Enam Hari Tenggelam di Ciliwung, Farsa Ditemukan Mengambang Dekat Laut

Kompas.com - 04/02/2015, 23:45 WIB
Jajaran kepolisian menggelar simulasi banjir di Sungai Ciliwung sekitar Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (13/1/2015). Kompas.com/Unoviana KartikaJajaran kepolisian menggelar simulasi banjir di Sungai Ciliwung sekitar Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (13/1/2015).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah enam hari tenggelam di Sungai Ciliwung, Farsa Yanuar akhirnya ditemukan mengambang dekat laut di kawasan Muara Karang, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (4/2/2015). Tim penyelamat menemukan bocah berusia tujuh tahun itu sudah tidak bernyawa.

Farsa yang merupakan warga RT 06 RW 05, Kompleks Taman Indah, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur itu dinyatakan hilang di Sungai Ciliwung pada 30 Januari 2015 silam. Farsa hilang setelah bermain di Sungai Ciliwung bersama teman-temannya.

Ayah korban, Fairiyadi (46), tampak berkaca-kaca ketika berdiri di samping jasad putranya tersebut. Ia tak menyangka Farsa yang pergi pamit bermain saat itu dengan dua temannya Dani dan Hafis berujung maut.

"Terakhir dia pamit sama ibunya mau main. Sudah dipesan jangan main di Ciliwung," ujar Fairiyadi, kepada Kompas.com, di rumahnya, Rabu malam.

Namun, Farsa ternyata bermain bersama dua temannya itu di Sungai Ciliwung. Nahas saat bermain di Sungai Ciliwung, anak semata wayang-nya itu terpeleset.

"Dia naik rakit bertiga sama temannya, tetapi dia mau turun balik lagi ada sesuatu yang ketinggalan. Saat mau turun itu dia terpeleset dan jatuh ke air," ujar Fairiyadi.

Malangnya, Farsa tak dapat berenang. Fairiyadi pun mengatakan itu adalah kali pertama putranya yang duduk di bangku kelas I SD tersebut bermain di Ciliwung. Jaraknya sekitar 300 meter dari tempat tinggalnya.

Saat Farsa tenggelam, dua teman korban tak dapat menolong. Keduanya mencoba meminta bantuan warga namun korban tak dapat ditemukan hari itu. Baru pada sore tadi, tim penyelamat mengabarkan telah menemukan korban.

"Enam hari hilang akhirnya ditemuin di Muara Karang ke arah laut," ujarnya.

Secara khusus, Fairiyadi mengaku tak ada firasat atas kejadian yang menimpa putranya. Namun, sebelum kejadian, ia mengaku melihat sikap berbeda dari putrannya.

"Pas pulang sekolah, dia enggak mau tasnya saya yang pegang. Dia minta ke saya bawa sendiri. Enggak biasanya," ujarnya lirih.

Tampak jenazah Farsa masih terbungkus di dalam kantung jenasah berwarna hitam. Petugas kepolisian dari Polsek Jatinegara mendatangi lokasi dan melakukan pendataan. Rencananya, pihak keluarga akan memakamkan korban di TPU Kebon Nanas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Minta Pedagang Tak Takut Melaporkan Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Polisi Minta Pedagang Tak Takut Melaporkan Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Megapolitan
Pedagang di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Kerap Ditarik Pungli oleh Preman

Pedagang di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Kerap Ditarik Pungli oleh Preman

Megapolitan
Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang, PKL Diminta Rp 5.000 Tiap Malam Minggu

Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang, PKL Diminta Rp 5.000 Tiap Malam Minggu

Megapolitan
Dinkes DKI Imbau Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Tak Perlu ke Rumah Sakit

Dinkes DKI Imbau Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Tak Perlu ke Rumah Sakit

Megapolitan
Anies Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Akan Atasi Kemacetan Jakarta

Anies Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Akan Atasi Kemacetan Jakarta

Megapolitan
International Youth Championship di JIS Akan Digelar Tanpa Penonton

International Youth Championship di JIS Akan Digelar Tanpa Penonton

Megapolitan
Jakpro Pastikan International Youth Championship Digelar 5 Februari 2022

Jakpro Pastikan International Youth Championship Digelar 5 Februari 2022

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RS Polri Melonjak 45 Persen dalam Sepekan Terakhir

Pasien Covid-19 di RS Polri Melonjak 45 Persen dalam Sepekan Terakhir

Megapolitan
Lanjutan Kasus Pencemaran Nama Baik Anak Ahok, Ayu Thalia Tidak Ditahan Usai 5 Jam Pemeriksaan

Lanjutan Kasus Pencemaran Nama Baik Anak Ahok, Ayu Thalia Tidak Ditahan Usai 5 Jam Pemeriksaan

Megapolitan
Muatan Tanah dari Truk Tumpah di Simpang Cengkareng, Petugas Bersihkan hingga 2,5 Jam

Muatan Tanah dari Truk Tumpah di Simpang Cengkareng, Petugas Bersihkan hingga 2,5 Jam

Megapolitan
Pemuda di Jatiwaringin Tewas Disekap dengan Tali dan Lakban yang Dibeli Sendiri

Pemuda di Jatiwaringin Tewas Disekap dengan Tali dan Lakban yang Dibeli Sendiri

Megapolitan
7 Siswa SD Ditangkap Saat Hendak Tawuran, Polisi Sebut Ikut-ikutan Anak SMP

7 Siswa SD Ditangkap Saat Hendak Tawuran, Polisi Sebut Ikut-ikutan Anak SMP

Megapolitan
Penyebab Kematian Pemuda di Jatiwaringin Bekasi Terungkap, Aliran Napas Tertutup Saat Disekap

Penyebab Kematian Pemuda di Jatiwaringin Bekasi Terungkap, Aliran Napas Tertutup Saat Disekap

Megapolitan
Satu Siswanya Positif Covid-19, SMPN 4 Tangsel Ditutup Sementara

Satu Siswanya Positif Covid-19, SMPN 4 Tangsel Ditutup Sementara

Megapolitan
Demo Pengelola, Penjual Cilok yang Mengaku Ahli Waris Lahan Bintaro Xchange Mall Tuntut Haknya

Demo Pengelola, Penjual Cilok yang Mengaku Ahli Waris Lahan Bintaro Xchange Mall Tuntut Haknya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.