Ahok Tetapkan Tarif Rp 3.500 Semua Angkutan yang Dikelola Pemprov DKI

Kompas.com - 22/12/2015, 14:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Kepala Dinas KUMKMP DKI Irwandi (kanan Basuki), di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (18/12/2015). KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Kepala Dinas KUMKMP DKI Irwandi (kanan Basuki), di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (18/12/2015).
Penulis Jessi Carina
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama ingin semua bus feeder penghubung DKI Jakarta dengan kota penyangga memiliki tarif yang sama dengan bus transjakarta, yakni Rp 3.500 sekali jalan.

Basuki mengaku sudah memiliki strategi untuk mewujudkan keinginannya itu. (Baca: Menurut Ahok, Ini Keuntungan Operator Bus Terintegrasi dengan Transjakarta)

"Ini adalah strategi paling betul yaitu membuat semua angkutan berada di bawah naungan Pemprov DKI. Saya bayar mereka rupiah per kilometer," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (22/12/2015).

Menurut dia, Pemprov DKI bisa menetapkan tarif datar Rp 3.500 jika semua operator bus feeder itu berada di bawah pengelolaan Pemprov DKI.


Basuki juga menilai operator bus yang menolak bergabung dengan Pemprov DKI akan rugi dengan sendirinya jika tarif bus feeder ditetapkan Rp 3.500.

Sebab, menurut dia, masyarakat akan memilih angkutan dengan tarif paling murah sehingga operator yang memasang tarif tinggi akan tertinggal.

Kemudian, Basuki memprediksi operator tersebut akan otomatis bergabung dengan Pemprov DKI supaya tidak kalah bersaing. (Baca: Metromini Ingin Bergabung dengan Transjakarta, Terkendala Masalah Internal)

"Jadi buat bus-bus yang enggak mau gabung sama kami, pasti selesai dia," ujar Basuki. Pria yang dikenal dengan nama Ahok ini berharap rencana tersebut juga mampu mengurangi jumlah sepeda motor yang masuk ke DKI Jakarta setiap harinya.

Sebab, masyarakat akan memilih untuk menggunakan bus bertarif Rp 3.500 daripada menggunakan sepeda motor.

Pengurangan jumlah sepeda motor juga akan membuat kemacetan Jakarta berkurang. (Baca: Ahok: Enggak Usah "Keluarin" Aturan Khusus, Nanti Ojek Juga Hilang)

"Karena orang pasti pada mikir, ngapain saya capek-capek naik motor, bayar bensin Rp 7.000. Mending motor saya titipin lalu saya naik bus dari Tangerang atau Bekasi," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ivan Gunawan Akui Gunakan Jasa Pembuatan Lipatan Kelopak Mata Ilegal pada 2016

Ivan Gunawan Akui Gunakan Jasa Pembuatan Lipatan Kelopak Mata Ilegal pada 2016

Megapolitan
Jelang Akhir Tahun, Penjual Pernak-pernik di Asemka Sulap Toko Bertema Natal

Jelang Akhir Tahun, Penjual Pernak-pernik di Asemka Sulap Toko Bertema Natal

Megapolitan
Politikus PSI: Buka Anggaran dalam Rapat Diprotes, di Luar Juga, Harus Buka di Mana Lagi?

Politikus PSI: Buka Anggaran dalam Rapat Diprotes, di Luar Juga, Harus Buka di Mana Lagi?

Megapolitan
Polres Metro Jakarta Utara Periksa Artis Ivan Gunawan Terkait Kasus Salon Kecantikan Ilegal di PIK

Polres Metro Jakarta Utara Periksa Artis Ivan Gunawan Terkait Kasus Salon Kecantikan Ilegal di PIK

Megapolitan
Petugas Dishub Kewalahan Adang Pengendara yang Terobos Putaran Flyover Dr Satrio

Petugas Dishub Kewalahan Adang Pengendara yang Terobos Putaran Flyover Dr Satrio

Megapolitan
Lindungi DJ Nathalie yang Digoda, Asisten Dianiaya Mantan Suami Artis Dina Lorenza

Lindungi DJ Nathalie yang Digoda, Asisten Dianiaya Mantan Suami Artis Dina Lorenza

Megapolitan
Pembatas Putaran 'U-Turn' Jalan Dr Satrio Dibongkar Paksa oleh Warga

Pembatas Putaran "U-Turn" Jalan Dr Satrio Dibongkar Paksa oleh Warga

Megapolitan
Setelah Viral di Medsos, PKL yang Halangi Mobil Damkar di Tanah Abang Ditertibkan

Setelah Viral di Medsos, PKL yang Halangi Mobil Damkar di Tanah Abang Ditertibkan

Megapolitan
Taman Benyamin Sueb Direvitalisasi, Ruang Terbuka untuk Seniman Diperluas

Taman Benyamin Sueb Direvitalisasi, Ruang Terbuka untuk Seniman Diperluas

Megapolitan
Tuding Politikus PSI Bocorkan Materi Rapat, Ini Sepak Terjang Politikus PDI-P Cinta Mega

Tuding Politikus PSI Bocorkan Materi Rapat, Ini Sepak Terjang Politikus PDI-P Cinta Mega

Megapolitan
Setelah 5 Jam Mencari, Petugas Damkar Gagal Tangkap Ular Kobra yang Resahkan Warga Ciracas

Setelah 5 Jam Mencari, Petugas Damkar Gagal Tangkap Ular Kobra yang Resahkan Warga Ciracas

Megapolitan
Orang dengan Masalah Kejiwaan Berontak Saat Diamankan, Uang Jutaan Rupiah yang Dibawa Berserakan di Jalan

Orang dengan Masalah Kejiwaan Berontak Saat Diamankan, Uang Jutaan Rupiah yang Dibawa Berserakan di Jalan

Megapolitan
Dituduh Beberkan Anggaran Komputer Rp 128 Miliar, Siapa Anggota DPRD Anthony Winza Probowo?

Dituduh Beberkan Anggaran Komputer Rp 128 Miliar, Siapa Anggota DPRD Anthony Winza Probowo?

Megapolitan
Politisi PSI Bantah Sebarkan Materi Rapat DPRD DKI seperti Dituding Kader PDI-P

Politisi PSI Bantah Sebarkan Materi Rapat DPRD DKI seperti Dituding Kader PDI-P

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Underpass Senen

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Underpass Senen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X