Polisi

Enam Pengemudi Ojol yang Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game" Ditangkap Polisi

Megapolitan
Hubungi Call Center Ini jika Temukan Calo Kremasi

Hubungi Call Center Ini jika Temukan Calo Kremasi

Megapolitan
6 Orang Ditangkap karena Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game'

6 Orang Ditangkap karena Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game"

Megapolitan
Sulit Dapat Vaksin Dosis Kedua? Bisa Daftar lewat JAKI

Sulit Dapat Vaksin Dosis Kedua? Bisa Daftar lewat JAKI

Megapolitan
Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game', Sejumlah Warga Diamankan Polisi

Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game", Sejumlah Warga Diamankan Polisi

Megapolitan
Dua Peristiwa Pesawat Terbang Rendah dan Sebabkan Suara Bising di Langit Tangerang

Dua Peristiwa Pesawat Terbang Rendah dan Sebabkan Suara Bising di Langit Tangerang

Megapolitan
77 Perusahaan di Jakarta Ditutup karena Langgar Aturan PPKM Darurat

77 Perusahaan di Jakarta Ditutup karena Langgar Aturan PPKM Darurat

Megapolitan
Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19, Bima Arya: Dinkes Mau Beli Barangnya Enggak Ada

Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19, Bima Arya: Dinkes Mau Beli Barangnya Enggak Ada

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X