Kompas.com - 24/07/2015, 13:28 WIB
Pencari kerja mengisi data pribadi di acara Kompas Karier Fair di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (30/8/2013). Acara yang berlangsung hingga 31 Agustus ini menyediakan ribuan lowongan pekerjaan dari total peserta pameran 205 perusahaan nasional, multinasional, BUMN, kementerian, dan lembaga pemerintah. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESPencari kerja mengisi data pribadi di acara Kompas Karier Fair di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (30/8/2013). Acara yang berlangsung hingga 31 Agustus ini menyediakan ribuan lowongan pekerjaan dari total peserta pameran 205 perusahaan nasional, multinasional, BUMN, kementerian, dan lembaga pemerintah.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DKI Jakarta menyatakan, ada 9.000 lowongan pekerjaan di DKI Jakarta telah disiapkan untuk para pendatang. Sehingga, pendatang yang memiliki keahlian bisa memperoleh pekerjaan saat bertandang ke Jakarta.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DKI Jakarta Priyono mengatakan, pihaknya telah membuat memorandum of understanding (MoU) dengan sejumlah perusahaan di Jakarta untuk memberikan pekerjaan.

"Kita sudah lakukan MoU dengan beberapa perusahaan lebih kurang 170 perusahaan. Itu ada lowongan sekitar 9.000 lowongan pekerjaan," jelas Priyono saat datang ke Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2015).

Priyono mengatakan, MoU juga akan dilakukan secara kontinyu agar para pendatang tidak menjadi pengangguran setelah datang ke Jakarta. Apalagi, bila para pendatang itu memiliki kemampuan.

"Ini (MoU dengan perusahaan) akan terus kita lakukan, karena apa perusahaan di Jakarta itu kecil menengah dan sedang ada kisaran puluhan ribu," kata dia.

Ia menyebutkan, perusahaan yang siap menampung pengangguran terdiri dari bermacam-macam bidang. Antara lain bidang otomotif, tata boga, dan servis alat elektronik.

Hingga kini, perekrutan tenaga kerja yang akan disiapkan di Balai Latihan Keterampilan (BLK) sudah dilakukan. Selanjutnya, tenaga kerja itu akan lebih siap untuk bekerja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tahap pertama sudah, angkatan pertama sekitar 3.000-an," kata dia.

Sementara itu, Kasudin Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan Sapto Wibowo memprediksi warga pendatang di Jakarta Selatan mencapai 14.306 orang. Pasca Lebaran ini, diprediksi akan ada kenaikan 3 persen warga pendatang ke Jakarta Selatan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Kata Polisi soal Alasan Rachel Vennya Pakai Nopol RFS

Ini Kata Polisi soal Alasan Rachel Vennya Pakai Nopol RFS

Megapolitan
Tewas dalam Kecelakaan Bus Transjakarta, Dadan Terpental Jauh dari Kursi

Tewas dalam Kecelakaan Bus Transjakarta, Dadan Terpental Jauh dari Kursi

Megapolitan
Kejaksaan Masih Cari Alat Bukti untuk Tetapkan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Siapkan 8 Jaksa

Kejaksaan Masih Cari Alat Bukti untuk Tetapkan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Siapkan 8 Jaksa

Megapolitan
Proses Lelang Belum Selesai, Revitalisasi Tugu Pamulang Mundur dari Rencana Awal

Proses Lelang Belum Selesai, Revitalisasi Tugu Pamulang Mundur dari Rencana Awal

Megapolitan
Polisi Periksa 5 Saksi untuk Ungkap Penyebab Kecelakaan Bus Transjakarta yang Tewaskan 2 Orang

Polisi Periksa 5 Saksi untuk Ungkap Penyebab Kecelakaan Bus Transjakarta yang Tewaskan 2 Orang

Megapolitan
Dikeluhkan Ambil Foto Perumahan Tanpa Izin, Google Minta Maaf dan Hapus Pemetaan Perumahannya

Dikeluhkan Ambil Foto Perumahan Tanpa Izin, Google Minta Maaf dan Hapus Pemetaan Perumahannya

Megapolitan
Mobil Keluar Jalur dan Terbalik di Puri Kembangan, Pengemudi Luka-luka

Mobil Keluar Jalur dan Terbalik di Puri Kembangan, Pengemudi Luka-luka

Megapolitan
Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Utara

Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Utara

Megapolitan
Kasus Dugaan Pengeroyokan yang Tewaskan Warga, Istri Korban Kecewa RS di Salemba Berbohong

Kasus Dugaan Pengeroyokan yang Tewaskan Warga, Istri Korban Kecewa RS di Salemba Berbohong

Megapolitan
Harga Minyak Goreng Naik, Pedagang dan Pemegang KJP Bisa Dapat Lebih Murah di Mini DC

Harga Minyak Goreng Naik, Pedagang dan Pemegang KJP Bisa Dapat Lebih Murah di Mini DC

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Tambah 5 Kasus di Kota Tangerang, 23 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 27 Oktober: Tambah 5 Kasus di Kota Tangerang, 23 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Pemkot Depok Kucurkan 'Uang Lelah' Rp 85 Juta untuk Atlet yang Berlaga di PON Papua

Pemkot Depok Kucurkan "Uang Lelah" Rp 85 Juta untuk Atlet yang Berlaga di PON Papua

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: 8 Pasien Covid-19 di Depok Selesai Isolasi, 1 Orang Wafat

UPDATE 27 Oktober: 8 Pasien Covid-19 di Depok Selesai Isolasi, 1 Orang Wafat

Megapolitan
Kelurahan Duri Kepa Tak Kembalikan Pinjaman Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas Lapor Polisi

Kelurahan Duri Kepa Tak Kembalikan Pinjaman Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas Lapor Polisi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Waspada Banjir Lagi

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Waspada Banjir Lagi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.