Kompas.com - 21/07/2014, 17:02 WIB
Ilustrasi: Suasana mudik bersama pedagang jamu di PRJ Kemayoran, Jakarta, Selasa (15/9/2009).  KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOIlustrasi: Suasana mudik bersama pedagang jamu di PRJ Kemayoran, Jakarta, Selasa (15/9/2009).
Penulis Jessi Carina
|
EditorDesy Afrianti
BEKASI, KOMPAS.com - Seorang warga Rawalumbu, Anggi (45), berangkat ke kampung halamannya di Yogyakarta dengan program mudik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sore ini.

Dia bersama dengan dua anak dan ratusan warga lain berkumpul di Lapangan Multiguna, Bekasi. Anggi bercerita, sebelum mengikuti program mudik gratis, dia sempat ingin mudik dengan kereta api. Namun, tidak jadi karena Anggi dibuat kesal dengan sulitnya pembelian tiket kereta api dengan sistem online.

"Saya kesal kehabisan tiket kereta terus. Saya sudah tunggu nih beli tiket kereta online, masuknya susah. Waktu akhirnya bisa, eh sudah habis. Habis sama siapa coba," ujar Anggi saat menunggu keberangkatan mudik gratis di Lapangan Multiguna, Senin (21/7/2014) petang.

Menurut Anggi, pembelian tiket kereta lewat online tidak efektif karena situs sulit diakses. Bahkan, dia lebih memilih pembelian tiket ke cara lama.

"Saya mah mendingan mengantre deh daripada online," ujar wanita itu.

Karena tak berhasil membeli tiket kereta, akhirnya Anggi sempat membatalkan niat untuk pulang kampung. Namun, tiba-tiba tetangganya memberitahu ada program mudik gratis dari Pemprov Jabar.

Anggi pun antusias dan langsung mendaftar. Kata Anggi, pendaftarannya sangat mudah. Berbeda dengan membeli tiket kereta.

Di Lapangan Multiguna, Anggi bertemu dengan warga lain yang telah mengikiti program serupa tahun lalu. Melihat itu, Anggi berkesimpulan program ini memang bagus untuk warga. Sore ini, ratusan warga Bekasi berkumpul di Lapangan Multiguna untuk berangkat pulang ke kampung halaman dalam program Mudik Gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dinas Perhubungan Bekasi menyediakan 10 bus dengan kapasitas 44 penumpang di satu bus. Kuota sebanyak 440 penumpang itu penuh diserbu warga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muri Beri Penghargaan Kebun Raya Bogor Tepat di hari Ultah ke-205

Muri Beri Penghargaan Kebun Raya Bogor Tepat di hari Ultah ke-205

Megapolitan
Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Jangan Sampai Jadi Euforia

Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Jangan Sampai Jadi Euforia

Megapolitan
Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Aturannya Membingungkan

Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Aturannya Membingungkan

Megapolitan
Disayangkan, Fraksi Demokrat-PPP Tak Ikut Interpelasi Wali Kota Depok Terkait KDS

Disayangkan, Fraksi Demokrat-PPP Tak Ikut Interpelasi Wali Kota Depok Terkait KDS

Megapolitan
Karyawan Perum Perhutani Tolak SK Menteri LHK, Berharap Hutan di Jawa Tak Dikelola Perorangan

Karyawan Perum Perhutani Tolak SK Menteri LHK, Berharap Hutan di Jawa Tak Dikelola Perorangan

Megapolitan
Cegah Penularan Hepatitis Akut Misterius, Ini Saran Dinkes DKI

Cegah Penularan Hepatitis Akut Misterius, Ini Saran Dinkes DKI

Megapolitan
Berlatih Budi Daya Anggur dan Melon demi Menambah Penghasilan...

Berlatih Budi Daya Anggur dan Melon demi Menambah Penghasilan...

Megapolitan
Jokowi Bolehkan Lepas Masker, Warga: Belum Endemi tapi Prokes Dilonggarkan Sebebas Itu, Kontradiktif

Jokowi Bolehkan Lepas Masker, Warga: Belum Endemi tapi Prokes Dilonggarkan Sebebas Itu, Kontradiktif

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong Tangsel Terungkap Saat Ibu Korban Mengecek Ponsel Anaknya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong Tangsel Terungkap Saat Ibu Korban Mengecek Ponsel Anaknya

Megapolitan
Masyarakat Boleh Lepas Masker di Luar Ruangan, Satpol PP Jakpus Hapus Razia Tertib Masker

Masyarakat Boleh Lepas Masker di Luar Ruangan, Satpol PP Jakpus Hapus Razia Tertib Masker

Megapolitan
Seorang Pria di Cilincing Dibacok Temannya Saat Sedang Nongkrong Bareng Sambil Minum Miras

Seorang Pria di Cilincing Dibacok Temannya Saat Sedang Nongkrong Bareng Sambil Minum Miras

Megapolitan
Hari Pertama Penutupan Pelintasan Rel di Jalan Dewi Sartika, Volume Kendaraan Saat Jam Kerja Padat

Hari Pertama Penutupan Pelintasan Rel di Jalan Dewi Sartika, Volume Kendaraan Saat Jam Kerja Padat

Megapolitan
Jokowi Bolehkan Warga Lepas Masker, Pemkot Bekasi Akan Percepat Vaksinasi Booster

Jokowi Bolehkan Warga Lepas Masker, Pemkot Bekasi Akan Percepat Vaksinasi Booster

Megapolitan
Polisi Sebut Berkas Dea 'OnlyFans' Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Polisi Sebut Berkas Dea 'OnlyFans' Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Megapolitan
Viral Video yang Memperlihatkan Seorang Anak Di-bully, P2TP2A Tangsel: Korban Alami Kekerasan

Viral Video yang Memperlihatkan Seorang Anak Di-bully, P2TP2A Tangsel: Korban Alami Kekerasan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.