Kompas.com - 10/02/2014, 11:47 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menumpangi BKTB (bus kota terintegrasi busway) pada penerapan one day no car, Jumat (7/2/2014). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menumpangi BKTB (bus kota terintegrasi busway) pada penerapan one day no car, Jumat (7/2/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyesali adanya spesifikasi bus transjakarta yang tampak karatan. Menurut Basuki, sebaiknya, apabila membeli barang, dinas atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) harus memeriksa terlebih dahulu seluruh spesifikasi barang tersebut, mulai dari eksterior hingga interiornya.

"Mungkin ada oknum Dishub yang menerima barang itu karena disogok, tapi kita belum tahu," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (10/2/2014).

Jangankan untuk membeli bus, apabila seseorang membeli sepeda motor atau mobil baru saja, pasti tidak akan mau membeli barang yang sudah rusak dan berkarat. Oleh karena itu, ia mengimbau agar Dishub DKI kembali memetakan bus transjakarta dan bus kota terintegrasi busway (BKTB) yang rusak maupun berkarat untuk dikembalikan kepada perusahaan produsen. Sebab, meskipun hanya kadar besinya yang berkarat, sama saja seluruh badan mobil akan hancur dan berkarat.

Di samping itu, ia juga mempertanyakan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono yang mengatakan penyebab besi bus berkarat karena terkena air laut saat berada di kapal. Menurut Basuki, seluruh barang yang tersiram air laut tidak akan berkarat. Apabila berkarat, maka kualitas besi yang digunakan adalah kualitas yang rendah dan menggunakan bahan campuran. Apabila benar, tidak tersiram air laut saja, besi itu sudah berkarat.

Beberapa waktu lalu, Basuki pernah mengatakan kepada Dishub DKI untuk membeli kendaraan yang sudah teruji. Ia menyarankan Dishub DKI untuk memasukkan merek Mercedes-Benz, Scania, dan Volvo ke dalam e-purchasing. Namun, lanjutnya, Dishub DKI sengaja tidak memasukkan usulan tersebut sehingga DKI tetap menggunakan produk asal China.

Basuki tak memungkiri banyak produk bagus yang dihasilkan di China, tetapi tak sedikit pula barang yang berkualitas rendah diproduksi di sana. "Nah, ini mesti diselidiki. Kalau ada temuan seperti ini, saya minta Kejaksaan, KPK, dan Kepolisian agar ditindak sajalah," ujar Basuki.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Polisi Amankan Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Megapolitan
7 Orang Terjebak Dalam Lift di Mal di Bekasi pada Sabtu Malam

7 Orang Terjebak Dalam Lift di Mal di Bekasi pada Sabtu Malam

Megapolitan
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengambang di Tepi Kali Angke

Jenazah Perempuan Ditemukan Mengambang di Tepi Kali Angke

Megapolitan
Korban Pembocakan pada Kasus Tuduhan Pencurian WiFi Mengaku Pernah Diajak Damai Keluarga Pelaku

Korban Pembocakan pada Kasus Tuduhan Pencurian WiFi Mengaku Pernah Diajak Damai Keluarga Pelaku

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Anak 12-17 Tahun di Tangsel Baru Capai 24,1 Persen

Vaksinasi Covid-19 Anak 12-17 Tahun di Tangsel Baru Capai 24,1 Persen

Megapolitan
Minggu Siang dan Sore, Beberapa Wilyah di DKI Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang

Minggu Siang dan Sore, Beberapa Wilyah di DKI Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
JakPro: FEO Akan Survei Lokasi Sirkuit Formula E Akhir Oktober Ini

JakPro: FEO Akan Survei Lokasi Sirkuit Formula E Akhir Oktober Ini

Megapolitan
Jenazah Pria dengan Luka Ditemukan di Gunung Antang, Jaktim

Jenazah Pria dengan Luka Ditemukan di Gunung Antang, Jaktim

Megapolitan
Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah Formula E, Lokasi Sirkuit Masih Tanda Tanya

Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah Formula E, Lokasi Sirkuit Masih Tanda Tanya

Megapolitan
Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Megapolitan
UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.