Kompas.com - 03/06/2015, 14:20 WIB
Kawasan Tanah Abang saat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninjau Blok G, Jakarta, Rabu (15/4/2015). KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaKawasan Tanah Abang saat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninjau Blok G, Jakarta, Rabu (15/4/2015).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Jelang bulan Ramadhan 1436 Hijriah, pedagang kaki lima (PKL) kembali turun ke jalan dan memadati kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hal tersebut menyebabkan kawasan Tanah Abang menjadi macet dan tidak tertib lagi.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengancam akan menyita barang dagangan para pedagang. 

"Kami sudah minta Dishubtrans (Dinas Perhubungan dan Transportasi) untuk membereskan parkir liar dan yang berdagang itu akan kami sita barang dagangannya. Sudah kami minta sama Wali Kota (Jakarta Pusat). Enggak ada toleransi mau puasa atau mau Lebaran," kata Basuki di Balai Kota, Rabu (3/6/2015).

Pria yang akrab disapa Ahok itu menjelaskan, PKL yang berdagang di luar pasar memiliki kios juga di dalam pasar. Pengunjung Tanah Abang, lanjut Basuki, lebih senang membeli barang di PKL bagian luar sehingga pedagang lebih menyenangi berdagang di luar pasar.

"Masalah Tanah Abang kan di situ, orang malas masuk pasar jadinya jalan kaki dan parkir liar di depan (pasar). Ya kami mesti tegas," kata Basuki.

Tak hanya menyita barang dagangan PKL, Basuki menegaskan DKI juga akan terus menjaring motor-motor yang parkir liar di luar Tanah Abang. Apabila PKL tak kunjung jera ketika barang dagangannya disita, Basuki akan mencari celah hukum untuk dapat menghancurkan barang dagangan para PKL.

"Satpol PP kalau hanya siaga, enggak operasi, juga enggak akan bisa melawan PKL. PKL kami pukul dimarahi. Kalau orang kami dipukul malah enggak apa-apa. Memang Jakarta ini sudah kacau dari dulu, yang melanggar aturan malah dianggap benar," kata Basuki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir yang Rendam Puluhan Rumah di Kramatjati Disebabkan Luapan Kali Induk, Camat: Harus Dinormalisasi

Banjir yang Rendam Puluhan Rumah di Kramatjati Disebabkan Luapan Kali Induk, Camat: Harus Dinormalisasi

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMK

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMK

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMA

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMA

Megapolitan
Wilayahnya Langganan Banjir, Ketua RT di Kramatjati Minta Perbaikan Infrastruktur

Wilayahnya Langganan Banjir, Ketua RT di Kramatjati Minta Perbaikan Infrastruktur

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMP

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMP

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SD

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SD

Megapolitan
Cara Mendaftar PPDB 2022 DKI Jakarta untuk SD, SMP dan SMA/SMK

Cara Mendaftar PPDB 2022 DKI Jakarta untuk SD, SMP dan SMA/SMK

Megapolitan
Kasus Pembunuhan Perempuan di Jatisampurna Dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota

Kasus Pembunuhan Perempuan di Jatisampurna Dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota

Megapolitan
BPBD DKI: Banjir di Puluhan RT di Jakarta akibat Hujan Deras Sudah Surut

BPBD DKI: Banjir di Puluhan RT di Jakarta akibat Hujan Deras Sudah Surut

Megapolitan
Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan di Jatisampurna

Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan di Jatisampurna

Megapolitan
Fase Bulan Purnama, BPBD DKI Peringatkan Potensi Banjir di Wilayah Pesisir Jakarta 15-19 Mei

Fase Bulan Purnama, BPBD DKI Peringatkan Potensi Banjir di Wilayah Pesisir Jakarta 15-19 Mei

Megapolitan
Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI yang Tak Gelar Operasi Yustisi Setelah Lebaran

Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI yang Tak Gelar Operasi Yustisi Setelah Lebaran

Megapolitan
UPDATE 15 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 20 Orang

UPDATE 15 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 20 Orang

Megapolitan
Bertemu CEO BloombergNEF di London, Anies Jajaki Kerja Sama Percepatan Bebas Emisi di Jakarta

Bertemu CEO BloombergNEF di London, Anies Jajaki Kerja Sama Percepatan Bebas Emisi di Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Puluhan Rumah di Kramat Jati Terendam Banjir | Wagub DKI Tegaskan JIS untuk Kegiatan Olahraga

[POPULER JABODETABEK] Puluhan Rumah di Kramat Jati Terendam Banjir | Wagub DKI Tegaskan JIS untuk Kegiatan Olahraga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.