Ahok: Pak Ogah "Better Cleaning The Bus"

Kompas.com - 03/03/2016, 10:24 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson (pakai kemeja pink) dan Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono saat berkunjung ke command center PT Transjakarta, di Jalan Mayjen Sutoyo Cawang, Kamis (3/3/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson (pakai kemeja pink) dan Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono saat berkunjung ke command center PT Transjakarta, di Jalan Mayjen Sutoyo Cawang, Kamis (3/3/2016).
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menemani Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, meninjau command center PT Transjakarta.

Command center itu dipenuhi oleh puluhan petugas dan monitor pengawas di halte transjakarta. Dengan demikian, petugas bisa mengontrol keadaan halte, grafik penumpang, dan jarak kedatangan bus secara nyata melalui kamera CCTV yang tersebar.

"In here, voorijder is not to help me. They help the bus around Jakarta," kata Basuki saat berbincang dengan Paul, di Kantor PT Transjakarta di Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (3/3/2016).

Dia pun sempat mengeluhkan soal masih banyaknya transjakarta yang kerap dibiarkan kotor. Ia kemudian meminta Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono untuk mempekerjakan "Pak Ogah".

"Pak Ogah, Pak Ogah better cleaning the bus. Hitung saja berapa yang dibutuhin buat bersihin bus, dibayar (gaji) UMP (upah minimum provinsi) juga seneng," kata Basuki.

Paul pun tertawa mendengar pernyataan Basuki. Setelah itu, Basuki meminta para petugas untuk terus memelototi monitor. Ia mewanti-wanti agar kejahatan di bus dan halte transjakarta tidak lagi terjadi.

"Biar kayak di film-film, kalau ada gerak-gerik yang mencurigakan, langsung kontak petugas di lapangan," kata Basuki.

Basuki dan Paul juga sempat menaiki bus gandeng transjakarta bermerek Scania. Acara ini turut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah serta para komisaris PT Transjakarta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov Akan 'Grebek Lumpur' Saluran PHB Saharjo yang Hampir 2 Tahun Tak Dikeruk

Pemprov Akan "Grebek Lumpur" Saluran PHB Saharjo yang Hampir 2 Tahun Tak Dikeruk

Megapolitan
PHRI: Hotel Jadi Tempat Isolasi jika RSD Wisma Atlet dan RS Lainnya Sudah Penuh

PHRI: Hotel Jadi Tempat Isolasi jika RSD Wisma Atlet dan RS Lainnya Sudah Penuh

Megapolitan
Cuti untuk Kampanye Pilkada Depok, Pradi Supriatna Tegaskan Bukan Waktunya Berleha-leha

Cuti untuk Kampanye Pilkada Depok, Pradi Supriatna Tegaskan Bukan Waktunya Berleha-leha

Megapolitan
Kisah di Balik Video Bocah Asal Bekasi Lantunkan Ayat Al-Quran Saat Dirawat di RSPAD

Kisah di Balik Video Bocah Asal Bekasi Lantunkan Ayat Al-Quran Saat Dirawat di RSPAD

Megapolitan
Ada Diskon 25 Persen, Ini Harga Tiket Sejumlah Kereta yang Berangkat dari Jakarta

Ada Diskon 25 Persen, Ini Harga Tiket Sejumlah Kereta yang Berangkat dari Jakarta

Megapolitan
Melebihi Kapasitas, Kafe di Serpong Didenda Rp 5 Juta

Melebihi Kapasitas, Kafe di Serpong Didenda Rp 5 Juta

Megapolitan
Akhir Pelarian Tersangka Pelecehan di Bandara Soetta, Ditangkap di Sumut Setelah Buron Berhari-hari

Akhir Pelarian Tersangka Pelecehan di Bandara Soetta, Ditangkap di Sumut Setelah Buron Berhari-hari

Megapolitan
Pecah Kongsi Wali Kota Depok dan Wakilnya, Bersiap 'Saling Sikut' di Masa Kampanye

Pecah Kongsi Wali Kota Depok dan Wakilnya, Bersiap 'Saling Sikut' di Masa Kampanye

Megapolitan
Polisi Dalami Peredaran Ekstasi dari Rumah di Cipondoh Tangerang

Polisi Dalami Peredaran Ekstasi dari Rumah di Cipondoh Tangerang

Megapolitan
UPDATE 25 September: 3.572 Kasus Covid-19 di Depok, 897 Kasus Aktif

UPDATE 25 September: 3.572 Kasus Covid-19 di Depok, 897 Kasus Aktif

Megapolitan
Antisipasi Antrean Tes Swab, Pemkot Bekasi Tambah Mesin PCR di 3 RSUD

Antisipasi Antrean Tes Swab, Pemkot Bekasi Tambah Mesin PCR di 3 RSUD

Megapolitan
BMKG: Hari Ini Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

BMKG: Hari Ini Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

Megapolitan
Apresiasi Kinerja, Pemkot Bekasi Beri Insentif ke Petugas Pemulasaraan Jenazah Covid-19 TPU Pedurenan

Apresiasi Kinerja, Pemkot Bekasi Beri Insentif ke Petugas Pemulasaraan Jenazah Covid-19 TPU Pedurenan

Megapolitan
Proses Aborsi di Klinik Ilegal Jakarta Pusat Hanya Berlangsung 15 menit

Proses Aborsi di Klinik Ilegal Jakarta Pusat Hanya Berlangsung 15 menit

Megapolitan
Polisi Gerebek Rumah yang Dijadikan Pabrik Ekstasi di Tangerang

Polisi Gerebek Rumah yang Dijadikan Pabrik Ekstasi di Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X