Buruh Tuntut Upah Naik, Wakil Wali Kota Bekasi Minta Peningkatan Kinerja

Kompas.com - 02/05/2014, 04:11 WIB
Buruh melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (1/5/2014). Mereka tetap masuk bekerja meskipun pemerintah menetapkan pada Hari Buruh Internasional sebagai hari libur nasional. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESBuruh melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (1/5/2014). Mereka tetap masuk bekerja meskipun pemerintah menetapkan pada Hari Buruh Internasional sebagai hari libur nasional.
Penulis Jessi Carina
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BEKASI, KOMPAS.com — Buruh Bekasi yang merayakan May Day pada hari ini di Lapangan Kantor Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, menuntut kenaikan upah minimum (UMK) menjadi Rp 3 juta per bulan. Sebagai tanggapan, para buruh diminta meningkatkan kinerja dan kualitas industri Bekasi.

"UMK Bekasi sebenarnya sudah meningkat dari Rp 2,1 juta menjadi Rp 2,4 juta," ujar Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu di Kantor Wali Kota Bekasi pada Kamis (1/5/2014). Kenaikan itu, imbuh dia, setara 20 persen dibandingkan upah pada 2012.

Namun, Syaikhu mengatakan bahwa pemerintahannya tetap akan mengupayakan kesejahteraan buruh sesuai visi dan misi Bekasi. Sebaliknya, dia juga meminta para buruh "mengimbangi" kenaikan upah diikuti pula dengan peningkatan kinerja.

"Peningkatan upah buruh semoga diikuti juga dengan peningkatan kualitas di bidang usaha, kualitas kinerjanya, agar hal ini (peningkatan upah dan kinerja) menjadi seimbang," ujar Syaikhu.

Ribuan buruh di Kota Bekasi merayakan Hari Buruh Internasional di Kantor Wali Kota. Perayaan May Day juga tak dilakukan dengan aksi demonstrasi sebagaimana tahun-tahun lalu. Kali ini para buruh merayakannya dengan menggelar panggung hiburan dan bakti sosial.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Megapolitan
Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Megapolitan
Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Megapolitan
Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Megapolitan
Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Megapolitan
Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Megapolitan
Cara Daftar Kartu Lansia Jakarta 2021

Cara Daftar Kartu Lansia Jakarta 2021

Megapolitan
Wagub DKI Ingatkan Ada Sanksi ASN yang Nekat Mudik Lebaran

Wagub DKI Ingatkan Ada Sanksi ASN yang Nekat Mudik Lebaran

Megapolitan
Sopir Fortuner Pelaku Tabrak Lari di Bintaro Menyerahkan Diri ke Polisi

Sopir Fortuner Pelaku Tabrak Lari di Bintaro Menyerahkan Diri ke Polisi

Megapolitan
Keputusan Anies soal Kerja Sama Pengelolaan Air dengan Aetra Dipertanyakan

Keputusan Anies soal Kerja Sama Pengelolaan Air dengan Aetra Dipertanyakan

Megapolitan
Mohammed bin Zayed, Pemimpin Arab Paling Berpengaruh yang Namanya Dipakai untuk Tol Layang Japek

Mohammed bin Zayed, Pemimpin Arab Paling Berpengaruh yang Namanya Dipakai untuk Tol Layang Japek

Megapolitan
Buka Puasa Bersama di Tengah Pandemi Covid-19, Warga: Gue Pilih secara Online

Buka Puasa Bersama di Tengah Pandemi Covid-19, Warga: Gue Pilih secara Online

Megapolitan
Mudik Dilarang, AP II Tata Personel, Operasional Bandara, dan Sistem Penerbangan

Mudik Dilarang, AP II Tata Personel, Operasional Bandara, dan Sistem Penerbangan

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, 2 Kafe di Jakpus dan Jakut Dilarang Buka 3x24 Jam

Langgar Aturan PPKM, 2 Kafe di Jakpus dan Jakut Dilarang Buka 3x24 Jam

Megapolitan
Besok Tol Layang Jakarta-Cikampek Ganti Nama, Ini Ruas Jalan yang Ditutup

Besok Tol Layang Jakarta-Cikampek Ganti Nama, Ini Ruas Jalan yang Ditutup

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X