Taufik Ragukan Keterangan KPK soal Kasus Sumber Waras

Kompas.com - 02/03/2016, 10:48 WIB
Anggota PRD DKI berkunjung ke Gedung KPK, Rabu (17/2/2016). Mereka ingin mempertanyakan perkembangan kasus pembelian lahan RS Sumber Waras. Jessi Carina Anggota PRD DKI berkunjung ke Gedung KPK, Rabu (17/2/2016). Mereka ingin mempertanyakan perkembangan kasus pembelian lahan RS Sumber Waras.
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik tidak yakin Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan benar-benar mengatakan bahwa tidak ada indikasi korupsi dalam kasus pembelian lahan RS Sumber Waras.

Sebab, dia sudah mendengar sendiri penjelasan Basariah sewaktu mendatangi KPK beberapa hari lalu.

"Saya khawatir berita itu merusak reputasi Basariah karena setahu saya, Basariah ngomong bahwa kasus ini masih jalan," ujar Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Rabu (2/3/2016).

Hanya saja, Taufik mengakui bahwa KPK belum menemukan dua alat bukti untuk menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan. Menurut dia, hal itu wajar saja terjadi dalam sebuah kasus.


Taufik mengatakan, belum ditemukannya indikasi korupsi bukan berarti tidak ada indikasi korupsi di sebuah kasus. (Baca: KPK Belum Temukan Indikasi Korupsi dalam Kasus Sumber Waras)

"Kalau mengatakan enggak ada indikasi korupsi, masa bisa sesederhana itu? Bukannya harus ada expose baru bisa bilang gitu," ujar Taufik.

Kebetulan, kata Taufik, DPRD memiliki rencana kunjungan lagi ke KPK, hari ini. Taufik mengatakan, kunjungan itu bukan karena komentar Basaria melainkan memang sudah direncanakan sebelumnya.

Pada kunjungan ke KPK pertama kali, Taufik memang mengatakan akan rutin mendatangi KPK untuk meninjau kelanjutan kasus

itu. Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga saat ini belum menemukan adanya indikasi korupsi dalam kasus pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dengan demikian, hingga saat ini kasus tersebut belum dinaikkan ke tahap penyidikan.

"Selama ini kami belum naikkan (masih penyelidikan), karena belum ada yang mengarah ke tindak pidana korupsi, jadi belum ada ke arah sana," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan saat ditemui di Gedung KPK, Senin (29/2/2016) malam.

Basaria menjelaskan, untuk menaikan kasus tersebut ke tahap penyidikan, setidaknya dibutuhkan dua alat bukti yang cukup. Namun, hingga saat ini belum ada bukti yang cukup yang ditemukan penyidik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X