Hal ini terlihat di dua SPBU milik Pertamina di Cikini dan Jalan Abdul Muis. Sebelum diberlakukan, dua SPBU itu sudah menyosialisasikan kebijakan ditiadakannya solar subsidi di SPBU di Jakarta Pusat.
"Ini sudah kami sosialisasikan sebelum Lebaran. Kami dikasih memo dari Pertamina sebelum Lebaran," kata Ketua Regu SPBU Cikini, Rahmad Novizar, di SPBU COCO 31.103.03, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/8/2014).
Rahmad mengatakan, SPBU Cikini telah memberitahukan konsumen sekitar dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Pemberitahuan tersebut berupa selebaran atau surat edaran pengendalian jenis bahan bakar minyak tertentu tahun 2014 dari BPH Migas.
Menurut dia, SPBU Cikini tidak menjual solar bersubsidi bukan karena pemerintah memberhentikan solar subsidi. Hanya, katanya, solar subsidi diganti menjadi solar nonsubsidi.
"Bukan ditiadakan, tapi diganti solar nonsubsidi. Sekarang sih belum kelihatan dampaknya. Soalnya masih pasca-Lebaran kan konsumen," ucapnya.
Sejak diterapkannya kebijakan mulai 1 Agustus 2014 pukul 00.00 WIB, Rahmad mengaku belum ada pengendara yang membeli solar nonsubsidi dan Pertamina Dex.
Rahmad menuturkan, ada seorang pengendara mobil pribadi yang belum mengetahui pemberitahuan tersebut hari ini sehingga ia pun menjadi kejaran wartawan yang tengah meliput di SPBU Cikini.
"Iya, dia belum tahu kayaknya. Kalian (media) tadi ngejar. Dia takut atau enggak tahu kenapa. Akhirnya saya kasih surat edarannya. Eh, dia langsung pergi," ujarnya sambil terkekeh-kekeh.
Rahmad menyatakan, jika nantinya ada pengendara mobil solar yang datang, ia akan memberi alternatif bahan bakar sesuai anjuran pemerintah, yaitu Pertamina Dex seharga Rp 13.150 per liter. Apabila menurut pengendara mahal, Rahmad akan memberi alternatif kedua, yakni solar nonsubsidi seharga 12.800 per liter. Namun, pengendara yang tetap merasa itu mahal, Rahmad akan mengalihkan pengendara untuk mengisi bahan bakar minyak di SPBU wilayah terdekat, seperti Jakarta Timur.
"Ada di Pramuka (Jakarta Timur) kalau mau dekat, atau bisa ke Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara. Ini kan tengah (pusat) jadi bisa ke mana saja," ucap Rahmad.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.