Anggota DPRD DKI Jakarta Khawatir Perlawanan Bandar Narkoba Meluas

Kompas.com - 24/01/2016, 10:31 WIB
Penggerebekan terjadi di Jalan Narida, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (22/1/2016). Akhdi Martin/Kompas.comPenggerebekan terjadi di Jalan Narida, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (22/1/2016).
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Selamat Nurdin menilai permasalahan polisi yang dibunuh warga ketika menggerebek pengedar narkoba di Jalan Slamet Riyadi, Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur, merupakan permasalahan serius.

Kejadian itu harus menjadi peringatan keras terhadap forum musyawarah pimpinan daerah (muspida).

"Menurut saya polisi dipukuli dan dibunuh itu sudah keterlaluan. Itu harus jadi warning buat muspida untuk mengevaluasi agar jangan sampai ada api dalam sekam di Jakarta," ujar Selamat ketika dihubungi, Minggu (24/1/2016).

Selamat khawatir peristiwa di kawasan yang dikenal dengan Berlan itu akan menginspirasi titik rawan narkoba lainnya untuk melakukan perlawanan ketika digerebek polisi.

Jika hal itu terus-terusan terjadi, maka kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan dan pemerintah akan berkurang. Belum lagi dengan potensi balas dendam yang dilakukan aparat sendiri.

Dengan demikian, kata Selamat, semua ini harus memiliki penyelesaian jangka panjang. Kepolisian harus mengajak semua lembaga untuk berkoordinasi mengantisipasi ini.

Polisi, Pemerintah Provinsi DKI, dan BNN harus berkoordinasi dalam memantau adanya kampung seperti itu di Jakarta. Jangan sampai ada kerawanan kejahatan yang tidak terpantau oleh muspida.

"Jadi penyelesaiannya lebih terintegratif saja. Kejadian penggerebekan narkoba kemarin dijadikan trigger saja untuk koordinasi yang lebih baik ke depannya. Kalau tidak, bisa-bisa malah terulang lagi," ujar dia.

Selamat mengatakan membongkar kawasan Berlan mungkin merupakan penyelesaian jangka pendek. Namun, hal itu hanya akan memindahkan lokasi pengedaran narkoba saja. Maka, penyelesaian jangka panjang tetap harus diutamakan oleh muspida.

"Cara pandangnya itu secara luas dan sistematis. Kalau dibongkar bisa-bisa dia hanya pindah lagi. Kucing-kucingan aja jadinya. Boleh melakukan penyelesaian jangka pendek tapi antisipasi juga jangka panjangnya," ujar Selamat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengungkapan Rentetan Kasus Koboi Kemang Diganjar MURI

Pengungkapan Rentetan Kasus Koboi Kemang Diganjar MURI

Megapolitan
BERITA FOTO: Dampak Banjir di Jakarta Minggu Kemarin

BERITA FOTO: Dampak Banjir di Jakarta Minggu Kemarin

Berita Foto
Minta Anies Tak 'Tenggelamkan' Kelapa Gading, Warga Tuntut Dana Banjir Dikembalikan

Minta Anies Tak "Tenggelamkan" Kelapa Gading, Warga Tuntut Dana Banjir Dikembalikan

Megapolitan
247 Gardu Listrik Telah Kembali Dinyalakan PLN Setelah Banjir Surut

247 Gardu Listrik Telah Kembali Dinyalakan PLN Setelah Banjir Surut

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Lagi-lagi Jakarta Banjir | Viral Video Seorang Ibu Jambak Anak Muda di KRL

[POPULER JABODETABEK] Lagi-lagi Jakarta Banjir | Viral Video Seorang Ibu Jambak Anak Muda di KRL

Megapolitan
Ini Penyebab Banjir di RSCM Versi Damkar

Ini Penyebab Banjir di RSCM Versi Damkar

Megapolitan
BMKG: Jakarta Hujan Petir Nanti Malam, Bogor, Depok, Bekasi Hujan Ringan Seharian

BMKG: Jakarta Hujan Petir Nanti Malam, Bogor, Depok, Bekasi Hujan Ringan Seharian

Megapolitan
Mayat Wanita Setengah Telanjang Ditemukan di Aliran Sungai Ciliwung

Mayat Wanita Setengah Telanjang Ditemukan di Aliran Sungai Ciliwung

Megapolitan
Jakarta Banjir, Netizen Serbu Tagar #WajahBaruJakarta untuk Sindir Anies

Jakarta Banjir, Netizen Serbu Tagar #WajahBaruJakarta untuk Sindir Anies

Megapolitan
[VIDEO] Melihat Banjir Jalan Yos Sudarso dari Atas Tol Wiyoto Wiyono

[VIDEO] Melihat Banjir Jalan Yos Sudarso dari Atas Tol Wiyoto Wiyono

Megapolitan
Jalan Yos Sudarso Masih Banjir Setinggi 50 cm, Pengendara Motor Masuk Tol

Jalan Yos Sudarso Masih Banjir Setinggi 50 cm, Pengendara Motor Masuk Tol

Megapolitan
Langit Sudah Biru, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Masih Banjir

Langit Sudah Biru, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Masih Banjir

Megapolitan
Kronologi Banjir di RSCM, Rendam Alat Kesehatan hingga Ruang Radioterapi

Kronologi Banjir di RSCM, Rendam Alat Kesehatan hingga Ruang Radioterapi

Megapolitan
Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Tetap Ingin di Pengungsian

Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Tetap Ingin di Pengungsian

Megapolitan
Viral Seorang Ibu Jambak Wanita Muda di KRL, Ini Kata PT KCI

Viral Seorang Ibu Jambak Wanita Muda di KRL, Ini Kata PT KCI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X