Ini Rekayasa Lalu Lintas di Senayan selama Pembangunan MRT

Kompas.com - 18/07/2014, 08:08 WIB
Pengerjaan MRT dan JPO tak mengganggu pengendara yang di Jalan MH Thamrin, Rabu (2/7/2014). Adysta Pravitra RestuPengerjaan MRT dan JPO tak mengganggu pengendara yang di Jalan MH Thamrin, Rabu (2/7/2014).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek pembangunan mass rapid transit (MRT) untuk koridor bawah tanah telah mencapai kawasan Senayan dan Setiabudi.

Seperti di lokasi lain, kegiatan konstruksi dipastikan akan berpengaruh terhadap arus lalu lintas di kawasan tersebut karena adanya penyempitan jalur Jalan Sudirman.

Menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami, pembangunan koridor dan stasiun bawah tanah di Senayan dan Setibudi akan memakan area sekitar 28 meter di tengah jalan Sudirman.

Meskipun akan ada pengurangan lebar jalur, dipastikan jumlah lajur akan tetap sama. Sebab lajur yang hilang akan digantikan dengan lajur beton yang dibangun dari pemangkasan sebagian trotoar dan area hijau.

"Walau dilakukan penutupan bagian tengah jalan,  jumlah lajur di kedua  sisi akan tetap sama, yakni lima lajur regular dan satu lajur khusus busway," kata Dono, di Crown Plaza Hotel, Jakarta, Kamis (17/7/2014).

Menurut Dono, lajur lambat akan digeser ke lajur sementara, lajur cepat digeser ke lajur lambat, dan lajur busway digeser ke lajur cepat. Lajur kendaraan juga akan dibuat dengan sedikit berbelok di beberapa titik.

"Dua titik stasiun di koridor jalan Sudirman ini menyusul pembangunan di Bundaran HI yang telah lebih dulu dilakukan pada April 2014 lalu," imbuh Dono.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran di Tangsel, Seorang Anak Terjebak hingga Tewas

Kebakaran di Tangsel, Seorang Anak Terjebak hingga Tewas

Megapolitan
Baim Wong Tak Pernah Curiga Mantan Anak Buah Bakal Curi Motornya

Baim Wong Tak Pernah Curiga Mantan Anak Buah Bakal Curi Motornya

Megapolitan
Mantan Anak Buah Curi Sepeda Motor Baim Wong untuk Bayar Utang

Mantan Anak Buah Curi Sepeda Motor Baim Wong untuk Bayar Utang

Megapolitan
Permintaan Maaf mantan Anak Buah kepada Baim Wong karena Curi Motor

Permintaan Maaf mantan Anak Buah kepada Baim Wong karena Curi Motor

Megapolitan
Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Megapolitan
'Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa...'

"Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa..."

Megapolitan
Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Megapolitan
Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Megapolitan
Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Megapolitan
Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Megapolitan
Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Megapolitan
Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Megapolitan
Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Megapolitan
Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Megapolitan
Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X