Muncul Petisi Copot Kapolres Jakpus, Ini Tanggapan Kapolda

Kompas.com - 30/12/2015, 22:42 WIB
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian memberi keterangan usai menemui perwakilan sejumlah Kedutaan Besar di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/11/2015) sore. 


Andri Donnal PuteraKapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian memberi keterangan usai menemui perwakilan sejumlah Kedutaan Besar di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/11/2015) sore.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah petisi permintaan mencopot Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Hendro Pandowo muncul di change.org.

Petisi tersebut dibuat oleh Damar Junianto. Dalam petisi tersebut, Damar mengatakan organisasi Front Pembela Islam (FPI) melakukan sweeping terhadap kendaraan yang hendak masuk ke Taman Ismail Marzuki pada Senin (28/12/2015) malam.

Petisi tersebut hingga pukul 21.30 WIB sudah mendapat dukungan sebanyak 21.324 pendukung.

"Dengan mengatasnamakan Jakarta dan juga mengatasnamakan Islam, FPI melakukan sweeping. Kali ini mereka memeriksa tiap kendaraan yang masuk Taman Ismail, untuk mencari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang diundang Federasi Teater Indonesia untuk menerima penghargaan," tulis Damar dalam petisi tersebut.


Damar melanjutkan, aksi tersebut bukan sikap dan suara masyarakat Jakarta. Terlebih, aksi tersebut malah menciptakan teror.

"Pertanyaan saya: di mana Polisi? Saat ditanya mengenai hal ini, Kapolres Jakpus Kombes Hendro Pandowo hanya bilang "Nggak, mereka cuma memeriksa". Bahkan dengan adanya ratusan personil polisi yang ada di acara itu, mereka malah meminta agar acara dibubarkan, dengan alasan tidak bisa menjamin keselamatan," tulis Damar.

Sikap polisi tersebut disayangkan lantararan membiarkan aksi tersebut terjadi. Di akhir kalimat, Damar menegaskan agar kepolisian bertanggungjawab atas keamanan, jika tidak netizen meminta Hendro dicopot dari jabatannya.

"Kalau tidak bisa bertanggungjawab atas keamanan warga maka kami warga Jakarta yang pemilik sesungguhnya suara Jakarta menuntut Kapolres Jakarta Pusat untuk dicopot dari jabatannya segera!," kata Damar.

Menanggapi petisi tersebut, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian tak mau ambil pusing.

"Biarkan saja. Mungkin yang nulis nggak ada di tempat saat itu," kata Tito.

Tito melanjutkan, penulis tidak tahu bahwa polisi menerjunkan banyak personel untuk mengamankan acara tersebut. Jumlah personel bahkan melebihi dari massa.

"Kami turunkan kekuatan yang lebih banyak dari mereka kok. Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan," tegas Tito.

Selain itu, Tito juga mengungkapkan aksi tersebut bukan sweeping. Massa tersebut merupakan sekelompok orang yang berorasi.

"Tidak ada tindak anarkisme, jadi kita tidak melakukan penindakan," tambah Tito.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPRD Bakal Libatkan KPK dalam Pemilihan Wagub DKI untuk Hilangkan Sentimen Politik Uang

DPRD Bakal Libatkan KPK dalam Pemilihan Wagub DKI untuk Hilangkan Sentimen Politik Uang

Megapolitan
Sandiaga Wanti-wanti Jangan Sampai Sirkuit Formula E Rusak Cagar Budaya Monas

Sandiaga Wanti-wanti Jangan Sampai Sirkuit Formula E Rusak Cagar Budaya Monas

Megapolitan
Kronologi Tiga Penumpang Ojek Pangkalan Terminal Kalideres Ditembak Tarif Rp 750.000

Kronologi Tiga Penumpang Ojek Pangkalan Terminal Kalideres Ditembak Tarif Rp 750.000

Megapolitan
Hanya Uji Coba, Aspal Sirkuit Formula E di Monas Bakal Dibongkar Lagi

Hanya Uji Coba, Aspal Sirkuit Formula E di Monas Bakal Dibongkar Lagi

Megapolitan
Sandiaga Sebut Kurangnya Sosialisasi Bikin Perpecahan Pandangan Formula E

Sandiaga Sebut Kurangnya Sosialisasi Bikin Perpecahan Pandangan Formula E

Megapolitan
Sebelum Bepergian dengan Ojek Pangkalan, Pastikan Hal Ini agar Tak Menyesal

Sebelum Bepergian dengan Ojek Pangkalan, Pastikan Hal Ini agar Tak Menyesal

Megapolitan
Bakal Sirkuit Balap Formula E di Monas Masuk Tahap Pengaspalan

Bakal Sirkuit Balap Formula E di Monas Masuk Tahap Pengaspalan

Megapolitan
Sandaga Uno Ajak Milenial Bikin Film untuk Majukan Ekonomi Kreatif

Sandaga Uno Ajak Milenial Bikin Film untuk Majukan Ekonomi Kreatif

Megapolitan
Tarif Ojek Malam Mahal, Pengemudi yang Beroperasi Siang Sepi Penumpang

Tarif Ojek Malam Mahal, Pengemudi yang Beroperasi Siang Sepi Penumpang

Megapolitan
Fraksi Demokrat Ajukan Diri untuk Jadi Ketua Panitia Pemilihan Wagub DKI

Fraksi Demokrat Ajukan Diri untuk Jadi Ketua Panitia Pemilihan Wagub DKI

Megapolitan
Awas, Begini Cara Tukang Ojek Malam Ucapkan Tarif untuk Kelabui Penumpang

Awas, Begini Cara Tukang Ojek Malam Ucapkan Tarif untuk Kelabui Penumpang

Megapolitan
Bank Sampah Kampung Koran, Menyemai Kader Penyelamat Lingkungan Mulai dari Kampung-kampung

Bank Sampah Kampung Koran, Menyemai Kader Penyelamat Lingkungan Mulai dari Kampung-kampung

Megapolitan
Bank Sampah Kampung Koran Mampu Reduksi 35 Ton Sampah DKI Jakarta

Bank Sampah Kampung Koran Mampu Reduksi 35 Ton Sampah DKI Jakarta

Megapolitan
Voting Tertutup Bikin PKS Yakin Dukungan Fraksi Bakal Beralih ke Cawagub DKI Nurmansjah

Voting Tertutup Bikin PKS Yakin Dukungan Fraksi Bakal Beralih ke Cawagub DKI Nurmansjah

Megapolitan
Bahas Modal Riza Patria Jadi Wagub, Fraksi Gerindra: Ingat, 2012 Dia Pernah Maju Pilkada DKI

Bahas Modal Riza Patria Jadi Wagub, Fraksi Gerindra: Ingat, 2012 Dia Pernah Maju Pilkada DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X